PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok Implementasikan Alat Bongkar Muat Pelabuhan Ramah Lingkungan

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal kembali memperkuat perannya dalam mendukung rantai pasok industri nasional.

Ini dilakukan melalui penanganan bongkar impor 21.612 ton steel billet dan komoditas lainnya di Dermaga PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara Selasa, (26/5/2026) dengan alat bongkar muat yang ramah lingkungan.

Komoditas bahan baku industri baja tersebut diangkut menggunakan kapal MV Shanghai Bulker dengan panjang kapal (LOA) 190 meter yang tiba dari Pelabuhan Nansha, China.

Muatan steel billet tersebut diperuntukkan bagi PT The Master Steel Manufactory sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku sektor manufaktur dan industri baja nasional.

Bongkar muat dilaksanakan dengan dukungan fasilitas dan peralatan operasional ramah lingkungan yang memadai guna memastikan proses berjalan aman, lancar, dan produktif.

Penanganan komoditas steel billet dalam jumlah besar ini sekaligus menegaskan kesiapan PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok melayani arus logistik komoditas strategis nasional.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok Ruly Arief Dwiyana mengatakan, kegiatan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan menghadirkan layanan terminal multipurpose yang andal dan efisien bagi kebutuhan industri serta ramah lingkungan.

“Dalam memperkuat layanan operasional yang ramah lingkungan, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok menerapkan elektrifikasi pada alat-alat bongkar muat pelabuhan,’’ katanya.

Penanganan bongkar steel billet hari ini, jelas dia, merupakan komitmen dalam mendukung kelancaran distribusi bahan baku industri melalui layanan operasional yang ramah lingkungan, aman, produktif, dan mengedepankan prinsip zero accident.

Selain itu, sebagai wujud penerapan sistem manajemen lingkungan berbasis ISO 14001 dan penilaian PROPER, pengendalian emisi, efisiensi energi, pengelolaan limbah berbasis prinsip 3R, serta optimalisasi proses bongkar muat yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi operasi PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok juga mengimplementasikan berbagai inovasi seperti penggunaan lampu LED, pemanfaatan overhead crane (OHC) untuk mengurangi ketergantungan alat berbahan bakar fosil, hingga elektrifikasi alat bongkar muat seperti Gantry Luffing Crane (GLC) sebagai bagian dari transisi menuju operasional rendah emisi.

Sejalan dengan penguatan layanan operasional, PTP Nonpetikemas terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kesiapan infrastruktur guna mendukung kebutuhan logistik nasional, khususnya sektor industri strategis yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami mengatakan, aktivitas bongkar muat komoditas industri tersebut menunjukkan peran penting terminal multipurpose dalam mendukung konektivitas logistik dan distribusi bahan baku nasional.

“PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus menghadirkan layanan terminal multipurpose yang andal dan terintegrasi untuk mendukung distribusi komoditas strategis, termasuk bahan baku industri baja yang berkontribusi terhadap penguatan sektor manufaktur nasional,” ujar Fiona.

Kinerja PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok

Secara konsolidasi, pada Triwulan I 2026 throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton atau tumbuh 3,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 11,9 juta ton. Pertumbuhan didorong trafik curah kering 5,7 juta ton, curah cair 3 juta ton, general cargo 2,9 juta ton, dan bag cargo 656 ribu ton.

Pada Triwulan I tahun 2026, PTP Nonpetikemas melalui Cabang Tanjung Priok memberikan kontribusi pendapatan dominan sebesar 58,82 persen dari total pendapatan perusahaan.

Dari sisi kinerja operasional, Cabang Tanjung Priok juga menyumbang kontribusi signifikan sebesar 32,4 persen terhadap total throughput PTP Nonpetikemas, dengan capaian sebesar 4,03 juta ton/m³ dari total throughput konsolidasi yang tercatat sebesar 12,4 juta ton/m³.

Sedangkan capaian secara total PT Pelindo Multi Terminal Group, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok mencatatkan kinerja impresif dengan throughput mencapai 4,03 juta ton/m³, atau setara 14 persen dari total throughput layanan Pelindo Multi Terminal secara group sebesar 27,64 juta ton/m³.

Kinerja produktivitas bongkar muat Ton/Ship/Day (T/S/D) di mana realisasi TSD kemasan general cargo dan bag cargo sampai dengan Triwulan I 2026 sebesar 4.024, untuk kemasan curah cair TSD sampai dengan Triwulan I 2026 teralisasi sebesar 1.746, untuk kemasan curah kering TSD sampai dengan Triwulan I 2026 teralisasi sebesar 3.857.

"Capaian kinerja pada Triwulan I 2026 mencerminkan peran strategis Cabang Tanjung Priok sebagai kontributor utama dalam mendukung pertumbuhan kinerja PTP Nonpetikemas maupun Pelindo Multi Terminal Group." ujar Ruly.

Perbandingan year-on-year (YoY), dengan capaian kenaikan sebesar 6 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 4.03 juta ton. Lonjakan ini terutama ditopang dominasi peningkatan komoditas curah kering 1,41 juta ton.

Didukung infrastruktur multipurpose yang memadai, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok memiliki panjang dermaga 3.314 meter, lapangan penumpukan 158.342 meter persegi, gudang 26.191 meter persegi, serta didukung peralatan bongkar muat seperti Gantry Luffing Crane (GLC), hopper, grab, forklift, dan jembatan timbang.

Aktivitas operasional di dermaga PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok pada hari ini didominasi penanganan berbagai komoditas strategis, meliputi bongkar CPO, RBDO, dan RBDS, serta muat semen curah, beras, barang campuran, alat berat, kendaraan, dan general cargo untuk mendukung distribusi logistik antardaerah.

Pada komoditas curah cair, kegiatan bongkar CPO, RBDO, dan RBDS masih berlangsung guna mendukung distribusi kebutuhan industri dan energi.

Sementara pada komoditas curah kering dan general cargo, aktivitas operasional mencakup muat beras, semen curah, barang campuran, alat berat, dan kendaraan tujuan berbagai wilayah domestik. Secara umum, seluruh kegiatan operasional berjalan aman, lancar, dan produktif.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |