Viral Oknum PNS Kesbangpol Kota Cimahi TipuTawarkan Pekerjaan Pakai Uang Pelicin, Begini Kata Atasan

3 days ago 17

Sabtu 21 Feb 2026 06:15 WIB

Pelaku sudah tidak masuk kerja beberapa bulan.

Tangkapan Layar Narasi Viral Oknum PNS di Lingkungan Kesbangpol Kota Cimahi, Jawa Barat Diduga Melakukan Penipuan.

Foto: Tangkapan Layar

Tangkapan Layar Narasi Viral Oknum PNS di Lingkungan Kesbangpol Kota Cimahi, Jawa Barat Diduga Melakukan Penipuan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Media sosial dihebohkan dengan narasi yang menyebutkan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Polisik (Kesbangpol) Kota Cimahi, Jawa Barat diduga melakukan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan menggunakan 'uang pelicin'.

Narasi dugaan penipuan yang menyeret oknum PNS di lingkungan Pemkot Cimahi itu diunggah akun Instagram @ne.zha_headline. Dalam keterangannya, 'uang pelicin' sudah diberikan kepada oknum PNS tersebut. Namun pemberi uang tidak kunjung mendapatkan panggilan untuk bekerja. Dalam unggahan lainnya, akun tersebut menampilkan pesan yang diduga dikirim oknum PNS yang berisi akan mengembalikan uang tersebut kepada korban.

"Oknum PNS kesbangpol cimahi, menawarkan pekerjaan dengan uang pelicin, tapi hasilnya zonk dan uang nya di bawa kabur oleh beliau," tulis keterangan akun ne.zha_headline seperti dikutip Republika pada Jumat (20/2/2026).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cimahi, Sugeng Budiono, membenarkan oknum PNS yang dimaksud merupakan pegawai Pemkot Cimahi. Namun, pihaknya menegaskan dugaan penipuan itu sama sekali tidak berkaitan dengan lingkungan Pemkot Cimahi, termasuk Kesbangpol.

"Sesuai pengaduan dari masyarakat, terkait penipuan tapi itupun lebih ke pribadi. Tidak berkaitan dengan Pemkot Cimahi. Informasinya dugaan lowongan pekerjaan, hanya saja kita belum bertemu langsung dengan oknum ASN tadi sampai sekarang," kata Sugeng saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).

Berita Lainnya

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |