Dokumen Penlok Bendungan Jenelata Dimatangkan, Gubernur Sulsel Segera Terbitkan SK

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang bersama tim persiapan Penentuan Lokasi (Penlok) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah mematangkan dokumen akhir proses pembebasan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangunan Bendungan Jenelata. Draf final permohonan Penlok ini akan segera diajukan kepada Gubernur Sulsel untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi.

Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, mengonfirmasi bahwa pembahasan konsep draf final permohonan Penlok beserta data pendukungnya masih berproses. “Persiapan tim Penlok kini sedang berproses pada pembahasan konsep atau draf final permohonan Penlok beserta data-data pendukungnya,” ujar Heriantono saat dikonfirmasi dari Makassar, Selasa.

Setelah pembahasan rampung, dokumen tersebut akan diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. “Nantinya (dokumen draf final) itu akan ditetapkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan untuk menjadi SK Penlok pengadaan tanah Bendungan Jenelata,” tegas Herianto.

Kebutuhan Lahan dan Progres Pembebasan

Pembangunan bendungan ini memerlukan lahan yang sangat luas, mencapai 1.772,28 hektare yang terbagi menjadi 2.991 bidang. Hingga saat ini, progres pembebasan lahan baru mencapai sekitar 238,92 hektare atau setara dengan 855 bidang. Artinya, masih tersisa 1.533,36 hektare lahan yang belum dibebaskan untuk menuntaskan proyek ini.

Tim Persiapan Penlok telah melaksanakan tahap awal pengadaan tanah. Kegiatan ini mencakup memastikan status lahan yang akan dibebaskan bebas dari sengketa serta menyampaikan pemberitahuan resmi mengenai kelanjutan pembangunan bendungan kepada masyarakat terdampak.

“Tim Persiapan Penlok Pemprov Sulsel sudah melaksanakan pemberitahuan awal pembangunan bendungan, mengidentifikasi serta menginventarisasi awal lokasi yang terdampak, maupun melakukan konsultasi publik terhadap pihak yang terdampak (masyarakat),” jelas Herianto.

Setelah tahapan awal tersebut selesai, fokus pekerjaan kini diarahkan pada penyelesaian dokumen permohonan Penlok. Dokumen ini akan menjadi dasar bagi gubernur untuk menerbitkan SK penetapan lokasi pengadaan tanah, sebuah tahapan krusial sebelum pelaksanaan pembangunan fisik dilanjutkan.

Lokasi, Target, dan Manfaat Bendungan

Pembangunan Bendungan Jenelata menyasar sejumlah desa di Kabupaten Gowa, antara lain Desa Tanah Karaeng, Desa Bissoloro, Desa Palantikang, Desa Buakkang, Desa Mangempang, Desa Bontomanai, dan Desa Bilalang. Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2028.

Sebagai salah satu program prioritas pembangunan pemerintah pusat, bendungan ini menelan anggaran senilai Rp4,15 triliun lebih. Skema pendanaannya menggunakan Loan Cexim (perjanjian dengan Bank Tiongkok) sebesar 85 persen, dan 15 persen sisanya merupakan dana pendampingan dari Kementerian Prasarana Umum melalui APBN.

Pengerjaan proyek PSN ini dilakukan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) yang terdiri dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero), serta CAMC Engineering Co.Ltd dari China. Bendungan ini akan menggunakan konstruksi Concrete Face Rock Dam (CFRD) dengan inti tegak setinggi 62,8 meter.

Dengan daya tampung efektif mencapai 223,6 juta meter kubik, Bendungan Jenelata dirancang untuk mereduksi banjir aliran Sungai Jenelata dari debit 1.800 meter kubik per detik menjadi 686 meter kubik per detik. Luas area genangan bendungan ini mencapai 12,20 kilometer persegi.

Manfaat lain dari bendungan ini meliputi penyediaan air baku sebesar 6,05 meter kubik per detik, dukungan irigasi untuk lahan seluas 26.773 hektare, serta potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 7 Mega Watt.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |