Kemenperin Adaptasi Sistem Vokasi Swiss

1 day ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menerapkan Praktik Kerja Industri Terstruktur atau Structured Internship yang diadaptasi dari sistem pendidikan vokasi Swiss untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) industri nasional. Skema ini menjadi bagian dari strategi Kemenperin dalam menyiapkan tenaga kerja industri yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

Penguatan Structured Internship bertujuan menjawab tantangan perubahan kompetensi di sektor industri, termasuk tuntutan transformasi digital. Melalui pendekatan sistem ganda, proses pembelajaran berlangsung di satuan pendidikan dan di perusahaan, dengan pendampingan pelatih tempat kerja yang kompeten.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, pendidikan vokasi memegang peran kunci dalam mencetak tenaga kerja industri yang siap pakai dan berdaya saing global. “Pendidikan vokasi menjadi tulang punggung penciptaan SDM industri yang kompeten dan adaptif. Praktik kerja industri yang terstruktur memperkuat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Implementasi Structured Internship juga didorong melalui kerja sama internasional. Kemenperin menggandeng program Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) yang didanai Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO) untuk membangun sistem ganda pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan, penerapan awal telah dimulai melalui kegiatan prediskusi Structured Internship bersama SS4C. “Kami memetakan kesiapan dan praktik yang telah berjalan di satuan pendidikan vokasi Kemenperin sebagai dasar penguatan implementasi,” ujar Doddy.

Dukungan SS4C menyasar politeknik dan akademi komunitas terpilih, khususnya pada sektor logam, manufaktur, makanan, serta mebel dan perkayuan. Kerja sama ini melibatkan kementerian terkait dan mitra industri guna memastikan keterhubungan kurikulum dengan kebutuhan riil lapangan kerja.

Sebagai penguat kebijakan, pada 2024 Kemenperin dan SS4C menerbitkan Buku Panduan Praktik Kerja Industri Terstruktur. Dokumen ini merinci prosedur pelaksanaan mulai tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian, termasuk pembagian peran dan tanggung jawab para pihak.

Pada forum Strategic Dialogue on Structured Internship di Jakarta, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Wulan Aprilianti Permatasari, mewakili Kepala BPSDMI, memaparkan capaian awal implementasi. “Politeknik dan SMK binaan Kemenperin mulai menyelaraskan capaian pembelajaran lulusan dengan profil jabatan industri, membekali peserta soft skills, serta menata jadwal dan mekanisme pemantauan secara sistematis,” tuturnya.

Saat ini Kemenperin menaungi 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK di berbagai daerah. Data BPSDMI per September 2025 mencatat sembilan dari sepuluh lulusan politeknik dan akademi komunitas Kemenperin tahun 2024 terserap di dunia kerja, sementara lebih dari tiga perempat lulusan SMK binaan langsung masuk industri. Capaian ini menunjukkan Structured Internship mulai memberi dampak nyata bagi kesiapan SDM industri nasional.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |