Pemerintah Mempercepat Kesiapan Infrastruktur untuk Jamin Kelancaran Arus Mudik 2026

14 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang Angkutan Lebaran 2026, berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah memperkuat sinergi untuk memastikan arus mudik dan balik berlangsung aman, lancar, dan nyaman di berbagai wilayah Indonesia.

Di Sumatera Barat, Dudy Purwagandhi memperkuat koordinasi bersama Gubernur Mahyeldi Ansharullah guna menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026. Sumatera Barat dikenal sebagai daerah dengan jumlah perantau yang besar, sehingga setiap menjelang Idul Fitri terjadi lonjakan kedatangan signifikan menuju ranah Minang.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 1,88 juta warga Sumatera Barat diperkirakan melakukan perjalanan selama periode tersebut. Dari sisi tujuan, arus terbesar tercatat mengarah ke Jawa Tengah, sementara pergerakan menuju Sumatera Barat diproyeksikan mencapai 5,36 juta orang. Besarnya mobilitas ini menuntut kesiapan matang, responsif, dan terintegrasi, terutama pada simpul-simpul transportasi seperti bandara dan terminal.

Menhub menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Dukungan yang diperlukan meliputi penyiapan posko terpadu, tempat istirahat, antisipasi kepadatan, penyediaan informasi perjalanan, pemantauan daerah rawan bencana, hingga pengaturan dan rekayasa lalu lintas secara kondisional.

Selain itu, monitoring angkutan Lebaran dilakukan melalui ramp check untuk memastikan kesiapan armada dan simpul transportasi, serta pemeriksaan kesehatan dan kelayakan pengemudi. Pemerintah juga mendorong konsolidasi program mudik gratis melalui integrasi data, jadwal, dan rute agar layanan tepat sasaran dan tingkat keterisian optimal, termasuk penyediaan angkutan pengumpan (feeder) menuju titik keberangkatan.

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas, masjid dan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) dioptimalkan sebagai rest area dengan fasilitas parkir gratis dan aman, toilet dan sanitasi memadai, air bersih, penerangan, pos kesehatan ringan, serta rambu dan pengaturan lalu lintas terpadu. Di titik rawan kemacetan dan keramaian, disiapkan petugas keamanan, jalur alternatif, serta pengawasan perlintasan sebidang antara jalan dan rel kereta. Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan pos mitigasi pada jalur rawan banjir dan longsor, termasuk implementasi Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah berisiko hidrometeorologi.

Perhatian khusus turut diberikan pada pasar tumpah dan destinasi wisata, mengingat potensi peningkatan aktivitas belanja menjelang Idul Fitri serta lonjakan kunjungan wisata pada H+1 dan H+2 Lebaran. Pengaturan parkir dan rekayasa arus lalu lintas menjadi langkah penting agar tidak menimbulkan kepadatan.

Upaya serupa juga dilakukan di daerah lain. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pemerintah setempat mempercepat perbaikan Jalan Mangker–Sukadamai di Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol, sebagai antisipasi peningkatan mobilitas masyarakat. Percepatan ini dibahas dalam audiensi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), menyusul keluhan warga terkait kondisi jalan rusak akibat proyek pembangunan Bendungan Cijurey dan Cibeet.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menyampaikan komitmen bersama untuk melakukan perbaikan sementara pada titik-titik kerusakan parah agar sebelum Lebaran jalan sudah lebih layak dilalui. Mengingat kewenangan jalan telah dialihkan kepada BBWS seiring pelaksanaan proyek bendungan, sinergi kedua pihak menjadi kunci percepatan penanganan. BBWS sendiri telah merencanakan peningkatan jalan melalui pekerjaan rigid beton di ruas Mekarwangi–Karyamekar dan Mangker–Sukadamai, dengan progres yang telah berjalan beberapa kilometer.

Sementara itu, kesiapan di sektor kepelabuhanan juga diperkuat. Direktur Manajemen Risiko PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo), Boy Robyanto, melakukan peninjauan langsung ke terminal penumpang Pelabuhan Banjarmasin untuk memastikan kesiapan fasilitas menjelang arus mudik 2026. Peninjauan meliputi area keberangkatan dan kedatangan, ruang tunggu, fasilitas keamanan dan keselamatan, sarana pendukung, hingga kesiapan personel.

sumber : Antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |