REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Harga emas dunia dan atau logam mulia mengalami penurunan pada penutupan perdagangan akhir tahun 2025. Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi berpandangan, penurunan harga emas disebabkan pasar melakukan taking profit, sebelum diprediksi melonjak memasuki tahun 2026 akibat faktor tensi geopolitik.
Tercatat, harga emas dunia pada akhir 2025 sempat mencapai level tertingginya 4.550 dolar AS per troy ons, namun ditutup turun ke level sekitar 4.320 dolar AS per troy ons. Pergerakan harga emas dunia sepanjang 2025 mengalami melonjak sekitar 57 persen dibandingkan dengan posisi pada 1 Januari 2025 sebesar 2.614 dolar AS per troy ons.
Adapun, harga logam mulia ditutup di akhir 2025 pada level Rp 2,5 juta per gram, menurun dibandingkan perdagangan sebelum-sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 2,6 juta per gram. Tapi, angka Rp 2,5 juta per gram menunjukkan terjadi lonjakan sekitar 70 persen dibandingkan awal tahun 2025 di posisi sekitar Rp 1,55 juta per gram.
“Kenapa kok harga emas turun? Karena pertama, memasuki tahun baru, pan-pan besar itu tahu bahwa di awal tahun 2026 gejolak geopolitik kembali memanas. Ini yang sedang ditunggu oleh pasar, sehingga terjadi taking profit,” ujar Ibrahim dalam keterangan suara, dikutip Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan tensi geopolitik yang terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Timur Tengah, Amerika Latin, Eropa, hingga Asia Timur. Di Timur Tengah, tensi geopolitik tidak hanya terjadi antara Israel-Iran tetapi juga Arab Saudi-Yaman.
Di Amerika Latin, AS menyabotase kapal tanker Venezuela dengan tujuan untuk melemahkan perekonomian Venezuela. Presiden AS Donald Trump ingin melengserkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan taktik lewat jalur ekonomi. Ketika terjadi krisis ekonomi, masyarakat Venezuela akan melakukan demonstrasi dan bisa berpotensi menggulingkan Maduro.
Di Eropa, Rusia dan Ukraina terus berkonflik. Ukraina melakukan penyerangan ke Istana Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menggunakan 150 drone. Rusia tidak akan tinggal diam untuk melakukan penyerangan balik. Upaya perdamaian dari AS sendiri masih jadi tarik ulur, yang menyebabkan tensi geopolitik masih bergulir di Eropa.
Di Laut Asia Timur, China terus melakukan latihan perang di selat Taiwan, yang mana Taiwan berkeinginan untuk lepas dari China, sedangkan China bersikeras Taiwan merupakan bagian darinya. Kondisi panasnya geopolitik antara China-Taiwan telah berimbas pada dihentikannya seribuan penerbangan di Taiwan karena ada ketakutan perilaku sabotase. Dalam konflik tersebut, AS berada di barisan Taiwan untuk melawan China dengan mensuplai persenjataan. Jepang juga mendukung Taiwan.
“Ini yang secara geopolitik sebenarnya kenapa kok harga emas turun. Kita lihat bahwa secara fundamental, mengindikasikan masih akan mengalami kenaikan, tetatpi turun sampai di 4.349 dolar AS per troy ons karena menunggu setelah nanti momen Tahun Baru di minggu depan kemungkinan besar akan melompat tinggi,” jelasnya.
Ibrahim melanjutkan, selain masalah tensi geopolitik, polemik perpolitikan di AS juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas. Gubernur The Fed Jerome Powell –yang ingin dilengserkan oleh Presiden AS Donald Trump- kemungkinan besar akan rampung memimpin Bank Sentral AS pada Mei 2026 mendatang. Kemungkinan Powell akan digantingkan oleh pejabat setingkat menteri dari Gedung Putih.
“Ini akan membuat gejolak tersendiri, karena independensi Bank Sentral AS kemungkinan besar akan diuji,” ujarnya.
Di sisi lain, masalah perang dagang juga dinilai akan kembali memanas pada 2026. Hal lainnya, masalah Bank Sentral AS dikabarkan akan menggelontorkan stimulus, dengan melakukan buyback 40 miliar dolar AS pada Januari, berlanjut Februari. Langkah itu dilakukan karena China yang diketahui memiliki obligasi AS sekitar 65—70 persen sedikit demi sedikit menjualnya.
“China juga membutuhkan dana yang cukup besar untuk persiapan perang, sehingga Bank Sentral AS harus melakukan pembelian kembali 40 miliar dolar AS. Ini kemungkinan besar akan membuat harga emas di tahun 2026 akan melonjak tinggi,” tutupnya.

5 days ago
28







































