Bank BSN Masuk Ekosistem Muhammadiyah Lampung, Segmen Ini Dibidik

16 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas penyaluran layanan dan pembiayaan syariah melalui ekosistem Muhammadiyah di Lampung. Sasaran ekspansi mencakup Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, UMKM, hingga pelaku usaha dan saudagar Muhammadiyah.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, Lampung memiliki potensi besar untuk pengembangan bisnis perseroan karena pertumbuhan AUM yang mencakup berbagai sektor.

"Lampung memegang peranan vital sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, sekaligus wilayah potensial dengan pertumbuhan AUM yang sangat masif, mulai dari perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, hingga jaringan bisnis UMKM," kata Alex di Bandar Lampung, Rabu (2/9/2026), berdasarkan siaran pers. 

Alex mengatakan, hubungan Bank BSN dan Muhammadiyah diarahkan untuk mencakup kebutuhan perbankan dalam ekosistem persyarikatan, tidak hanya transaksi bisnis.

"Hubungan Bank BSN dan Muhammadiyah bukan sekadar kemitraan bisnis biasa. Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai penyedia produk perbankan, melainkan sebagai mitra ekosistem yang tumbuh bersama Muhammadiyah secara berkelanjutan," kata Alex.

Ekspansi tersebut dilakukan melalui kegiatan Muhammadiyah Ecosystem Acceleration 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Bank BSN dan Muhammadiyah yang telah dilakukan sebelumnya.

Bank BSN menandatangani nota kesepahaman dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada 24 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan Syariah di Jakarta pada 12 Juni 2026.

Menurut Alex, kerja sama tersebut telah menghasilkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah yang menyasar hingga 1.000 unit bagi warga dan kader Muhammadiyah.

Di Lampung, Bank BSN menawarkan sejumlah layanan perbankan untuk lima segmen dalam ekosistem perguruan tinggi dan AUM Muhammadiyah. Untuk institusi, layanan mencakup Giro PPO untuk penempatan dana operasional kampus serta pembiayaan investasi dan modal kerja.

Bagi dosen dan karyawan, layanan yang ditawarkan meliputi integrasi payroll, Pembiayaan Multimanfaat tanpa agunan, program Cicil Emas, hingga KPR Syariah.

Untuk mahasiswa, Bank BSN menyediakan layanan transaksi melalui aplikasi Bale Syariah, integrasi ZIS melalui Lazismu, serta program magang industri melalui BSN Young Islamic Banker Academy.

Sementara untuk usaha kampus dan AUM lainnya, layanan mencakup pembayaran digital melalui QRIS dan mesin EDC serta pembiayaan modal kerja bagi tenant. Bank BSN juga menyasar kebutuhan pembiayaan dan layanan perbankan bagi rumah sakit, sekolah, dan pondok pesantren Muhammadiyah.

Dari sisi kinerja, hingga Juli 2026 Bank BSN mencatat total aset Rp81,1 triliun, tumbuh 22,2 persen secara tahunan. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp62 triliun atau tumbuh 25,7 persen, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp64,1 triliun atau naik 14,8 persen.

Pada layanan digital, platform Bale Syariah by BSN telah memiliki lebih dari 225.000 pengguna aktif. Akumulasi transaksi mencapai 2 juta dengan volume Rp4,88 triliun per Juli 2026.

Agenda tersebut turut dihadiri Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Komisaris Bank BSN, Prof. Hilman Latief. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bisnis bersama pengusaha dan saudagar Minang Muhammadiyah untuk menjajaki potensi kerja sama di sektor perdagangan, agribisnis, dan properti daerah.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |