Pemerintah Klaim Tekanan Global tak Goyahkan Ekonomi Nasional

6 days ago 29

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengklaim tekanan perekonomian global sepanjang 2025 tidak menggoyahkan kinerja ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di kisaran 5 persen, inflasi terkendali, serta indikator kesejahteraan masyarakat terus membaik. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan stabilitas ekonomi nasional dijaga melalui penguatan koordinasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga.

“Sepanjang tahun 2025, Pemerintah secara konsisten menjaga stabilitas ekonomi nasional, salah satunya melalui penguatan koordinasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga, sehingga perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid di tengah tantangan global,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (31/12/2025).

Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 tercatat sebesar 5,04 persen (yoy). Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 terjaga di kisaran 5 persen meski dinamika global masih diliputi ketidakpastian.

Stabilitas makroekonomi juga dinilai tetap terjaga. Inflasi berada dalam sasaran 2,5±1 persen dan tercatat sebesar 2,72 persen (yoy) pada November 2025, sementara nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp 16.785 per dolar AS pada Desember 2025.

Di pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat dan berada di level 8.644,26 pada 29 Desember 2025. Cadangan devisa Indonesia juga tetap tinggi, mencapai 150,1 miliar dolar AS pada November 2025.

Kinerja sektor riil menunjukkan penguatan yang konsisten. PMI Manufaktur Indonesia berada pada fase ekspansi di level 53,3 pada November 2025, sementara Indeks Keyakinan Konsumen tetap berada di level optimistis sebesar 124,0.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Pada periode Januari hingga Oktober 2025, surplus neraca perdagangan mencapai 35,88 miliar dolar AS.

Realisasi investasi juga tumbuh positif. Sepanjang Januari–September 2025, realisasi investasi mencapai Rp 1.434,3 triliun atau tumbuh 13,7 persen (yoy), diikuti pertumbuhan penyaluran kredit perbankan sebesar 7,36 persen (yoy) pada Oktober 2025.

Perbaikan kualitas pertumbuhan tercermin dari indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat menjadi 70,59 persen pada Agustus 2025, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 4,85 persen.

Tingkat kemiskinan nasional tercatat turun menjadi 8,47 persen pada Maret 2025. Kemiskinan ekstrem juga menurun menjadi 0,85 persen pada periode yang sama, dengan rasio gini berada di level 0,375 yang mencerminkan perbaikan pemerataan pendapatan.

Untuk menjaga momentum ekonomi, Pemerintah mengoordinasikan berbagai stimulus, mulai dari bantuan pangan, tambahan Kartu Sembako, Bantuan Subsidi Upah, hingga BLTS Kesra. Stimulus juga diberikan melalui diskon transportasi, dukungan bagi industri padat karya, insentif fiskal bagi pekerja dan UMKM, serta percepatan deregulasi dan integrasi perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Ke depan, Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan perekonomian nasional, memastikan sinergi lintas sektor berjalan efektif, serta menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inklusif, dan berdaya saing. Pemerintah berkomitmen agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Haryo.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |