Rantai Pasok Karet Tertekan, Industri Ban Perkuat Intervensi di Tingkat Petani

22 hours ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri karet nasional menghadapi tekanan akibat penyusutan lahan dan penurunan kualitas bahan baku yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan. Pelaku industri mulai memperkuat intervensi di sektor hulu untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan standar pengolahan karet alam.

Indonesia masih menjadi produsen karet terbesar kedua di dunia dengan produksi sekitar 2,65 juta ton pada 2023 menurut Badan Pusat Statistik. Namun, luas lahan karet menyusut rata-rata 5,7 persen per tahun yang berdampak langsung terhadap konsistensi pasokan dan kualitas bahan baku di sepanjang rantai produksi.

Merespons kondisi tersebut, PT Hankook Tire Indonesia menyalurkan bantuan bahan pengolahan karet kepada petani di Desa Marga Mulia, Sumatera Selatan. Program ini mencakup distribusi 2.500 kilogram asam format, 1.000 kilogram pupuk NPK, serta 200 pisau sadap guna memperbaiki kualitas produksi karet dari tingkat petani.

Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia Jung Jinkyun menjelaskan bahwa tantangan sektor hulu semakin meningkat seiring kenaikan biaya produksi dan masih adanya penggunaan bahan koagulan yang berisiko bagi kesehatan serta lingkungan. “Melalui program ini, kami ingin menjawab tantangan di sektor hulu industri karet, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi,” kata dia dalam siaran pers, Rabu (6/5/2026).

Jung menambahkan, penggunaan asam format dinilai lebih aman sekaligus membantu proses koagulasi karet menjadi lebih terstandarisasi sehingga kualitas bahan baku dapat terjaga. “Kami menghadirkan solusi bahan pengental ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan para petani, serta memastikan proses pengolahan yang lebih terstandarisasi dan efisien,” kata Jung.

Selain distribusi bahan dan alat produksi, perusahaan juga memberikan pelatihan teknis serta demonstrasi penggunaan formic acid kepada sekitar 200 petani. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman penggunaan bahan penggumpal yang tepat, menjaga kualitas lateks, serta menekan potensi pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan kimia yang tidak sesuai standar.

Direktur PT Sri Trang Lingga Indonesia Chaikrit Rattana menilai konsistensi pengolahan sejak tahap awal menjadi faktor penting dalam menjaga mutu karet alam. “Kami memahami bahwa menjaga kualitas karet membutuhkan proses yang konsisten sejak awal.”

Chaikrit menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara petani dan pelaku industri sekaligus meningkatkan kualitas pengolahan karet lokal. “Kegiatan hari ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pengolahan karet, tetapi juga memperkuat hubungan antara petani dan pelaku industri,” kata Chaikrit.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Kecamatan Rambang, Muara Enim, Sumatera Selatan Malvin menyatakan program ini berpotensi mendorong praktik pengolahan karet yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas petani.“Inisiatif ini diharapkan tidak hanya dapat membantu meningkatkan praktik pengolahan karet yang lebih baik, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi produktivitas petani.”

Program bantuan ini sebelumnya dijalankan di Kalimantan sejak 2022 dan diperluas ke Sumatera Selatan pada tahun ini. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi industri dalam memperkuat praktik pengadaan karet alam yang lebih bertanggung jawab, termasuk penerapan kebijakan karet berkelanjutan, transparansi rantai pasok, serta pencegahan deforestasi dan perlindungan lahan gambut.

Penguatan kapasitas petani dipandang menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri berbasis karet di tengah tekanan biaya produksi dan perubahan penggunaan lahan. Kolaborasi antara industri dan petani dinilai akan semakin menentukan stabilitas pasokan bahan baku sektor otomotif dalam beberapa tahun ke depan.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |