REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Crypto merupakan instrumen investasi yang sekarang ini populer dikalangan anak muda. Penyebabnya, crypto bisa memberikan peluang keuntungan lebih besar dibandingkan instrumen investasi lainya, meski memiliki risiko lebih besar.
Memilih aset crypto yang tepat adalah kunci untuk investasi jangka panjang di 2026 ini, terutama bagi investor pemula. Seiring total kapitalisasi pasar crypto tumbuh signifikan, beberapa aset besar menunjukkan fundamental kuat serta tren kenaikan pada 2025 yang menjanjikan peluang stabil.
Terdapat beberapa aplikasi crypto yang telah teregulasi di Indonesia, salah satunya Pintu yang menyediakan fitur terlengkap, biaya trading rendah, serta variasi token yang banyak lebih dari 320+ token sehingga cocok untuk investor pemula maupun trader aktif dan profesional.
Tren Pasar Crypto di Akhir 2025
Pasar crypto global telah mengalami dinamika sepanjang 2025, termasuk periode reli harga dan konsolidasi penuh volatilitas. Banyak investor kini memantau konversi nilai stablecoin seperti USDT to IDR sebagai aset crypto paling stabil.
Sementara itu, memantau harga Bitcoin hari ini menjadi hal yang harus dilakukan. Karena tak dapat dibantah Bitcoin masih menjadi indikator dan barometer arah pasar crypto secara keseluruhan.
Meski total kapitalisasi pasar pernah anjlok pada beberapa titik, aset besar pun mempertahankan dominasi yang kuat dan menjadi dasar pilihan investasi untuk 2026.
Berikut 10 rekomendasi crypto yang layak untuk kamu pertimbangkan berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar pada 2025 dan tren performa jangka panjang, di antaranya:
1.Bitcoin (BTC) – Aset Crypto Utama & Store of Value
Market Cap (2025): 1,9 triliun–2,0 triliun dolar AS
Bitcoin tetap menjadi crypto paling dominan dalam hal kapitalisasi dan adopsi global, sehingga sering dianggap sebagai digital gold atau penyimpan nilai jangka panjang. BTC memiliki sejarah reli harga signifikan dan volume perdagangan yang tinggi, sehingga relatif likuid dibanding banyak altcoin lain.
Meski volatilitas tetap tinggi, investor jangka panjang kerap menggunakan BTC sebagai aset dasar dalam portofolio crypto karena statusnya yang paling mapan serta dukungan institusional yang terus berkembang.
2.Ethereum (ETH) – Smart Contract Layer Utama
Market Cap (2025): 390 miliar dolar AS
Ethereum berperan sebagai fondasi bagi ribuan proyek DeFi, NFT, dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Karena dukungan komunitas serta upgrade jaringan dan peningkatan skalabilitas, ETH tetap menjadi pilihan populer investor jangka panjang.
Koin ini umumnya menunjukkan tren harga yang stabil dalam korelasi dengan aktivitas jaringan, sehingga menarik investor yang ingin terlibat di luar sekadar penyimpanan nilai.
3.Tether (USDT) – Stablecoin Dominan untuk Likuiditas
Market Cap (2025): 180 miliar dolar AS sebagai stable coin terbesar
Stablecoin seperti USDT berperan penting sebagai aset crypto yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar AS sehingga memiliki volatilitas sangat rendah dibandingkan aset lain. Meskipun tidak memberikan pertumbuhan harga secara signifikan, USDT menjadi alat penting untuk berpindah antar aset dengan risiko kurs minim.
Investor sering memanfaatkan USDT untuk menunggu momen masuk ke aset lain tanpa harus menarik ke fiat.
4.XRP – Pembayaran Global dengan Kapasitas Besar
Market Cap (2025): 140 miliar dolar AS, aset pembayaran global
XRP fokus pada solusi pembayaran lintas negara dengan biaya rendah dan kecepatan tinggi. Dengan adopsi yang terus tumbuh di berbagai institusi keuangan, XRP menjadi opsi menarik sebagai aset utilitas yang menawarkan jalur pertumbuhan berbeda dari sekadar spekulasi harga.
5.BNB (Binance Coin) – Utility Token Bursa Global
Market Cap (2025): 127 miliar dolar AS, token utama Binance
BNB adalah token native dari bursa crypto global terbesar, yang menyediakan utilitas dalam bentuk diskon biaya transaksi, partisipasi dalam token sale, dan berbagai fungsi lain di Binance Smart Chain. Karena utilitasnya yang luas dan dukungan bursa besar, BNB tetap menjadi salah satu aset top dalam portofolio jangka panjang.
6.Solana (SOL) – Blockchain Performa Tinggi
Market Cap (2025): 80 miliar dolar AS, solusi cepat dan efisien
Solana dikenal karena kecepatan transaksinya dan biaya rendah, sehingga menarik banyak proyek DeFi dan aplikasi blockchain yang memerlukan throughput tinggi. Meski sempat mengalami penurunan pasar, banyak investor melihat SOL memiliki basis teknis kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.
7.USD Coin (USDC) – Stablecoin Transparan dan Audit
Market Cap (2025): 75 miliar dolar AS, stablecoin terpercaya
USDC adalah stablecoin lain yang dipatok ke dolar AS dan sering diaudit secara teratur untuk memastikan cadangannya. Karena tingkat transparansi yang tinggi, USDC menjadi pilihan stablecoin populer di ekosistem DeFi dan investasi jangka panjang sebagai sarana manajemen risiko.
8.TRON (TRX) – Aset DeFi dan Konten Digital
Market Cap (2025): 27,7 miliar dolar AS, jaringan alternatif besar
TRON menawarkan biaya transaksi rendah dan jaringan yang mendukung aplikasi DeFi serta pembagian konten. TRX menarik bagi investor yang melihat nilai dalam jaringan yang berkembang serta komunitas yang aktif.
9.Dogecoin (DOGE) – Crypto Komunitas dan Liquidity Heavy
Market Cap (2025): 24,9 miliar dolar AS, meme coin dominan.
Walau lahir sebagai “meme coin”, Dogecoin tetap mempertahankan kapitalisasi pasar besar karena komunitas yang kuat dan likuiditas tinggi di banyak bursa. DOGE sering digunakan sebagai aset spekulatif tetapi tetap menjadi bagian dari portofolio diversifikasi bagi sebagian investor.
10.Cardano (ADA) – Blockchain Berbasis Penelitian
Market Cap (2025): 19 miliar dolar AS, pendekatan ilmiah
Cardano menonjol dengan pendekatannya yang berbasis riset dan fokus pada keberlanjutan jangka panjang. Walaupun pertumbuhannya relatif lambat, ADA mempertahankan relevansi dengan roadmap yang jelas dan komunitas riset yang aktif.
Memahami Fitur Earn dan Strategi Investasi Crypto
Selain mengetahui aset mana yang layak dimiliki, penting juga bagi investor 2026 memahami cara memaksimalkan aset tersebut.
Banyak aplikasi kini menyediakan fitur earn seperti staking, lending, dan yield farming yang membantu aset bekerja secara produktif sekaligus berpotensi memberikan passive income.
Dengan fitur ini, investor tidak hanya bersandar pada apresiasi harga saja, tetapi juga arus pendapatan pasif yang stabil. Salah satu fitur yang patut dicermati adalah sistem pembelian berkala yang otomatis.
Sebagai contoh, platform seperti Pintu Auto DCA memungkinkan investor melakukan pembelian crypto secara otomatis sesuai jadwal yang ditetapkan sehingga membantu mengurangi risiko timing pasar.
Fitur ini menggabungkan disiplin strategi dengan kemudahan pengaturan dana yang konsisten.
DYOR dan Risiko Investasi
Meski demikian, informasi di atas disusun berdasarkan data kapitalisasi pasar 2025 dan tren umum yang terlihat hingga awal 2026, tetapi bukan merupakan saran keuangan atau ajakan investasi.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

1 day ago
51






































