REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 dengan menambah armada, memperkuat layanan, serta memastikan aspek keselamatan pelayaran. Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa selama periode libur panjang akhir tahun.
"Secara prinsip, ASDP sudah melakukan persiapan dengan baik sehingga pengguna jasa juga merasa terlayani dengan aman, nyaman, sampai tujuan," ujar Heru saat media gathering bertajuk "Kesiapan Angkutan Layanan Nataru 2025-2026" di Kantor Pusat ASDP Indonesia, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, Heru melanjutkan, ASDP menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan utama. Pada Nataru 2025–2026, lintasan Merak–Bakauheni akan dilayani 33 kapal per hari, sementara lintasan Ketapang–Gilimanuk ditingkatkan menjadi 34 kapal per hari.
Selain penambahan armada reguler, Heru menyampaikan, ASDP juga mengoperasikan kapal cepat Express II di lintasan Merak–Bakauheni. Kehadiran kapal ini memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat.
"ASDP Indonesia juga telah mengoperasikan kapal Express II untuk lintasan Pelabuhan Merak-Bakauheni sehingga masyarakat bisa memilih armada mana yang ingin mereka gunakan yaitu Express I atau Express II," lanjut Heru.
Terkait proyeksi arus penyeberangan, Heru menyampaikan puncak trafik diperkirakan terjadi menjelang dan setelah Hari Raya Natal. Ia memprediksi puncak trafik penumpang dan kendaraan pada layanan penyeberangan akan terjadi dalam dua tahap.
"Prediksi puncak trafik itu kita prediksi pada 24 Desember 2025 dan kemungkinan nanti akan naik lagi itu di 29, 30, 31 Desember 2025 itu nanti akan terjadi kenaikan lagi di arus puncaknya," ucap Heru.
Menurut Heru, hingga saat ini terdapat dua lintasan yang menjadi perhatian utama karena tingkat kepadatan yang tinggi, yakni Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk. Namun secara historis, lintasan Ketapang–Gilimanuk menjadi yang paling ramai saat libur Nataru.
"Rute yang ramai sampai saat ini ada dua sebetulnya, yaitu Ketapang-Gilimanuk dan Merak-Bakauheni. Tapi biasanya kalau libur Natal Tahun Baru ini yang paling ramai adalah di Ketapang-Gilimanuk. Karena memang rata-rata mereka ingin melaksanakan libur tahun baru menuju ke Bali," ungkap Heru.
Untuk mendukung perencanaan perjalanan masyarakat, Heru melanjutkan, ASDP telah membuka pemesanan tiket sejak jauh hari yang dapat dipesan mulai H-60 atau sejak 1 November 2025 hingga pertengahan Januari 2026. Selain itu, Heru mengatakan, pemerintah juga memberikan stimulus kepada pengguna jasa dengan diskon tarif sebesar 19 persen.
"Sehingga para masyarakat nanti yang ingin menyelenggarakan Natal dan tahun baru, liburan, ini juga bisa mendapatkan stimulus dari pemerintah sebesar 19 persen," lanjut dia.
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, Heru mengatakan, ASDP memastikan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia memastikan ASDP akan menindaklanjuti setiap informasi terkini dari BMKG.
"Terkait cuaca ekstrem, kita terus memonitor dari BMKG, kita berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan secara bersama-sama. Apa yang menjadi peringatan BMKG ini juga menjadi perhatian serius bagi kita. Kita punya komitmen soal keselamatan ini menjadi hal yang harus kita prioritaskan," ungkap Heru.
Heru juga menegaskan kesiapan armada dan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama perseroan. Ia menegaskan kesiapan kapal dalam kondisi layak laut, sementara kru kapal berada dalam kondisi prima.
"Kesiapan kapal juga kita pastikan dengan betul-betul bahwa kapal kita layak untuk berlayar. Kru-kru kita juga semuanya dalam keadaan sehat sehingga kita juga bisa memberikan pelayanan nanti kepada masyarakat," kata Heru.

3 weeks ago
44







































