ESR dan INA Garap Proyek Logistik Baru di Cikarang

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – ESR bersama Indonesia Investment Authority (INA) dan mitra pemodal lainnya memperluas investasi di sektor logistik Indonesia melalui pembangunan dua fasilitas logistik modern di Cikarang, Jawa Barat. Kedua proyek tersebut ditujukan untuk menambah pasokan pergudangan berstandar institusional sekaligus mendukung kebutuhan sektor manufaktur dan rantai pasok.

Head of Southeast Asia ESR Jai Mirpuri mengatakan, pembangunan fasilitas baru di kawasan Jabodetabek dilakukan untuk menjawab permintaan pelanggan dari sektor manufaktur dan logistik yang terus berkembang.

“Kami sangat antusias untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan INA, setelah baru-baru ini berhasil melakukan realisasi investasi yang sukses bagi mereka di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu pasar paling menarik di Asia Tenggara, didukung oleh pertumbuhan fundamental yang kuat,” kata Jai dalam siaran pers, Selasa (11/8/2026).

Investasi tersebut mencakup ESR Cikarang Logistics Park 4 di Kawasan Industri Jababeka dan ESR Cibitung Distribution Hub di MM2100 Industrial Town, Kabupaten Bekasi.

ESR Cikarang Logistics Park 4 resmi memasuki tahap pembangunan melalui acara groundbreaking. Fasilitas industri dan logistik Grade A tersebut ditargetkan selesai pada 2027 dan akan menjadi gudang modern yang disewakan kepada pihak ketiga atau non-captive terbesar di kawasan Jababeka.

Fasilitas tersebut menyasar kebutuhan perusahaan penyedia jasa logistik pihak ketiga (third-party logistics/3PL) internasional dan regional serta perusahaan manufaktur multinasional yang membutuhkan lokasi dengan konektivitas ke kawasan industri dan jaringan rantai pasok.

Sementara itu, ESR Cibitung Distribution Hub akan dibangun sebagai fasilitas logistik tiga lantai bertaraf Grade A di MM2100 Industrial Town. Proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk memenuhi kebutuhan pergudangan modern bagi kegiatan manufaktur dan distribusi regional.

Kedua proyek berada di koridor industri wilayah timur Jabodetabek yang menjadi salah satu klaster manufaktur dan logistik utama Indonesia. Tambahan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kapasitas infrastruktur logistik untuk menopang pertumbuhan industri nasional.

Ketua Dewan Direktur INA Oki Ramadhana mengatakan, proyek tersebut menjadi investasi strategis karena tingkat penetrasi pergudangan modern di Indonesia masih relatif rendah.

“Sejak menjalin kemitraan dengan ESR pada tahun 2023, kami terus memperkuat kolaborasi kami di Indonesia. Berlokasi strategis di dua kawasan industri terkemuka di koridor industri wilayah timur Jabodetabek, proyek-proyek pengembangan ini merupakan investasi strategis di pasar pergudangan modern Indonesia yang tingkat penetrasinya masih rendah, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang di sektor ini,” ujar Oki.

Menurut Oki, prospek pergudangan modern masih ditopang tren nearshoring pada aktivitas manufaktur, peningkatan penetrasi e-commerce, serta industrialisasi yang terus berkembang.

Pasar transportasi barang dan logistik Indonesia diproyeksikan melampaui US$188 miliar pada 2031. Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan dari sektor e-commerce, peningkatan ekspor manufaktur, dan konsumsi domestik.

Jai mengatakan, kedua fasilitas baru tersebut juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang membutuhkan aset berskala lebih besar dengan spesifikasi teknis yang lebih tinggi.

Pembangunan fasilitas akan dilengkapi fitur pendukung otomasi, efisiensi operasional, dan keberlanjutan. Kedua proyek juga menggunakan standar teknis tinggi, termasuk jarak bebas vertikal yang tinggi dan daya dukung lantai yang diperkuat untuk mendukung kebutuhan otomasi.

Dari sisi efisiensi energi, fasilitas tersebut akan mengadopsi pencahayaan dan ventilasi alami, sistem pembangkit energi terbarukan di lokasi, serta sistem proteksi kebakaran yang mengikuti standar industri.

Investasi ESR dan INA tersebut diharapkan menambah kapasitas pergudangan modern di kawasan industri Cikarang sekaligus memperkuat infrastruktur yang mendukung aktivitas manufaktur dan distribusi di Indonesia.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |