Home > Didaktika Wednesday, 02 Apr 2025, 04:40 WIB
Para peneliti menemukan bahwa menurunkan tekanan darah diastolikbahkan ke tingkat yang sebelumnya dianggap terlalu rendahtampaknya tidak membahayakan.

Tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi, adalah masalah kesehatan umum yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kondisi serius lainnya.
Selama bertahun-tahun, dokter telah mencoba menjaga angka teratas dan terbawah dari pembacaan tekanan darah—disebut sistolik dan diastolik—dalam kisaran yang sehat.
Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa angka teratas, atau tekanan sistolik, mungkin lebih penting daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh Dr. Bill McEvoy dan tim peneliti dari NUI Galway dan lembaga lain menganalisis data kesehatan dari lebih dari 47.000 orang di seluruh dunia. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal medis Circulation.
Para peneliti menemukan bahwa menurunkan tekanan darah diastolik—bahkan ke tingkat yang sebelumnya dianggap terlalu rendah—tampaknya tidak membahayakan.
Hal ini menantang kepercayaan lama bahwa dokter perlu menghindari membiarkan tekanan diastolik pasien turun terlalu banyak.
Di masa lalu, beberapa ahli khawatir bahwa tekanan diastolik yang sangat rendah dapat mengurangi aliran darah ke jantung.
Namun, penelitian besar ini tidak menemukan bukti yang mendukung kekhawatiran tersebut.
Sebaliknya, para peneliti mengatakan dokter harus lebih fokus pada pengendalian tekanan darah sistolik.
Tekanan sistolik adalah angka teratas dalam pembacaan tekanan darah.
Angka ini mengukur seberapa besar tekanan yang diberikan darah pada dinding arteri saat jantung berdetak.
Menurut penelitian tersebut, menjaga tekanan sistolik antara 100 dan 130 mmHg dapat memberikan perlindungan paling besar terhadap masalah kesehatan yang serius, seperti serangan jantung dan stroke.
Pergeseran fokus ini dapat mengarah pada cara-cara baru dan lebih baik untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Dengan berkonsentrasi pada penurunan angka sistolik, dokter mungkin dapat mengurangi risiko yang terkait dengan hipertensi secara lebih efektif.
Meskipun pengobatan penting, pencegahan juga memainkan peran kunci dalam mengelola tekanan darah tinggi.
Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan orang untuk membantu menjaga tekanan darah mereka dalam kisaran yang sehat:
- Pertahankan berat badan yang sehat: Berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada jantung dan pembuluh darah Anda.
- Makan makanan yang seimbang: Konsumsi banyak buah, sayur, biji-bijian utuh, protein rendah lemak, dan susu rendah lemak. Kurangi garam, gula, dan lemak tidak sehat.
- Perhatikan asupan natrium Terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah. Usahakan untuk mengonsumsi natrium kurang dari 2.300 miligram sehari, atau bahkan kurang jika dokter Anda menganjurkannya.
- Berolahraga secara teratur: Lakukan aktivitas sedang setidaknya selama 30 menit, seperti berjalan, berenang, atau bersepeda, hampir setiap hari.
- Batasi alkohol: Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Pria tidak boleh minum lebih dari dua gelas sehari; wanita tidak boleh minum lebih dari satu gelas.
- Berhenti merokok: Merokok merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Berhenti merokok dapat meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan risiko banyak penyakit.
- Kelola stres: Stres jangka panjang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.Teknik relaksasi seperti bernapas dalam, yoga, atau meditasi dapat membantu.
- Lakukan pemeriksaan rutin: Tekanan darah tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala, jadi penting untuk memeriksanya secara teratur. Deteksi dini berarti penanganan lebih dini dan hasil yang lebih baik.
Penelitian baru ini mendorong dokter untuk melihat penanganan tekanan darah dengan cara yang berbeda—dengan berfokus pada angka teratas, tidak terlalu mengkhawatirkan angka terbawah.
Ini adalah pengingat bahwa seiring kita mempelajari lebih banyak tentang cara kerja tubuh, kita dapat terus meningkatkan cara kita mencegah dan menangani penyakit.
Bagi siapa pun yang mengelola tekanan darah tinggi, ini adalah kabar baik. Ini berarti penanganan yang lebih terarah, kemungkinan lebih sedikit efek samping, dan kesehatan jangka panjang yang lebih baik.