REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perusahaan di Indonesia didorong mengubah pendekatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk and Compliance/GRC) dari pemeriksaan berkala menuju continuous assurance. Pendekatan tersebut dinilai lebih sesuai dengan perubahan risiko digital yang dapat terjadi dalam waktu singkat.
Managing Director Risk & Sustainability BPI Danantara Effendi Hengki mengatakan, organisasi tidak lagi cukup mengandalkan pemeriksaan berbasis sampel historis atau snapshot untuk mengawasi risiko.
“Risiko seperti kebocoran data, kecurangan finansial, perubahan konfigurasi sistem, maupun persoalan akses dapat berkembang dalam hitungan menit sehingga membutuhkan mekanisme pengawasan yang berlangsung secara berkelanjutan,” kata Effendi saat menyampaikan keynote speech pada puncak TOP GRC Awards 2026 di Jakarta, Rabu (9/9/2026), berdasarkan siaran pers yang diterima pada Sabtu (12/9/2026).
Menurut Effendi, continuous assurance memanfaatkan data secara lebih luas dan real-time, validasi otomatis, serta integrasi sistem. Dengan pendekatan tersebut, pengawasan tidak hanya dilakukan menjelang audit, tetapi berlangsung dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Effendi mengatakan, GRC juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengambilan keputusan strategis, bukan hanya fungsi kepatuhan. Pengelolaan GRC dapat membantu organisasi mengukur risiko, mengendalikan potensi kerugian, menangkap peluang, dan meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan bisnis.
Implementasi continuous assurance dapat dilakukan melalui dua mekanisme, yakni Continuous Monitoring (CM) dan Continuous Auditing (CA). Continuous Monitoring berada pada ranah manajemen dan operasional untuk mendeteksi penyimpangan serta perubahan kontrol secara proaktif.
Sementara itu, Continuous Auditing memberikan pengujian independen secara berkelanjutan terhadap efektivitas sistem pemantauan. Fungsi tersebut dapat melibatkan audit internal, komite audit, dan auditor eksternal sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Effendi menyebut terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun sistem tersebut, yakni People & Culture, Process & Control, serta Technology. Dari sisi manusia dan budaya, organisasi perlu meningkatkan pemahaman bahwa kepatuhan merupakan bagian dari aktivitas operasional sekaligus memperkuat kemampuan audit berbasis data.
Pada aspek proses dan kontrol, organisasi perlu memiliki common control matrix serta batas yang jelas antara proses yang dapat diotomatisasi dan proses yang tetap membutuhkan intervensi manusia. Sementara dari sisi teknologi, API-first architecture dan single source of truth dapat digunakan untuk mendukung penarikan bukti secara otomatis serta penyediaan informasi kepatuhan melalui dashboard terintegrasi.
Penerapan continuous assurance juga dapat dilakukan melalui alur kerja otomatis sehingga respons terhadap perubahan risiko dapat dilakukan lebih cepat. Dengan pendekatan tersebut, GRC dapat digunakan untuk memperkuat ketahanan organisasi dan kualitas pengambilan keputusan.
Puncak TOP GRC Awards 2026 yang digelar di Jakarta mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”. Sebanyak 108 perusahaan meraih penghargaan TOP GRC Awards 2026. Penyelenggaraan yang memasuki tahun kedelapan tersebut juga mencakup penilaian, benchmarking, masukan dari dewan juri, dan identifikasi area yang masih perlu diperkuat perusahaan.
Ketua Penyelenggara TOP GRC Awards 2026 mengatakan, penghargaan tersebut tidak hanya menilai capaian perusahaan, tetapi juga dapat digunakan sebagai proses pembelajaran. “Penghargaan merupakan bentuk apresiasi atas capaian. Namun, proses penilaian dan penjurian harus memberikan nilai tambah berupa insight dan agenda improvement,” ujarnya.
Sementara itu, konsep Intelligent GRC menjadi salah satu pembahasan dalam penyelenggaraan tahun ini. Konsep tersebut menekankan penggunaan data, teknologi, analitik, dan Artificial Intelligence untuk meningkatkan kualitas informasi, mempercepat deteksi risiko, serta mendukung pengambilan keputusan.
.

8 hours ago
12

















































