Prabowo: Batas Defisit Anggaran 3 Persen Hanya akan Dilanggar Saat Krisis

6 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah hanya akan mempertimbangkan melampaui batas defisit anggaran 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) dalam kondisi darurat. Ia menegaskan tetap berkomitmen pada disiplin fiskal dan menilai Indonesia harus hidup sesuai kemampuan keuangannya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg News di kediamannya, Prabowo mengatakan pemerintah hanya akan menyetujui peningkatan sementara defisit di atas batas hukum tersebut apabila harga minyak dunia tetap tinggi dalam jangka waktu lama akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Ia membandingkan situasi tersebut dengan masa pandemi Covid-19, ketika defisit anggaran Indonesia melampaui batas hukum selama dua tahun untuk memungkinkan belanja darurat.

“Batas defisit itu alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita,” kata Prabowo dalam wawancara yang dikutip Republika pada Ahad (15/3/2026).

Ia menambahkan, pemerintah tidak memiliki rencana merevisi aturan tersebut kecuali terjadi keadaan darurat besar seperti pandemi.

“Tapi saya berharap kita tidak perlu mengubahnya. Sebenarnya saya tidak percaya pada defisit. Mungkin saya ini orang yang agak kuno,” ujarnya.

Indonesia telah membatasi defisit anggaran maksimal 3 persen dari PDB sejak awal 2000-an, setelah krisis finansial Asia mendorong pemerintah memperketat pengelolaan utang publik. Aturan tersebut sejak lama dipantau ketat oleh investor sebagai pilar disiplin fiskal negara.

Pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat mengemukakan opsi perubahan sementara batas defisit sebagai salah satu cara menghadapi lonjakan harga minyak tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memperingatkan defisit anggaran dapat melebar hingga 3,6 persen dari PDB jika harga minyak mentah rata-rata mencapai 92 dolar AS per barel tahun ini dan pemerintah tidak memangkas belanja. Dalam asumsi APBN saat ini, harga minyak diperkirakan sekitar 70 dolar AS per barel.

Tekanan terhadap aset keuangan Indonesia meningkat dalam beberapa waktu terakhir di tengah kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal sejak Prabowo menjabat presiden pada Oktober 2024. Tekanan tersebut semakin kuat tahun ini setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings dan Moody's Ratings menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif.

Kedua lembaga itu menilai terjadi penurunan kepastian dan kredibilitas kebijakan ekonomi, meskipun pemerintah Indonesia membantah penilaian tersebut.

Prabowo sebelumnya menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sekitar 5 persen menjadi 8 persen sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029. Target itu akan didorong melalui berbagai program besar pemerintah, termasuk pembangunan perumahan rakyat, penguatan koperasi desa, serta program makan gratis bagi puluhan juta pelajar dan kelompok masyarakat lainnya.

Namun lonjakan harga minyak akibat krisis di Timur Tengah menimbulkan ketidakpastian terhadap upaya tersebut. Indonesia masih bergantung pada impor untuk sebagian besar kebutuhan bahan bakarnya, sehingga kenaikan harga minyak meningkatkan beban impor, terutama ketika nilai tukar rupiah berada di dekat level terendah sepanjang sejarah.

Di sisi lain, menaikkan harga bahan bakar bagi masyarakat bukan perkara mudah di negara dengan populasi terbesar keempat di dunia ini. Harga BBM bersubsidi selama bertahun-tahun dipandang sebagai bentuk hak ekonomi masyarakat sekaligus simbol kewajiban negara untuk membagikan manfaat sumber daya alam.

Pemerintah Prabowo juga berjanji tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi menjelang perayaan Idul Fitri tahun ini, ketika jutaan masyarakat melakukan perjalanan mudik. Diperkirakan lebih dari 100 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode tersebut.

Dalam wawancara itu, Prabowo mengatakan pemerintah masih optimistis dapat menghindari kenaikan harga BBM, meskipun ia mengakui situasinya akan sangat sulit jika harga minyak dunia melampaui 120 dolar AS per barel dalam waktu lama.

Ia menyebut pemerintah tengah mencari cara untuk menekan konsumsi bahan bakar, termasuk mempertimbangkan penerapan empat hari kerja dalam sepekan serta memperbanyak rapat daring guna mengurangi mobilitas dan konsumsi energi.

Prabowo juga menegaskan pemerintah tidak akan mengurangi program makan gratis yang menjadi salah satu program unggulannya. Ia menyebut program tersebut sebagai stimulus ekonomi dari tingkat akar rumput.

Program tersebut dirancang untuk menyediakan makanan bagi lebih dari 80 juta orang hampir setiap hari dan menyerap sekitar 11 persen dari anggaran pemerintah pusat tahun ini.

Prabowo menyebut krisis yang melibatkan Iran sebagai “peringatan keras” yang mendorong percepatan transisi energi di Indonesia. Ia menargetkan penghapusan subsidi bahan bakar secara bertahap dalam tiga tahun ke depan dan menggantinya dengan pengembangan energi surya hingga 100 gigawatt.

“Saya bertekad menghapus subsidi BBM. Dalam jangka panjang kita tidak bisa bertahan dengan subsidi,” kata Prabowo.

Menurutnya, Indonesia berada dalam posisi relatif lebih beruntung dibandingkan banyak negara lain karena memiliki sumber energi alternatif seperti minyak sawit dan batu bara yang masih relatif murah dan dapat menjamin ketahanan energi nasional.

Selain itu, pemerintah juga berencana mempercepat pengembangan energi panas bumi, tenaga surya, tenaga air, serta biofuel.

“Kalau kita bisa melewati situasi ini, dalam dua tahun kita akan jauh lebih efisien. Kita tidak akan terlalu bergantung pada sumber energi dari luar,” ujar Prabowo.

Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya disiplin fiskal, meskipun banyak negara lain tidak lagi mematuhi batas defisit anggaran secara ketat.

Prabowo mengatakan Indonesia pada awalnya meniru aturan Uni Eropa yang membatasi defisit anggaran maksimal 3 persen dari PDB. Namun saat ini banyak negara anggota blok tersebut tidak lagi mematuhi aturan tersebut.

Bagi Prabowo, prinsip dasar pengelolaan keuangan negara tetap sederhana: tidak boleh membelanjakan lebih dari yang dimiliki.

“Jangan menghabiskan lebih dari yang kita peroleh. Itu dasar kehidupan untuk bisa bertahan,” kata Prabowo.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |