REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi Cyber University, Dedi Dwi Saputra mengungkap potensi implementasi sederhana Agentic AI untuk meningkatkan efisiensi kerja sehari-hari. Memasuki 2026, perkembangan berbagai framework dan tools membuat teknologi AI yang mampu merencanakan, mengambil keputusan, serta menjalankan tugas secara mandiri semakin mudah diterapkan, termasuk untuk kebutuhan industri dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Agentic AI merupakan bentuk kecerdasan buatan yang memungkinkan sistem menjalankan serangkaian tugas secara lebih mandiri untuk mencapai tujuan tertentu. Dedi menjelaskan, teknologi ini tidak hanya menghasilkan teks atau gambar berdasarkan perintah seperti AI generatif. Agentic AI juga mampu merencanakan langkah, menggunakan tools eksternal, mengambil keputusan, hingga mengeksekusi tugas dengan sedikit campur tangan manusia secara terus-menerus.
Penerapan Agentic AI dapat dimulai dari berbagai pekerjaan rutin dan repetitif yang selama ini menyita waktu, seperti riset otomatis, pengolahan dokumen, hingga otomatisasi alur kerja kantor. Pendekatan sederhana tersebut membuat pemanfaatan Agentic AI dapat dilakukan secara bertahap, termasuk oleh pelaku industri dan UMKM yang ingin meningkatkan produktivitas tanpa harus langsung membangun sistem yang kompleks.
Penerapan Agentic AI juga dapat dilakukan melalui sistem single agent yang dirancang untuk menjalankan satu tujuan tertentu secara otomatis. Salah satu contohnya adalah researcher agent yang mampu mencari informasi di web, membaca artikel, merangkumnya, hingga menyusun laporan secara terstruktur.
Dedi menjelaskan, proses tersebut dapat dibangun dengan menentukan tujuan tugas, memberikan peran kepada agen, serta menyediakan tools yang dibutuhkan untuk menjalankan tugasnya.
“Dalam hitungan puluhan baris kode Python, agen ini sudah bisa berjalan,” kata Dedi dalam keterangan, Rabu (26/8/2026).
Kemudahan tersebut semakin didukung oleh beragam framework dan tools yang berkembang pada 2026. CrewAI, LangGraph, dan AutoGen menjadi beberapa framework yang dapat digunakan untuk membangun agen, sementara tools no-code dan low-code seperti n8n serta Agno memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin membuat alur kerja berbasis Agentic AI tanpa harus mengandalkan kemampuan coding yang mendalam.
Penerapan Agentic AI dapat ditemui pada berbagai kebutuhan kerja, salah satunya layanan customer support dan personal research assistant. Dalam layanan pelanggan, agen AI dapat menerima pertanyaan melalui email, menganalisis kebutuhan pelanggan, mencari jawaban dari knowledge base perusahaan, kemudian menyusun balasan yang dapat ditinjau oleh supervisor sebelum dikirimkan. Sementara itu, pada sektor manufaktur dan logistik, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk memantau data mesin, mendeteksi anomali, serta mengirimkan notifikasi terkait jadwal perawatan.
Bagi pengguna yang baru mulai mengenal Agentic AI, pemilihan tools juga menjadi salah satu faktor penting dalam proses implementasi. Dedi merekomendasikan CrewAI karena konsepnya menyerupai tim kerja manusia, dengan beberapa agen yang dapat menjalankan peran berbeda seperti researcher, writer, dan reviewer untuk menyelesaikan tugas secara kolaboratif. Sementara itu, pengguna yang ingin mengurangi kebutuhan coding dapat memanfaatkan n8n untuk membangun workflow agentic melalui sistem drag-and-drop.
Penerapan Agentic AI secara bertahap membuka peluang bagi industri, UMKM, hingga lingkungan pendidikan untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan tanpa harus memulai dari sistem yang kompleks. Dengan memilih kebutuhan yang tepat dan tetap melibatkan pengawasan manusia, teknologi ini dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membangun proses kerja yang lebih efisien sekaligus mempersiapkan talenta digital menghadapi perkembangan teknologi ke depan.
“Di Indonesia, peluang besar terbuka bagi dosen, mahasiswa, atau praktisi industri untuk bereksperimen dengan Agentic AI menggunakan sumber daya lokal seperti model bahasa Indonesia yang semakin matang,” kata Dedi.

2 hours ago
6

















































