REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat terus mendorong kesiapan SDM di bidang kendaraan listrik melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.
Salah satu implementasinya dilakukan di SMK Negeri 8 Bandung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memperkuat kompetensi konversi motor listrik berbasis praktik.
Sebelum adanya intervensi program pada 2025, pembelajaran terkait kendaraan listrik di SMKN 8 Bandung mengacu kurikulum nasional “perawatan dan perbaikan motor listrik dan hybrid”. Namun, implementasinya masih terbatas pada aspek teoritis.
Selain itu, fasilitas praktik belum memadai serta keterhubungan dengan industri yang belum optimal. Melihat kondisi tersebut, PLN UID Jawa Barat menghadirkan dukungan komprehensif senilai Rp 315,6 juta.
Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, juga mencakup penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan siswa, hingga penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui Teaching Factory (TEFA).
Melalui program ini, SMKN 8 Bandung kini memiliki modul khusus konversi kendaraan listrik yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah. Proses pembelajaran jadi lebih aplikatif dengan alokasi waktu rutin setiap pekan didukung fasilitas baru berupa EV Class dan bengkel praktik TEFA 8 Motor.
Sebanyak 16 guru dan 165 siswa mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi industri, yang dilengkapi metode evaluasi pre-test dan post-test serta sertifikasi. Dampak program juga diperluas melalui keterlibatan SMK jejaring, 8 guru dan 16 siswa turut mendapatkan peningkatan kompetensi serupa.
Dari sisi sarana, PLN memberikan dukungan berupa prototype motor listrik hasil konversi serta pengembangan inovasi Micro Cargo EV. Kendaraan ini dimanfaatkan untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi media praktik langsung bagi siswa.
Transformasi pembelajaran pun mulai terlihat signifikan. Sebanyak 181 siswa kini memahami proses konversi kendaraan listrik secara komprehensif, sementara 24 guru telah memiliki kompetensi untuk mengajarkan materi tersebut secara mandiri.
Fasilitas yang tersedia juga telah memenuhi syarat untuk pengajuan bengkel konversi tersertifikasi tipe B, bahkan membuka peluang pengembangan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo menyatakan, program ini bagian peran PLN dalam mendukung transisi energi melalui penguatan SDM.
PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, juga berperan dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kendaraan listrik.
‘’Melalui kolaborasi dengan SMKN 8 Bandung, kami ingin memastikan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri benar-benar terwujud,” ujar Sugeng dalam keterangan, Selasa (14/4/2026).
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang menjadi kunci keberhasilan transisi energi.
Sugeng menambahkan, keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah lain. “Kami berharap program ini menjadi role model pengembangan kompetensi kendaraan listrik di Jawa Barat sehingga ekosistem EV dapat tumbuh secara berkelanjutan, dimulai dari dunia pendidikan.”
Kini, SMKN 8 Bandung tidak hanya menjadi tempat belajar, juga laboratorium nyata pengembangan kendaraan listrik. Dari ruang kelas hingga bengkel praktik, siswa tidak lagi sekadar memahami teori, juga mampu menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

11 hours ago
13













































