Kilang Baru Cilacap-Dumai Diproyeksi Hemat Devisa Rp20 Triliun per Tahun

1 day ago 19

Suasana di kawasan kilang minyak PT Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (25/10/2024). Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang besar yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional yang memiliki kapasitas pengolahan 348 ribu barrel per hari. Kilang Cilacap merupakan kilang penghasil avtur terbesar milik Pertamina dan menghasilkan produk gasoline berkualitas tinggi dari unit Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC) serta unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Unit RFCC sendiri beroperasi sejak tahun 2015, sementara unit KLBC tahun 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mempercepat pengembangan Kilang Gasoline di Cilacap dan Dumai melalui Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II. Proyek tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga sekitar Rp20 triliun per tahun melalui pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun mengatakan, pengembangan kilang dilakukan untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah industri energi domestik. Proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat stok BBM nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi.

“Melalui pendekatan Dual Growth Strategy, Pertamina Patra Niaga memperkuat bisnis eksisting sekaligus meningkatkan kompleksitas kilang agar mampu menghasilkan produk bernilai tinggi yang memiliki daya saing global,” ujar Roberth dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (14/5/2026).

Kilang Gasoline Dumai ditargetkan memproduksi sekitar 0,9 juta kiloliter gasoline per tahun, 86 ribu ton LPG, serta 124 ribu ton propylene. Sementara Kilang Gasoline Cilacap diproyeksikan menghasilkan sekitar 1,1 juta kiloliter gasoline per tahun, 50 ribu ton LPG, dan 145 ribu ton propylene.

Pengembangan dua kilang tersebut mengusung konsep high conversion refinery yang memungkinkan pengolahan produk energi bernilai tambah lebih tinggi. Kapasitas produksi tersebut diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap penurunan impor BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Secara teknis, Kilang Gasoline Dumai akan memiliki kapasitas 30 ribu barel per hari (bph), sedangkan Kilang Gasoline Cilacap mencapai 32 ribu bph. Kedua fasilitas akan terintegrasi dengan infrastruktur eksisting guna meningkatkan efisiensi operasional.

“Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya energi bersih dan terjangkau, pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja layak, serta inovasi industri,” kata Roberth.

PPN juga menyiapkan produksi bensin ramah lingkungan dengan kandungan sulfur di bawah 50 ppm. Pengembangan kilang tersebut diarahkan untuk mendukung target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 30 persen.

Dari sisi ekonomi, proyek pengembangan kilang gasoline diproyeksikan menyerap hingga 6.000 tenaga kerja selama masa konstruksi dan operasional. Kehadiran proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar wilayah kilang sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |