Buku Autobiografi Berbasis Teori Ilmiah Dibedah di UI

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Buku autobiografi mulai berkembang tidak hanya sebagai kisah perjalanan hidup, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang memadukan pengalaman personal dengan teori dan kerangka akademik. Pendekatan tersebut dinilai dapat memperluas pemanfaatan autobiografi sebagai referensi ilmiah sekaligus sarana diseminasi pengetahuan kepada masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar dan bedah buku Penemu Biofar SS: Anak Desa dari Rp70 Ribu Mendunia karya Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Sabtu (25/7/2026). Kegiatan diikuti sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah akademisi, pejabat pemerintah, dan perwakilan lembaga negara. Di antaranya Guru Besar FKM UI Adang Bachtiar, Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rosleny Marliani, Guru Besar FKM USU Zulhaida Lubis, Pelaksana Harian Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Hendro Wicaksono, serta perwakilan Kepala Perpustakaan Nasional Arief Wicaksono. Acara dibuka melalui sambutan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diwakili Komjen Pol. R.Z. Panca Putra Simanjuntak dan dibacakan Irjen Pol. Andry Wibowo.

Dalam sambutannya, perwakilan Kapolri menyampaikan, karya tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya sangat bangga hadir di sini mewakili Kapolri untuk membuka secara resmi acara Peluncuran dan Bedah Buku Skala Internasional ini. Karya Muhammad Ja’far Hasibuan membuktikan bahwa anak desa pun memiliki mimpi besar dan kemampuan luar biasa untuk mengharumkan nama bangsa,” kata Andry dalam keterangan yang diterima pada Senin (27/7/2026).

Muhammad Ja’far Hasibuan mengatakan, buku tersebut disusun sebagai upaya menghubungkan pengalaman pribadi dengan ilmu pengetahuan agar dapat memberi manfaat lebih luas.

“Segala ilmu yang saya pelajari saya wujudkan dalam karya nyata dan inovasi agar dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.”

Dalam sesi bedah buku, para pembahas menilai karya tersebut tidak hanya menyajikan perjalanan hidup penulis, tetapi juga menghubungkan pengalaman tersebut dengan berbagai pendekatan akademik, seperti teori modal sosial, ketahanan diri (resilience), Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR), manajemen strategis, serta metode RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed).

Guru Besar FKM UI Adang Bachtiar menilai, pendekatan tersebut membuat autobiografi tidak hanya menjadi catatan perjalanan hidup, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan diskusi di lingkungan akademik.

Selain menghadirkan kisah hidup penulis, buku setebal lebih dari 400 halaman itu juga didukung sekitar 200 referensi ilmiah dari bidang kesehatan masyarakat, kebijakan publik, manajemen, kepemimpinan, hingga nilai-nilai keagamaan. Melalui pendekatan tersebut, setiap tahapan perjalanan penulis dihubungkan dengan konsep akademik yang relevan.

Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rosleny Marliani mengatakan, buku tersebut menunjukkan bahwa pengalaman hidup dapat menjadi media pembelajaran apabila disusun dengan pendekatan ilmiah.

“Saya mengapresiasi kerja keras Panitia Pelaksana, penerbit Mega Press Nusantara, serta dukungan penuh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang telah mempersiapkan acara ini dengan sangat baik. Kegiatan ini menjadi ruang yang sangat positif untuk membangun budaya literasi, inovasi, dan inspirasi bagi masyarakat.”

Guru Besar FKM USU Zulhaida Lubis menilai, perjalanan hidup penulis menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya yang berdampak.

“Prestasi ini bukan hanya membanggakan Ja’far sebagai pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga, almamater Universitas Sumatera Utara, dan seluruh putra-putri bangsa Indonesia. Ketika karya anak bangsa mendapat perhatian hingga tingkat internasional, sesungguhnya yang ikut terangkat adalah nama Indonesia.”

Buku setebal lebih dari 400 halaman tersebut memuat sekitar 200 referensi ilmiah yang mencakup bidang kesehatan masyarakat, kebijakan publik, manajemen, kepemimpinan, dan nilai-nilai keagamaan. Para pembahas menilai pendekatan tersebut memperlihatkan upaya menggabungkan pengalaman hidup dengan analisis akademik sehingga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat.

Forum ini menunjukkan semakin besarnya ruang bagi karya ilmiah populer yang menghubungkan pengalaman personal, riset, dan inovasi. Selain lebih mudah dipahami dibandingkan karya ilmiah konvensional, model penulisan yang memadukan autobiografi dengan teori akademik dinilai dapat memperkaya metode pembelajaran dan memperluas diseminasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |