REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik selama Operasi Ketupat 2026. Pemanfaatan ruas tol baru tersebut diharapkan dapat membantu memecah kepadatan kendaraan di jalur utama.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan pengoperasian ruas tol fungsional menjadi bagian dari strategi pengelolaan lalu lintas bersama rekayasa lain seperti contraflow dan one way.
“Ada juga pengalihan tol fungsional. Di Japek Selatan nanti ini sangat strategis untuk memecah pada saat arus balik,” kata Agus dalam konferensi pers di Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 Polda Jawa Barat di rest area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, dikutip Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan ruas tol fungsional tersebut antara lain Japek Selatan dari Sadang hingga Deltamas sampai Setu. Ruas lain yang disiapkan berada di jalur Bocimi dari Parungkuda hingga Karang Tengah.
Tol fungsional juga difungsikan di sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa. Ruas yang disiapkan antara lain Solo–Jogja, Probolinggo hingga Besuki sampai Paiton, serta ruas Semarang, Bawen hingga Ambarawa.
Pengelolaan arus mudik juga memperhitungkan proyeksi pergerakan kendaraan dari Jakarta menuju berbagai daerah. Kepolisian memperkirakan sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta menuju jalur Trans Jawa hingga wilayah penyeberangan ke Sumatera.
“Proyeksi tiga setengah juta kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta ke Trans Jawa hingga Cikupa, Banten sampai Sumatera, sampai sekarang baru dua puluh delapan persen yang sudah meninggalkan Jakarta,” ujar Agus.
Ia menyampaikan Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas. Kepolisian juga memfokuskan pengamanan pada lima klaster kegiatan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri.
Klaster tersebut meliputi jalan tol, jalan arteri nasional, pelabuhan penyeberangan dan simpul transportasi seperti terminal, bandara, serta stasiun, tempat ibadah, dan kawasan wisata.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyatakan jajarannya menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung pengaturan arus kendaraan di wilayahnya. Polda Jawa Barat menurunkan tim urai yang bergerak di jalur tol maupun arteri.
“Ini kami tim urai yang nanti akan bekerja mengurai kepadatan di jalur tol dan di beberapa tempat lain di jalur arteri,” kata Rudi.
Polda Jawa Barat juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi pengendara yang keluar dari tol ketika rekayasa lalu lintas diterapkan. Jalur selatan mulai Sukabumi hingga Pangandaran disiapkan sebagai rute alternatif menuju wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, jalur tengah melalui Gentong, Limbangan, dan Nagreg juga disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur utama menuju Bandung maupun Jakarta.
Pemanfaatan ruas tol fungsional dan jalur alternatif diharapkan membantu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat selama masa angkutan Lebaran. Operasi Ketupat diarahkan untuk memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman serta kembali ke tempat asal dengan selamat.

7 hours ago
6







































