AGIBOT Gelar APC 2026 di Jakarta, Dorong Adopsi Robotika dan AI

13 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan pengembang kecerdasan buatan berwujud fisik (embodied AI) dan robotika, AGIBOT, memperkuat ekspansinya di Indonesia melalui penyelenggaraan AGIBOT Partner Conference (APC) 2026 Indonesia. Bersama mitra lokalnya, Denka Pratama Indonesia, perusahaan tersebut mendorong pemanfaatan robot humanoid dan teknologi AI untuk mendukung transformasi industri di Tanah Air.

Kegiatan yang digelar di Jakarta itu dihadiri sekitar 300 peserta dari kalangan pelaku teknologi, dunia usaha, dan mitra industri. Dalam forum tersebut, AGIBOT memaparkan berbagai penerapan AI berwujud fisik dan robot humanoid yang dapat digunakan untuk mendukung otomatisasi, meningkatkan produktivitas, serta memperluas inovasi layanan di berbagai sektor.

Langkah AGIBOT masuk ke Indonesia sejalan dengan prospek pertumbuhan pasar robotika nasional yang terus meningkat. Berdasarkan laporan Indonesia Robotics Market Outlook 2030 dari Mordor Intelligence, nilai pasar robotika Indonesia diperkirakan meningkat dari 23,8 juta dolar AS pada 2025 menjadi 47,75 juta dolar AS pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk mencapai 14,94 persen.

Perkembangan tersebut didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan robot di berbagai sektor. Jika sebelumnya penggunaan robot lebih banyak terkonsentrasi di industri manufaktur, kini teknologi tersebut mulai diterapkan pada layanan pelanggan, logistik, pengiriman, hingga berbagai kebutuhan komersial lainnya.

President Timur Tengah dan Asia Pasifik AGIBOT, Abel Deng, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi pengembangan AI berwujud fisik di kawasan Asia Pasifik.

"Hari ini menjadi momen penting bagi perkembangan industri. AGIBOT menghadirkan AI berwujud fisik yang siap diterapkan di Indonesia sehingga robot tidak hanya dapat bergerak seperti manusia, namun juga bekerja layaknya manusia dan berperan sebagai sumber produktivitas baru," ujar Abel dalam siaran pers, Rabu

AGIBOT juga memperkenalkan model Robot as a Service (RaaS) di Indonesia. Melalui skema tersebut, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi robotika tanpa harus melakukan investasi awal yang besar untuk pembelian perangkat.

"Kami juga memperkenalkan model sewa RaaS (Robot as a Service) di pasar Indonesia agar pelanggan semakin mudah mengakses teknologi ini. Model tersebut juga mempercepat adopsi AI berwujud fisik secara luas di berbagai sektor industri," katanya.

Pendiri Denka Pratama Indonesia, Ching, menilai kolaborasi dengan AGIBOT membuka peluang baru bagi pengembangan pasar robotika nasional. Menurut dia, kombinasi teknologi AGIBOT dan jaringan bisnis yang dimiliki Denka dapat mempercepat pemanfaatan robot humanoid di Indonesia.

"AGIBOT merupakan perusahaan yang berhasil mengubah AI berwujud fisik menjadi solusi produktivitas yang nyata. Keunggulan teknologi dan filosofi produk AGIBOT, dipadukan dengan sumber daya yang dimiliki Denka, akan menghadirkan peluang yang luar biasa untuk mengembangkan pasar Indonesia," ujarnya.

Dalam konferensi tersebut, AGIBOT juga memperkenalkan konsep XYZ Curve untuk mendukung pengembangan industri AI berwujud fisik serta tujuh skenario produktivitas yang dapat diterapkan melalui penggunaan robot. Perusahaan berencana menghadirkan berbagai solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Indonesia guna membantu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan.

Melalui APC 2026 Indonesia, AGIBOT menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal, mendukung pengembangan ekosistem robotika nasional, serta mempercepat pemanfaatan AI berwujud fisik dalam berbagai sektor industri dan layanan di Indonesia.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |