Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, MIND ID Jadi Magnet Utama

14 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hilirisasi mineral semakin mempertegas perannya sebagai penggerak investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi di sektor hilirisasi mineral mencapai Rp98,3 triliun atau sekitar 67 persen dari total investasi hilirisasi nasional yang mencapai Rp147,5 triliun.

Besarnya investasi tersebut ditopang komoditas strategis yang sebagian besar berada dalam portofolio Grup MIND ID, mulai dari nikel, tembaga, timah, hingga bauksit. Kondisi ini menempatkan holding industri pertambangan BUMN tersebut sebagai salah satu magnet utama masuknya investasi ke sektor hilirisasi nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan kontribusi hilirisasi terhadap investasi nasional terus meningkat. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau setara 29,6 persen dari total investasi nasional sebesar Rp498,8 triliun.

"Hal yang perlu kami soroti adalah sektor hilirisasi sumber daya alam yang kontribusinya meningkat menjadi 30 persen dari total realisasi investasi pada triwulan I 2026, yakni sebesar Rp147,5 triliun," kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, dikutip Rabu (17/6/2026).

Sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi nasional. Dari total investasi hilirisasi mineral sebesar Rp98,3 triliun, komoditas nikel menjadi kontributor utama dengan nilai Rp41,5 triliun atau sekitar 42 persen.

Investasi terbesar berikutnya berasal dari komoditas tembaga sebesar Rp20,7 triliun, disusul besi baja Rp17 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, serta timah Rp2,5 triliun. Sisanya berasal dari komoditas lain seperti emas, perak, kobalt, mangan, batubara, pasir silika, dan logam tanah jarang.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi hilirisasi nasional masih bertumpu pada komoditas mineral yang menjadi kekuatan utama Indonesia di pasar global. Sejumlah komoditas itu juga merupakan aset strategis yang dikelola oleh entitas-entitas di bawah Grup MIND ID.

ANTAM berperan penting dalam pengembangan rantai nilai nikel dan bauksit nasional. Di sektor tembaga, PT Freeport Indonesia menjadi salah satu pemain utama yang menopang agenda hilirisasi, sedangkan PT Timah memegang peran strategis dalam pengembangan industri timah nasional.

Masuknya investasi dalam jumlah besar ke sektor mineral turut mendorong pertumbuhan kawasan industri berbasis sumber daya alam di berbagai daerah. Rosan mengungkapkan sekitar 75 persen investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa.

Investasi tersebut terkonsentrasi di sejumlah wilayah penghasil mineral, terutama Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang berkembang menjadi pusat industri pengolahan nikel serta ekosistem baterai kendaraan listrik.

Data BKPM menunjukkan Sulawesi Tengah menjadi tujuan investasi terbesar kelima nasional dengan nilai Rp32,1 triliun atau 6,4 persen dari total investasi triwulan I 2026. Maluku Utara berada di posisi keenam dengan investasi mencapai Rp25,2 triliun atau 5 persen dari total investasi nasional.

Kedua provinsi tersebut menjadi contoh bagaimana hilirisasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pemerataan investasi di luar Pulau Jawa.

Pada saat yang sama, sektor industri logam dasar dan barang logam juga menjadi subsektor investasi terbesar nasional dengan realisasi Rp69,4 triliun atau 14 persen dari total investasi nasional. Nilai tersebut melampaui investasi sektor pertambangan yang tercatat sebesar Rp51,9 triliun.

Menurut Rosan, pemerintah akan terus memperluas program hilirisasi ke berbagai komoditas strategis guna menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

"Kami juga terus mendorong hilirisasi komoditas strategis lainnya yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut," ujarnya.

Pemerintah menargetkan realisasi investasi pada 2027 mencapai Rp2.322 triliun, naik 13,8 persen dibandingkan target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Dalam mencapai target tersebut, sektor hilirisasi mineral diperkirakan tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi nasional.

Besarnya investasi yang mengalir ke komoditas nikel, tembaga, timah, dan bauksit menunjukkan bahwa hilirisasi telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk menarik modal, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global. Di tengah tren tersebut, aset-aset strategis yang dikelola Grup MIND ID terus menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor yang ingin masuk ke sektor mineral Indonesia.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |