REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Alif Haidir Adana, dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (FTan UMJ), menjalani Ujian Tertutup disertasi Program Studi Doktor Ilmu Pertanian yang berlangsung di Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (19/8/2026). Ujian tersebut membahas adopsi teknologi digital dan resiliensi usaha tani bawang merah di berbagai kawasan agroekologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Alif mempertahankan disertasi berjudul Studi Komparasi Adopsi Teknologi Digital dan Resiliensi Usaha Tani Bawang Merah pada Berbagai Kawasan Agroekologi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini mengkaji penggunaan teknologi digital, hambatan adopsi, dan pengaruh teknologi digital terhadap resiliensi usaha tani bawang merah. Alif meneliti tiga kawasan, yakni pesisir pantai, dataran tinggi, dan dataran rendah.
Dalam penelitiannya, Alif menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Ia melibatkan 316 petani bawang merah sebagai responden. Alif menganalisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dan regresi logistik.
“Penelitian ini melihat penggunaan teknologi digital oleh petani bawang merah sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan dalam proses adopsinya. Saya juga mengukur resiliensi usaha tani melalui dimensi adaptasi, recovery, antisipasi, dan inovasi,” kata Alif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani paling banyak menggunakan smartphone, handphone, media sosial, dan search engine. Sebaliknya, teknologi advanced seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) hampir tidak digunakan dalam aktivitas usaha tani.
Penelitian Alif juga menemukan tingkat resiliensi usaha tani yang masih rendah. Sebanyak 52,33 persen dari 316 usaha tani yang diteliti masuk kategori kurang resilien. Sementara itu, rata-rata skor resiliensi mencapai 14,335.
“Lebih dari lima puluh persen usaha tani bawang merah di D.I.Yogyakarta merupakan usaha tani yang kurang resilien. Usaha tani bawang merah di kawasan agroekologi pesisir pantai memiliki tingkat resiliensi tertinggi dibandingkan kawasan agroekologi lainnya,” tuturnya.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya transformasi digital dalam memperkuat resiliensi usaha tani. Alif menilai hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun kebijakan sektor pertanian. Kebijakan juga perlu mempertimbangkan karakteristik kawasan agroekologi dan kondisi petani.
“Kolaborasi antara penyedia teknologi, peneliti, dan petani merupakan kunci untuk merancang teknologi digital yang sesuai dengan skala pertanian kecil. Teknologi tersebut perlu memiliki biaya investasi rendah serta mudah dioperasikan dan dipelihara,” kata Alif.
Alif juga mendorong pemerintah untuk mempercepat transformasi digital pada sektor pertanian, khususnya di tingkat petani. Menurutnya, peningkatan pengetahuan dan keterampilan digital perlu berjalan seiring dengan penyediaan teknologi yang sesuai kebutuhan petani.
Setelah menyelesaikan studi S3, Alif berharap dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama studi dan menjadikan hasil riset sebagai kontribusi bagi pengembangan kebijakan serta institusi. Ia juga ingin terus produktif dalam publikasi dan berkontribusi terhadap kemajuan program studi, fakultas, dan UMJ.
“Harapan setelah menyelesaikan studi S3 adalah dapat menerapkan dengan baik berbagai ilmu yang telah didapat selama studi. Hasil riset juga dapat menjadi pertimbangan bagi para stakeholders dalam membuat policy, sekaligus mendukung saya menjadi dosen yang inklusif bagi mahasiswa, produktif dalam publikasi, dan lebih berkontribusi terhadap kemajuan prodi, fakultas, dan UMJ,” kata Alif.
Ujian Tertutup tersebut menghadirkan Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Ketua Tim Penguji; Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. selaku Promotor; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P. selaku Ko-Promotor 1 dan Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Ko-Promotor 2. Selain itu, hadir pula Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Penguji 1/Tim Penilai; Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc. selaku Penguji 2/Tim Penilai; Agus Dwi Nugroho, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Penguji 3/Tim Penilai; Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D. selaku Penguji 4/Penguji Internal; serta Dr. Raden Rara Aulia Qonita, S.P., M.P. selaku Penguji 5/Penguji Eksternal.

1 hour ago
4














































