PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Indonesia, Perjalanan Pengguna EV Kini Makin Mudah dan Nyaman

7 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  - Pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kini semakin mudah mengakses fasilitas pengisian daya seiring bertambahnya jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah. Pada Rabu (20/5), PT PLN (Persero) meresmikan SPKLU Center Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang menjadi SPKLU ke-5.000 di Indonesia.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menyambut baik hadirnya SPKLU Center Tanjung Priok yang dinilai dapat mendukung transisi energi bersih melalui percepatan elektrifikasi sektor transportasi.

"Beroperasinya SPKLU center yang ada di Tanjung Priok ini bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat, khususnya di Jakarta Utara, untuk mulai beralih dari tenaga fosil ke tenaga listrik. Karena ini lebih efisien, lebih modern, dan lebih ramah lingkungan," ujar Fredy.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN untuk memperluas edukasi serta memperkuat ekosistem kendaraan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan energi masa depan.

“Nanti kami undang PLN untuk bisa bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat. SPKLU ini juga menjadi sarana edukasi, nanti ke depan akan kita sosialisasikan ke tiap kecamatan dan kelurahan. Lewat kerja sama dengan PLN, kita harapkan lebih banyak lagi masyarakat yang mau beralih ke kendaraan listrik,” lanjut Fredy.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengatakan bahwa hadirnya infrastruktur SPKLU secara masif merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan layanan kendaraan listrik yang andal dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus mendukung arahan pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan elektrifikasi di berbagai sektor.

“Dengan beroperasinya 5.000 SPKLU yang tersebar di 3.162 titik lokasi di seluruh Indonesia, pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan. Kondisi ini menjaga layanan charging terus berjalan dengan lancar. Terbukti secara nasional, rata-rata antrean di SPKLU hanya 1,3 kendaraan per konektor per hari,” ujar Adi.

Adi menambahkan, berdasarkan data transaksi PLN hingga April 2026, sekitar 66 persen pengisian daya kendaraan listrik dilakukan di rumah melalui home charging services (HCS), sementara 34 persen lainnya memanfaatkan SPKLU untuk kebutuhan mobilitas di luar rumah, terutama pada perjalanan jarak jauh dan pengisian daya cepat.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan bahwa ketersediaan SPKLU di wilayah Jakarta dan sekitarnya terus tumbuh untuk mengimbangi pesatnya perkembangan kendaraan listrik di ibu kota.

“Dengan hadirnya SPKLU Center kelima di Jakarta, kami ingin meyakinkan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, tidak perlu ragu dan khawatir untuk beralih ke kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas sehari-hari,” tegas Andy.

Andy menjelaskan, fasilitas yang tersedia di SPKLU Center Tanjung Priok ini meliputi 8 unit Ultra Fast Charging, 1 unit Medium Charging, serta dukungan untuk kendaraan roda dua berupa 2 unit SPKLU Roda Dua dan 2 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Kehadiran SPKLU Center ini melengkapi fasilitas serupa yang sebelumnya telah beroperasi di Bulungan, Menteng, Rest Area Cibubur KM 10,6 Tol Jagorawi, dan Sakura Garden City Jakarta Timur. Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan total 724 unit SPKLU yang tersebar di 405 lokasi di DKI Jakarta.

Lebih lanjut, guna memudahkan pengguna kendaraan listrik, PLN juga menghadirkan layanan Electric Vehicle Digital Services (EVDS) melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui layanan ini, pengguna kendaraan listrik dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU terdekat, merencanakan rute perjalanan, hingga memantau antrean pengisian daya secara real time.

“Dengan dukungan infrastruktur yang semakin luas dan layanan digital yang terintegrasi, PLN optimistis kendaraan listrik akan semakin banyak digunakan dan menjadi bagian dari green lifestyle masyarakat,” tutup Andy.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |