Rupiah Tembus Rp 17.700-an, Analis Soroti Ketergantungan terhadap Impor Pangan

16 hours ago 16

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah melanjutkan tren pelemahan hingga menembus level Rp 17.700-an per dolar AS pada Selasa (19/5/2026). Pengamat menilai, pelemahan Mata Uang Garuda pada hari ini di antaranya dipengaruhi tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan.

Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 38 poin atau 0,22 persen menuju level Rp 17.706 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026). Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 17.667,5 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, ada beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi rupiah pada hari ini, baik sentimen internal maupun eksternal.

“(Sentimen internal) Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menguji ketahanan harga pangan nasional. Ketergantungan tinggi terhadap impor pangan membuat tekanan kurs berpotensi cepat merambat ke harga makanan yang dikonsumsi masyarakat seperti mi instan, roti, tahu-tempe, susu, hingga makanan olahan lainnya pada semester II 2026,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Ia menerangkan, ketergantungan impor Indonesia terhadap sejumlah komoditas pangan masih sangat tinggi. Gandum sepenuhnya impor, kedelai sekitar 90 persen masih dipenuhi dari impor. Selain itu, bawang putih 95 persen, gula sekitar 60 persen, serta daging sapi dan kerbau sekitar 54 persen juga masih impor.

“Kondisi pelemahan rupiah ini otomatis meningkatkan biaya impor karena mayoritas transaksi dilakukan menggunakan dolar AS. Pada akhirnya, peningkatan biaya impor ini berisiko menimbulkan kenaikan harga pangan di dalam negeri. Kondisi tersebut memunculkan fenomena imported inflation atau inflasi impor, yakni tekanan inflasi yang berasal dari pelemahan nilai tukar dan tingginya ketergantungan terhadap barang impor,” terangnya.

Ibrahim menuturkan, transmisi pelemahan rupiah ke harga pangan konsumen berlangsung berbeda pada tiap komoditas. Untuk gandum dan kedelai, misalnya, dampaknya bisa terasa hanya dalam hitungan minggu karena industri pengolahan langsung menghadapi kenaikan biaya bahan baku.

“Kenaikan harga bahan baku langsung ditransmisikan ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga produk di tingkat konsumen. Tekanan tersebut dinilai lebih cepat terasa pada produk olahan dibanding bahan baku mentah karena terdapat efek berantai pada biaya produksi, energi, distribusi, kemasan, dan logistik,” jelasnya.

Sementara itu, sentimen eksternal yang memengaruhi pergerakan rupiah pada hari ini terutama berasal dari dinamika perang di Timur Tengah. Konflik Iran versus AS-Israel masih terus bergulir, meskipun ada klaim bahwa perang akan segera diakhiri.

“Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia telah menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran untuk memungkinkan negosiasi guna mengakhiri perang di Timur Tengah. Trump mengatakan pada Senin bahwa ada ‘peluang yang sangat baik’, AS dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, beberapa jam setelah mengumumkan penundaan aksi militer untuk memungkinkan pembicaraan,” ujarnya.

Konflik Timur Tengah secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur air penting yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak global, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Senin mengonfirmasi posisi Teheran telah disampaikan kepada AS melalui Pakistan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat Pakistan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Islamabad telah menyampaikan proposal baru antara kedua pihak, tetapi mencatat kemajuan yang lambat. Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Washington telah setuju mencabut sanksi atas ekspor minyak Teheran selama negosiasi. Namun, seorang pejabat AS membantah klaim tersebut.

Secara terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperpanjang pengecualian sanksi selama 30 hari untuk memungkinkan negara-negara yang rentan terhadap energi terus membeli minyak Rusia yang diangkut melalui laut.

Sentimen eksternal lainnya yakni mengenai kebijakan suku bunga Bank Sentral AS. Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan, Trump akan melantik Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada Jumat, setelah Senat memberikan suara untuk menyetujuinya untuk masa jabatan empat tahun menggantikan Jerome Powell.

“Investor tetap berhati-hati karena pasar mengevaluasi bagaimana arah kebijakan The Fed dapat berkembang di bawah kepemimpinan baru,” ujar Ibrahim.

Menurut analisisnya, Ibrahim memprediksi rupiah masih akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan besok, Rabu (20/5/2026).

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diprediksi fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.700—Rp 17.750 per dolar AS,” tutupnya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |