REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH M Cholil Nafis Lc PhD, Wakil Ketua Umum MUI
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ. وَتَرَى الْمَلاَئِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَولِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِالْحَقِ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِله إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه رَبُّ الَعَالَمِينَ وَقَيُّومُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرَضِينَ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ , اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَابِعِينَ وَالْعَامِلِيْنَ بِسُنَّتِهِ ، إِلَى يَوْمِ الدِّيـْنِ . أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ ، وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى, اتَّقُوا اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وقد قال الله تعالي في كتابه الكريم وهو أصدق القائليـْن:
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم: وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ
خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. وقال النبي : إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ
Hadirin, jamaah yang dirahmati Allah SWT…
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat menjalankan ibadah Jumat pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi amal baik dan kelak menjadi bekal kita untuk menghadap keharibaan-Nya. Amin. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW yang telah menunjukkan manusia ke jalan kebenaran, yaitu agama Islam yang diridhai oleh Allah SWT.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah SWT,
Secara filosofi, manusia adalah makhluk ekonomi. Karena tidak satupun manusia yang dapat hidup tanpa mengkonsumsi, memproduksi dan mendistribusi. Kebutuhan mengkonsumsi menuntut adanya produksi, namun tidak ada orang yang mampu memproduksi semua kebutuhannya sehingga pasti saling membutuhkan dan saling sehingga diperlukan adanya distribusi. Karenanya, keterpautan kemampuan seseorang dengan yang lain menciptakan ketergantungan antara sesama sebagai ciri manusia sebagai makhluk sosial.
Kebutuhan manusia untuk mengkonsumsi niscaya memerlukan harta. Harta pada dasarnya sesuatu yang baik. Namun sikap seseorang untuk memperoleh dan menggunakan harta yang menyebabkan harta bisa berubah menjadi terpuji atau tercela. Harta terpuji adalah harta yang diperoleh dengan cara halal dan dipergunakan untuk kebaikan dan didermakan, sedangkan harta tercela adalah harta yang diperoleh dengan cara tidak benar dan digunakan untuk kemaksiatan atau untuk menumpuk kekayaan.
Harta bukan segalanya tetapi segalanya membutuhkan harta. Maka Islam memandang harta adalah sesuatu yang terpenting setelah keimanan. Sebab sebagian besar pelaksanaan syariah membutuhkan harta, seperti shalat, zakat, haji, jihad, dan lainnya. Karenanya, harta dipandang baik jika diperoleh dengan cara baik dan dipergunakan di jalan Allah (fi sabilillah). Harta akan menjadi petaka dan fitnah jika diperoleh dengan cara tidak halal dan dipergunakan untuk kemaksiatan. Allah SWT berfirman:
إِنَّمَآ أَمۡوَٲلُكُمۡ وَأَوۡلَـٰدُكُمۡ فِتۡنَةٌ۬ۚ وَٱللَّهُ عِندَهُ ۥۤ أَجۡرٌ عَظِيمٌ۬
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS at-Taghaabun:15)
Saudara hadirin jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah SWT…
Harta akan menjadi kebaikan jika dipandang sebagai sarana untuk mendukung pelaksanaan ajaran Islam, dan harta akan menjadi bencana (fitnah) jika dijadikan sebagai tujuan hidup.
Rasulullah SAW bersabda:
"لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ"
“Setiap umat pasti mendapat cobaan (fitnah), sedangkan cobaan umatku adalah harta.” (HR Turmudzi)

19 hours ago
14











































