Anak Indonesia, Cahaya tak Pernah Padam!

19 hours ago 12

Image Eri Susandari

Guru Menulis | 2026-07-22 21:27:16

Anak Indonesia, Cahaya Tak Pernah Padam

Anakku, buah hatiku, amanah terindahku ...

Engkau hadir bersama doa-doa yang kami panjatkan. Engkau hadir menjadi anugerah terindah yang menghidupkan asa dan cahaya suci yang menerangi langkah-langkah kami, menjadi amanah yang menyemangati kami menempuh perjalanan ini.

Hadirmu diawali dengan tangis yang menjelma menjadi senyum terindah bagi kami. Hadirmu mengajarkan bahwa cinta yang tulus adalah cinta yang rela memberikan segalanya tanpa mengharap balas.

Anakku, tetap dan teruslah menjadi pembelajar sejati yang senantiasa bercita-cita luhur menjadi insan mulia dan berakhlakul karimah. Jangan pernah lelah mengejar ilmu sampai ke ujung dunia sekalipun, sebab ilmu akan menjaga langkahmu ketika kami tak lagi mampu menggenggam tanganmu, ketika kami tak lagi bisa memelukmu, ketika kami tak lagi dapat merengkuhmu tatkala hatimu gundah.

Jadilah pribadi yang santun, rendah hati saat berhasil, tetap tegar saat diuji, dan selalu baik kepada siapa pun yang Allah pertemukan denganmu. Jadikan mereka saudara yang Allah persaudarakan denganmu karenaNya.

Ingatlah, anakku, kualitas dan nilai diri dan pribadimu bukan ditentukan oleh seberapa tinggi engkau berdiri, seberapa banyak materi yang Allah karuniakan padamu, melainkan oleh seberapa banyak kebaikan yang engkau tebarkan.

Dunia mungkin mengagumi kecerdasanmu, tetapi Allah lebih mencintai hati yang penuh kelembutan kasih dan sayang, menjunjung tinggi kejujuran, dipenuhi kesabaran, dan keikhlasan.

Hari-hari kami selalu berdoa untuk tumbuhmu, untuk mulianya akhlakmu, untuk kesuksesan dunia dan akhiratmu. Kami juga memanjatkan doa agar setiap langkahmu senantiasa berada dalam lindunganNya, penjagaanNya, dan bimbinganNya.

Semoga engkau tumbuh menjadi insan yang berilmu, berakhlak mulia, mencintai orang tua dan gurumu, menyayangi sesama, serta menjadi cahaya yang membawa manfaat di mana pun engkau berada.

Wahai permata hatiku, teruslah melangkah tanpa ragu menggapai kemuliaan dunia untuk akhiratmu.

Bila suatu hari dunia dan langkahmu terasa berat, ingatlah bahwa selalu ada doa yang selalu mengalir mengetuk pintu langit mengiringi langkahmu, selalu ada hati yang percaya penuh pada kemampuanmu, dan selalu ada kasih yang tak pernah berhenti menyebutmu dalam setiap sujud panjang danmendalam kami pada Ilahi Robbi.

Ya Allah... Ya Rabbana ...

Lindungilah anakku di mana pun kaki mereka berpijak. Jadikan setiap langkahnya berada dalam penjagaanMu, setiap hembusan napasnya dipenuhi rahmatMu, dan setiap detak jantungnya berirama dengan cahaya iman yang Engkau anugerahkan.

Terangilah jalan yang mereka tempuh ketika dunia terasa gelap. Kuatkan hatinya ketika lelah menyapa. Teguhkan imannya ketika godaan menghampiri. Lapangkan dadanya ketika kegundahan datang, dan tumbuhkan keyakinan bahwa pertolonganMu selalu lebih dekat daripada yang mereka sangka.

Ya Rabb Yang Maha Pengasih...

Anugerahkan kepada anak kami ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, hati yang lembut, serta jiwa yang rendah hati. Jadikan mereka pribadi yang mencintai kebenaran, menghormati orang tua dan guru, menyayangi sesama, serta senantiasa rindu untuk bersujud kepadaMu.

Semoga setiap anak Indonesia tumbuh dalam cinta, dibesarkan dengan kasih sayang, dididik dengan hati yang penuh keikhlasan, diberikan keteladanan, dan insyaAllah kelak akan menjadi generasi yang memuliakan sesama dan mengharumkan nama bangsa.

Selamat Hari Anak Indonesia...

Setiap anak adalah bintang yang selalu bersinar, meski di kegelapan malam.

Cibinong, 22 Juli 2026

Eri Susandari

Guru SMA Al-Fikri Depok

dan SMP/SMA Salman Al-Farisi Cibinong

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |