REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengandalkan tiga strategi utama untuk meningkatkan nilai ekspor nasional sebagai upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan strategi tersebut meliputi perluasan akses pasar ekspor, peningkatan daya saing eksportir, serta diversifikasi pasar dan produk ekspor.
"Strategi Kementerian Perdagangan berfokus pada tiga aspek utama," ujar Puntodewi di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan strategi pertama dilakukan dengan memperluas akses pasar ekspor melalui penyelesaian dan pemanfaatan berbagai perjanjian internasional. Langkah tersebut bertujuan agar produk Indonesia memperoleh tarif yang lebih kompetitif sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Saat ini, Indonesia telah memiliki 25 perjanjian dagang internasional. Beberapa di antaranya ialah Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA), ASEAN Free Trade Area (AFTA), Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), dan Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA).
Selain itu, terdapat Indonesia–Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement (Indonesia GCC FTA), Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA), serta ASEAN–Australia–New Zealand Free Trade Area (AANZFTA).
Strategi kedua, Kemendag berkomitmen meningkatkan daya saing eksportir, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui berbagai program pendampingan ekspor, business matching, promosi dagang, serta penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu memenuhi standar pasar internasional.
Sementara itu, strategi ketiga dilakukan dengan mendorong diversifikasi pasar dan produk ekspor sehingga kinerja ekspor Indonesia tidak bergantung pada pasar maupun komoditas tertentu.
Menurut Puntodewi, implementasi ketiga strategi tersebut diharapkan mampu menjadikan ekspor sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan perolehan devisa negara.
Puntodewi juga menyampaikan Kemendag telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk memperluas pasar ekspor agar kinerja ekspor tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Langkah pertama ialah mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan dengan negara-negara mitra strategis sekaligus mengoptimalkan implementasi perjanjian yang telah berlaku.
Kemendag juga memperkuat promosi dagang internasional melalui pameran, misi dagang, business matching, dan pemanfaatan platform digital agar eksportir Indonesia dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli di pasar global.
sumber : Antara

9 hours ago
12
















































