REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ilham Tirta, Jurnalis Republika
BATU -- Berwisata sambil belajar kini menjadi tren di kalangan masyarakat karena menawarkan pengalaman liburan interaktif yang seru sekaligus menambah pengetahuan baru. Hal itu terlihat di Jatim Park 2 dengan wisata edukasi Batu Secret Zoo dan Museum Satwa-nya, Kamis (4/2/2026).
Sekitar pukul 10.00 WIB, salah satu tempat wisata favorit di Kota Batu, Jawa Timur tersebut sudah dikerumuni berbagai tipe pengunjung, dari kelompok keluarga, pasangan remaja, hingga tour sekolah. Para wisatawan terlihat antusias untuk menjajal satu per satu setiap kandang satwa dan wahana yang dipertunjukkan.
"Iya, sengaja ke sini dulu karena penasaran dengan hewan yang ada di sini," kata salah satu pengunjung dari Kota Malang, Diana Hartini (23 tahun) di depan pintu masuk utama Batu Secret Zoo.
Terletak di Jalan Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Jatim Park 2 berdiri di atas lahan seluas 15 hektar. Pada Desember tahun lalu, Jatim Park Group kembali membuka wahana baru di lokasi tersebut, yaitu Drive Thru Park.
Republika yang menjadi bagian dari rombongan tour Traveloka Ramadhan Sale turut menjelajahi Batu Secret Zoo dan Drive Thru Park. Turut bersama kami sejumlah tour guide Jatim Park 2 yang menjelaskan setiap hewan dan wahana yang kami lewati.
Setelah melewati gate pintu utama Batu Secret Zoo, kami langsung dihadapkan dengan jalur jelajah yang di kanan dan kirinya dipagari kandang berbagai satwa. Kebun binatang tersebut berisi koleksi hewan dari berbagai habitat, sebagian besar berasal dari Asia dan Afrika. Antara lain singa putih, kijang afrika, burung macau, harimau benggala dan sumatera, bermacam reptil, zebra yang belang, serta jerapah yang tinggi dan panjang lehernya.
Di salah satu pojokan, kami tertegun dengan penampakan monyet terkecil di dunia. Sepasang pygmy marmoset (Cebuella pygmaea) dari Amerika Selatan itu bermain-main di kandang berkaca.
Tubuh primata itu hanya sepanjang sekitar 11-15 cm. Saking mungilnya, ia dapat bersembunyi di balik daun pohon dalam kandangnya. Mungkin gemas, beberapa pengunjung terlihat sengaja menggodanya.
Kami juga sempat bermain-main dengan satwa jinak dan lucu dalam kandangnya; Lemur Kingdom. Sebelum berinteraksi dengan primata berhidung basah dari pulau Madagaskar itu, tour guide kami, Arif menjelaskan apa saja yang boleh dan tak boleh kami lakukan.
"Tak boleh melakukan gerakan tiba-tiba yang bisa membuat dia kaget, seperti berlari atau teriak," kata Arif.
Selain itu, jika akan memberi makan Lemur, pakan harus disimpan di telapak tangan. Hindari menyuap dengan dua jari karena jarinya bisa tergigit. "Kalau dia bergelantungan di atas, hindari berada di bawahnya karena dia biasa menandai wilayah dengan mengencinginya," lanjut Arif.
Benar saja, lima ekor lemur langsung menyambut kami, salah satunya masih dalam gendongan ibunya. Kami menyuap mereka dengan memakai sarung tangan plastik. Triknya: simpan pakan di atas telapak tangan setinggi dada, maka lemur akan naik ke lenganmu dan mengambil makanannya dengan mulut. Sungguh pengalaman menyenangkan.
Kami juga berinteraksi dengan tiga ekor jerapah yang bersih, tinggi, dan menggemaskan di River Adventure. Tidak seperti lemur, kami tak harus masuk kandang jerapah untuk bermain dengannya.
Dengan lehernya yang panjang, ketiga jerapah itu mampu menjangkau kami di luar. Bahkan, si jantan sempat mencium salah satu anggota rombongan kami setelah melahap rumput dari tangannya. "Tahu saja dia, cewek (yang dicium)," kelakar Arif.
Setelah selesai di Secret Zoo, kami melanjutkan perjalanan ke Drive Thru Park, tepat setelah Dhuhur. Seperti namanya, pengunjung tidak harus keluar kendaraan untuk menikmati berbagai wahana, satwa, dan atraksi di taman hiburan tersebut.
Dengan konsep yang pertama kali di dunia itu, pengunjung bisa menjelajahi lebih dari 30 wahana tematik dengan santai dan nyaman. Mereka bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa E-Car Safari yang tersedia di sana. Rombongan kami menggunakan dua unit E-Car Safari dengan sopir wanita.
Di atas kendaraan itu, kami sudah dibekali sejumlah pakan seperti wortel dan kacang panjang untuk diberikan kepada satwa yang kami lewati. Sementara sepanjang perjalanan, sopir tidak akan berhenti menjelaskan berbagai jenis satwa dan wahana yang kami lewati, baik di kanan maupun kiri jalan.
Pertama, kami masuk area Animal Town dan Savana di mana semua jenis satwa dijelaskan asal usulnya, jenis kelaminnya, kapan lahirnya, dan kadang-kadang punya nama spesial. Terlalu banyak untuk dihafal, dari burung yang bertengger, kuda nil yang menganga dalam air, hingga bison yang berbulu lebat.
Mobil akan berhenti sejenak jika satwa yang dilewati aman untuk diberikan makanan. Kuda Nil salah satunya, yang membuka mulutnya lebar-lebar untuk mendapatkan sekadar 'cemilan'.
Di sana juga ada Bollywood Studio yang menampilkan berbagai replika arsitektur ikonik India, termasuk kuil dan miniatur Taj Mahal, ornamen aktor-aktris seperti Rahul dan Kajool di film Kuch Kuch Hota Hai. Mungkin karena Jawa Timur begitu dekat dengan film Bollywood.
Kemudian, ada Light Festival yang berisi atraksi lampu berwarna warni. Wahana ini menampilkan dekorasi lampu menawan, termasuk barisan cahaya indah yang muncul dengan sensor suara. Kami sempat bertepuk tangan dengan keras di area ini untuk membujuk lampu-lampu itu.
Perjalanan kami diakhiri dengan atraksi kilau hari raya setiap agama di Indonesia. Islam dengan kilau suara takbirannya, Kristen dengan lonceng gereja dan lagu-lagu Natal tradisionalnya, begitu juga dengan Hindu, Budha, dan Konghucu.

6 hours ago
7



































