Pertamina Patra Niaga Siagakan Ribuan SPBU dan Agen LPG di Jatimbalinus untuk Mudik Idul Fitri 2026

16 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan ribuan sarana distribusi energi di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur selama periode mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026. Upaya ini dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri yang berlangsung sejak 9 Maret hingga 1 April 2026.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan satgas tersebut bertugas memastikan kelancaran distribusi energi, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG, selama periode Ramadhan hingga libur Lebaran.

“Kami mengadakan satgas periode mudik dari 9 Maret sampai 1 April. Dalam masa satgas ini kami mengaktifkan sarana dan prasarana untuk memastikan layanan distribusi energi, baik BBM maupun LPG, di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT bisa terlaksana dengan baik,” kata Ahad kepada Republika, Ahad (15/3/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menjamin kenyamanan masyarakat yang menjalankan ibadah Ramadhan sekaligus melakukan perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam periode tersebut, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 1.482 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah kerja Jatimbalinus. Selain itu, terdapat sekitar 900 unit Pertashop serta 1.296 agen LPG yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat selama masa satgas.

“Seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat dapat memperoleh BBM dan LPG dengan mudah selama masa Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Selain memperkuat jaringan distribusi energi secara umum, Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada jalur-jalur mudik utama, terutama di ruas jalan tol yang diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan.

Ahad menambahkan sejumlah titik layanan energi disiagakan selama 24 jam di lokasi strategis yang telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan.

“Di jalur tol ada layanan yang siaga 24 jam di ruas-ruas strategis berdasarkan koordinasi kami dengan Korlantas dan juga Dinas Perhubungan,” katanya.

Ia merinci, sebanyak 644 SPBU disiagakan untuk beroperasi selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan bahan bakar pemudik. Selain itu, terdapat 1.040 agen LPG yang juga siaga untuk memastikan pasokan gas rumah tangga tetap tersedia selama periode mudik.

Sebagai tambahan layanan, Pertamina juga menghadirkan sembilan titik kios BBM di rest area yang belum memiliki SPBU. Fasilitas tersebut bertujuan mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar di titik-titik persinggahan pemudik.

Layanan tersebut difokuskan di jalur utama Tol Trans Jawa, terutama dari wilayah Jawa Tengah hingga ujung jalur tol yang terhubung dengan jalur menuju pelabuhan penyeberangan ke Bali.

“Kami menyiagakan layanan di jalur Trans Jawa mulai dari wilayah Jawa Tengah sampai ke arah Situbondo yang menjadi jalur menuju penyeberangan ke Bali,” ujarnya.

Selain fasilitas pengisian bahan bakar, Pertamina juga menghadirkan layanan tambahan berupa ruang istirahat pemudik melalui program Serambi MyPertamina.

Tiga lokasi Serambi MyPertamina disiapkan pada periode mudik tahun ini, yakni di Bandara Juanda, Bandara Ngurah Rai, serta di rest area Tol Malang pada kilometer 66.

Ahad menjelaskan fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan kenyamanan tambahan bagi pemudik maupun wisatawan yang menuju sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur seperti Malang dan Batu.

“Ini memang titik-titik yang biasanya dipadati pemudik maupun wisatawan, sehingga kami menyediakan fasilitas tambahan agar masyarakat bisa beristirahat dengan nyaman,” katanya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |