Gaji Cepat Habis? Ini Cara Mengaturnya dari Prioritas hingga Side Hustle

1 day ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun 2025 menjadi pelajaran penting bagi banyak pekerja berpenghasilan UMR (Upah Minimum Regional). Fenomena “gaji numpang lewat”, ketika penghasilan baru diterima tetapi langsung habis dalam hitungan hari, kembali marak diperbincangkan.

Pengalaman tersebut rasa-rasanya juga dialami oleh banyak orang. Sebab, di tengah meningkatnya biaya hidup dan tren konsumsi gaya hidup digital, banyak pekerja merasa terjebak dalam siklus keuangan tanpa bisa menyisakan sebagian penghasilannya untuk simpanan atau tabungan. Terlebih setelah lonjakan harga kebutuhan pokok dan meningkatnya pengeluaran non-esensial selama setahun terakhir.

Namun, kabar baiknya, sejumlah perencana keuangan menilai tren ini sebenarnya bisa diatasi. Cara termudah adalah para pekerja mulai membangun disiplin finansial dan memahami ritme pengeluaran sehari-hari.

Cara individu mengatur uang saat ini cenderung spontan dan rentan tergiur promo, tren hiburan, atau kebutuhan sosial yang kerap dijadikan terapi kesehatan mental, seperti berlibur atau healing, olahraga berbiaya mahal seperti tenis, padel, dan golf, hingga menggunakan personal trainer di gym, serta terlalu sering menghabiskan anggaran untuk menikmati kuliner di kafe-kafe kekinian daripada merencanakan keuangan secara matang sejak awal.

Padahal, seorang ahli perencana keuangan, Rista Zwestika, menjelaskan ada banyak strategi sederhana yang bisa diterapkan untuk memutus pola “gaji hilang dalam sekejap”, seperti mengaktifkan tabungan berjangka dengan saldo yang tersedot otomatis, membatasi pengeluaran impulsif, serta menempatkan prioritas pada kebutuhan jangka panjang.

Contoh upaya ini terlihat dari Agustina, seorang karyawan dengan penghasilan UMR yang memulai side hustle dengan berjualan makanan ringan di kantornya. “Awalnya cuma iseng membawa beberapa camilan buatan sendiri. Ternyata banyak teman kantor yang suka dan minta dibikinkan lagi,” ujar Agustina.

Berbekal keahliannya membuat camilan, ia kini mampu menambah penghasilannya secara konsisten setiap bulan. Bahkan, ia juga bisa menyewa slot kantin di kantornya dan memperkerjakan seorang karyawan. Di saat waktu senggang, ia tetap bisa bekerja sambil mengontrol dagangannya.

Langkah yang dilakukan Agustina menjadi bukti bahwa upaya menambah penghasilan bisa dimulai dari sekadar hobi dan kemampuan yang sudah dimiliki. Yang terpenting, kata Rista, dalam menjalankan side hustle perlu membangun jaringan dan secara bertahap meningkatkan nilai diri.

Upgrade nilainya, perbesar jejaringnya. Peluang itu datang kalau kita siap,” kata Rista.

Para ahli juga menyoroti tahun 2025 menjadi titik balik karena perubahan gaya hidup masyarakat berlangsung bersamaan dengan menjamurnya berbagai acara hiburan, termasuk konser besar dan festival musik yang menghadirkan banyak artis internasional. Rista menjelaskan perbaikan kondisi keuangan personal tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan penyesuaian strategi yang sesuai dengan latar belakang tiap individu.

Langkah pertama yang perlu menjadi perhatian adalah pengelolaan pendapatan. “Apa yang perlu kita benahi? Contohnya, ketika memiliki pendapatan, apakah menggunakan rumus 50-30-20 atau 50-20-10-10. Itu bisa disesuaikan dengan kondisi klien,” ujar Rista.

Rista, yang juga merupakan pendiri dan CEO Finante.id, menyebutkan sekitar 80 persen masyarakat Indonesia tidak memiliki dana darurat. Padahal, dana darurat merupakan hal penting dalam kehidupan. Dana darurat berfungsi sebagai jaring pengaman untuk menjaga stabilitas keuangan pribadi maupun rumah tangga dari kejadian tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya medis mendadak, atau kerusakan properti, agar tabungan utama dan investasi jangka panjang tidak terganggu.

“Sejumlah persoalan dasar, seperti tidak memiliki dana darurat, masih dialami mayoritas masyarakat Indonesia. Ini yang perlu kita benahi terlebih dahulu. Dari pendapatan yang ada, kita atur pengeluarannya sehingga klien bisa menabung atau berinvestasi dengan tujuan membentuk dana darurat,” tutur Rista.

sumber : Antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |