Perkenalkan Arsitektur OMO-ROBOT, OMOWAY Optimalkan Kecanggihan AI untuk Kebutuhan Mobilitas Manusia

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA — Perusahaan teknologi mobilitas pintar OMOWAY secara resmi meluncurkan arsitektur teknologi terbarunya, OMO-ROBOT Architecture, dalam sebuah acara global yang digelar di Singapura, Kamis (12/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, perusahaan juga mengumumkan bahwa produk andalannya, OMO X, sepeda motor listrik dengan teknologi penyeimbang otomatis pertama di dunia yang diproduksi massal, telah resmi memasuki tahap produksi massal.

OMOWAY dikenal sebagai perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan mobilitas cerdas berbasis integrasi perangkat keras dan perangkat lunak. Perusahaan ini mengembangkan teknologi kendaraan roda dua yang memadukan kecerdasan buatan AI, sensor persepsi, serta sistem robotik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman, stabil, dan adaptif bagi pengguna.

Peluncuran global di Singapura menegaskan posisi negara tersebut sebagai pusat inovasi teknologi di Asia Tenggara. Menurut perusahaan, Singapura dipilih karena menjadi gerbang strategis menuju pasar regional sekaligus lokasi kantor pusat global OMOWAY, yang menempatkan perusahaan di tengah ekosistem teknologi yang berkembang pesat di kawasan ini.

Teknologi inti yang diperkenalkan dalam acara tersebut adalah OMO-ROBOT Architecture, sebuah sistem teknologi terpadu yang menjadi “otak” bagi seluruh produk OMOWAY. Sistem ini menggabungkan teknologi giroskop kelas kedirgantaraan dengan model kecerdasan buatan berbasis reinforcement learning yang dikembangkan secara internal.

Melalui pendekatan tersebut, OMOWAY berupaya memecahkan salah satu tantangan paling mendasar dalam kendaraan roda dua, yaitu menjaga keseimbangan. Selama lebih dari satu abad, sepeda motor dikenal sebagai kendaraan yang mudah terjatuh ketika berhenti atau bergerak sangat lambat. Dengan teknologi baru ini, OMOWAY berupaya mengubah paradigma tersebut.

“Selama bertahun-tahun kami bertanya satu hal sederhana: mengapa sepeda motor masih bisa jatuh ketika berhenti? Dari pertanyaan itu lahir gagasan untuk membangun kendaraan roda dua yang mampu menjaga keseimbangannya sendiri,” ujar Founder OMOWAY, Todd He, dalam peluncuran tersebut.

Arsitektur OMO-ROBOT dirancang dengan empat kemampuan utama yang menyerupai naluri manusia. Sistem ini mampu “melihat” melalui sistem persepsi visual 360 derajat, “berpikir” melalui model pengambilan keputusan dalam hitungan milidetik, “bertindak” melalui koordinasi presisi antara motor, pengereman, kemudi, dan giroskop, serta “bereaksi” secara instan melalui arsitektur listrik dan elektronik berperforma tinggi.

Produk utama yang menjadi sorotan dalam peluncuran ini adalah OMO X, sepeda motor listrik yang mampu menjaga keseimbangan secara otomatis tanpa memerlukan penopang. Kendaraan ini menggunakan modul Control Moment Gyroscope (CMG) presisi tinggi yang memanfaatkan prinsip konservasi momentum sudut sehingga motor dapat tetap tegak bahkan ketika berjalan sangat lambat atau berhenti.

Dengan teknologi tersebut, OMO X mampu mempertahankan stabilitas secara otonom dan membantu pengendara dalam berbagai situasi berkendara. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan keselamatan, terutama bagi pengendara pemula atau dalam kondisi lalu lintas yang padat.

Selain teknologi penyeimbang otomatis, motor ini juga dilengkapi dengan sistem keamanan aktif yang disebut “All-Scenario Protection”. Sistem ini memungkinkan kendaraan melakukan intervensi aktif dalam berbagai kondisi, seperti membantu mencegah selip di jalan basah, memberikan bantuan stabilitas saat menikung, hingga melakukan penghindaran rintangan dalam situasi darurat.

Inovasi tersebut mengubah konsep sepeda motor tradisional menjadi kendaraan yang lebih cerdas dan responsif. OMOWAY bahkan mendefinisikan kategori baru bagi produk ini sebagai MotoRobot, yaitu kendaraan roda dua yang mampu merasakan lingkungan, menjaga keseimbangan, serta berinteraksi dengan pengendara melalui sistem kecerdasan buatan.

“OMO X bukan sekadar sepeda motor listrik. Kami membayangkannya sebagai robot mobilitas yang mampu memahami lingkungan dan bekerja sama dengan pengendara untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih aman,” kata Todd He.

Selain menghadirkan inovasi teknologi, OMO X juga mendapatkan pengakuan internasional dengan meraih iF Design Award 2026. Penghargaan desain bergengsi dari Jerman tersebut diberikan kepada produk yang dinilai mampu menggabungkan desain futuristik dengan fungsi teknologi yang inovatif.

OMOWAY juga mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi pasar pertama bagi OMO X. Perusahaan menjadwalkan pembukaan pre-order resmi pada akhir April 2026, sementara peluncuran pasar akan dilakukan di Jakarta pada akhir Mei 2026, bersamaan dengan pengumuman harga dan spesifikasi lengkap kendaraan.

General Manager Indonesian Market OMOWAY, Yulong Chen, mengatakan bahwa Indonesia dipilih sebagai pasar perdana karena memiliki salah satu ekosistem kendaraan roda dua terbesar di dunia serta tingkat adopsi teknologi yang terus berkembang.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami. Dengan jumlah pengguna sepeda motor yang sangat besar dan kebutuhan mobilitas yang tinggi, kami melihat peluang besar untuk menghadirkan teknologi berkendara yang lebih aman dan cerdas bagi masyarakat,” ujar Yulong Chen.

Ia menambahkan bahwa perusahaan juga tengah mempersiapkan berbagai inisiatif lokal untuk mendukung kehadiran produk tersebut di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem layanan serta kolaborasi dengan mitra industri dalam negeri.

Meski dirancang sebagai produk global, perusahaan menyatakan bahwa ekspansi ke wilayah lain seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, Eropa, maupun Amerika Serikat belum menjadi prioritas untuk tahun 2026. OMOWAY saat ini masih melakukan evaluasi pasar serta riset lokalisasi sebelum memperluas penjualan ke negara-negara tersebut.

Selain sepeda motor pintar, OMOWAY juga memperkenalkan Mobility One, robot roda serbaguna yang dirancang untuk berbagai skenario penggunaan seperti logistik, patroli, dan penyelamatan. Robot ini mengusung konsep “split-unit delivery”, di mana unit utama menangani transportasi antar wilayah, sementara unit pengiriman yang lebih kecil dapat terlepas secara otomatis untuk menyelesaikan pengiriman hingga ke depan pintu.

Menurut Todd He, pengembangan teknologi robotik ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem mobilitas berbasis kecerdasan buatan.

“Kami percaya bahwa masa depan mobilitas bukan hanya tentang kendaraan listrik, tetapi tentang kendaraan yang mampu berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan lingkungannya,” katanya.

Melalui peluncuran arsitektur OMO-ROBOT dan berbagai produk inovatifnya, OMOWAY menargetkan ekspansi teknologi mereka ke berbagai sektor di masa depan, termasuk kehidupan pintar, infrastruktur kota, serta logistik otonom. Sejumlah pengamat industri bahkan menilai langkah perusahaan ini sebagai “momen Tesla” bagi industri kendaraan roda dua karena berpotensi mengubah sepeda motor dari sekadar alat transportasi menjadi robot mobilitas cerdas yang terintegrasi dengan ekosistem teknologi masa depan.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |