REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Persaingan pasar kendaraan listrik di Indonesia kian memanas. Setelah dibanjiri merek asal China dalam dua tahun terakhir, PT Indomobil National Distributor kini membawa Leapmotor untuk memperkuat portofolionya di segmen mobil listrik premium. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi investasi jangka panjang melalui kolaborasi dengan grup otomotif global Stellantis N.V., di tengah pasar kendaraan listrik nasional yang terus berkembang.
Momentum tersebut ditandai dengan peluncuran Leapmotor C10 pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, akhir pekan lalu. SUV listrik global ini menjadi model kedua Leapmotor yang dipasarkan secara resmi di Indonesia bersama B10. Meski sama-sama berkapistas lima penumpang, kabin C10 lebih lega sementara B10 lebih kompak. C10 menyasar konsumen keluarga yang menginginkan kendaraan berteknologi tinggi tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan kenyamanan.
Brand Head Leapmotor Indonesia Samuel Christian Wowor mengatakan, C10 dikembangkan dengan filosofi Human-Centric Tech yang menempatkan pengalaman pengguna sebagai prioritas. Menurut dia, kolaborasi Leapmotor dengan Stellantis tidak hanya menghadirkan teknologi kendaraan listrik, tetapi juga standar rekayasa khas Eropa.
"Melalui filosofi Human-Centric Tech, Leapmotor C10 memadukan rekayasa sasis khas Eropa dari Stellantis, kabin yang senyap, serta standar keselamatan bintang lima E-NCAP untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman dan memberikan ketenangan dalam setiap perjalanan," ujar Samuel.
Dari sisi produk, C10 hadir sebagai SUV listrik berukuran menengah dengan desain modern, illuminating LED light bar, door handle tersembunyi, serta velg 20 inci. Kendaraan ini menggunakan arsitektur Cell-to-Chassis (CTC 2.0) yang mengintegrasikan baterai ke struktur sasis sehingga menghasilkan tingkat kekakuan bodi 42.500 Nm/degree.
Mobil ini dibekali baterai LFP berkapasitas 69,9 kWh dengan motor listrik penggerak roda belakang bertenaga 165 kW dan torsi 360 Nm, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 478 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Leapmotor juga mengembangkan karakter pengendalian C10 bersama tim engineering Stellantis di Balocco Proving Ground, Italia. Di dalam kabin, SUV ini dilengkapi material kulit silikon bersertifikat OEKO-TEX Standard 100, prosesor Qualcomm Snapdragon 8155, layar ganda berukuran 14,6 inci dan 10,25 inci, sistem operasi Leap OS 4.0, Android Auto dan Apple CarPlay nirkabel, pembaruan perangkat lunak over-the-air, audio 12 speaker, serta teknologi ADAS Level 2 dengan 16 fitur bantuan berkendara. Dari sisi keselamatan, C10 telah mengantongi peringkat lima bintang European NCAP dan dibekali tujuh kantong udara.
Untuk pasar Indonesia, Leapmotor C10 telah dirakit secara lokal (CKD) di fasilitas PT National Assemblers, Purwakarta, Jawa Barat. Mobil ini dipasarkan dalam varian Flagship RWD dengan harga Rp 618 juta on the road Jakarta.
Selama GIIAS 2026, Leapmotor memberikan harga perkenalan Rp 598 juta bagi 500 konsumen pertama. Produksi lokal tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada peluncuran produk baru, tetapi juga pada investasi manufaktur, penguatan jaringan distribusi, dan upaya meningkatkan daya saing di pasar otomotif nasional.

4 hours ago
6















































