REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Momentum Idul Fitri 1447 Hijriyah tidak hanya mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, tetapi juga memicu aktivitas renovasi rumah dan pembelian perlengkapan hunian. Tren tersebut ikut menggerakkan sektor bahan bangunan dan furnitur menjelang Lebaran 2026.
Hari Raya Idul Fitri tahun ini diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026. Menjelang perayaan tersebut, masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari makanan, pakaian Lebaran, hingga pembaruan hunian.
Renovasi rumah kerap menjadi tradisi sebagian masyarakat Muslim di Indonesia menjelang Ramadhan. Tujuannya untuk menghadirkan tampilan rumah yang lebih segar saat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan kerabat.
Berdasarkan riset tren belanja Ramadhan dari Populix, perabotan rumah tangga serta kebutuhan tanah dan bangunan termasuk dalam produk yang tetap diminati selama bulan puasa. Riset tersebut mencatat sekitar 11 persen masyarakat Muslim Indonesia masih membeli perabot rumah tangga selama Ramadhan, sementara 2 persen berencana membeli produk yang berkaitan dengan tanah atau bangunan.
Tradisi open house dan silaturahmi saat Lebaran turut mendorong masyarakat memperbarui tampilan rumah agar lebih nyaman bagi tamu. Selain itu, aktivitas ibadah selama Ramadhan seperti sahur dan berbuka puasa juga mendorong kesadaran untuk menghadirkan hunian yang lebih fungsional dan nyaman.
Secara finansial, rencana pembaruan rumah juga didukung oleh Tunjangan Hari Raya (THR). Banyak masyarakat memanfaatkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan hari raya, termasuk pembelian perabot rumah tangga atau bahan bangunan. Data YouGov menunjukkan sekitar 55 persen responden menyisihkan dana THR untuk belanja kebutuhan Lebaran.
Di tengah tren tersebut, konsep hunian minimalis dan fungsional menjadi salah satu gaya yang banyak diminati masyarakat. Desain ini dinilai mampu menghadirkan suasana rumah yang hangat sekaligus memudahkan aktivitas keluarga saat merayakan Idul Fitri.
Sejumlah tren desain hunian yang diperkirakan diminati selama Ramadhan antara lain design reimagined, quiet luxury, tactile minimalism, biophilic performance, serta value-driven design yang menekankan efisiensi biaya dengan kualitas material yang tetap andal.
Direktur PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk Gunarso mengatakan desain interior rumah memiliki peran penting dalam menciptakan suasana kebersamaan saat Lebaran.
“Dalam desain interior, setiap ruang memiliki cerita. Begitu pula Idul Fitri, sebuah momen untuk menciptakan ruang baru dalam hati yang dipenuhi kedamaian dan kebersamaan. Karena itu Keramik KIA menghadirkan berbagai variasi desain, ukuran, serta warna untuk memenuhi kebutuhan rumah,” ujar Gunarso.
Dalam semangat kembali ke fitrah menjelang Idul Fitri, hunian menjadi pusat berbagai aktivitas keluarga dan spiritual. Karena itu, rumah tidak hanya dituntut indah secara estetika, tetapi juga mampu menghadirkan kenyamanan bagi seluruh penghuni.
Salah satu tren yang muncul adalah konsep “Seamless Serenity”, yakni perpaduan tekstur organik yang menghubungkan area dalam dan luar rumah sehingga menciptakan kesan ruang yang lebih hidup.
Konsep “Quiet Luxury” juga menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat yang menginginkan suasana rumah yang tenang dan sederhana, namun tetap elegan.
Selain itu, pendekatan “Tactile Minimalism” menghadirkan desain minimalis dengan tekstur permukaan yang lebih dinamis, sementara konsep “Biophilic Performance” menekankan pemanfaatan cahaya alami, udara segar, serta unsur alam dalam hunian.
Adapun konsep “Value-Driven Design” menitikberatkan pada pemilihan material yang efisien dari sisi biaya namun tetap memiliki kualitas yang baik.
Untuk mendukung kebutuhan renovasi rumah, sejumlah perusahaan bahan bangunan menawarkan berbagai produk yang dapat digunakan masyarakat. PT Semen Jawa melalui merek SCG, misalnya, menyediakan beragam produk konstruksi seperti semen, mortar, serta material bangunan lainnya.

9 hours ago
9







































