Baznas Bakal Bangung 300 Hunian Tetap untuk Warga Terdampak Bencana Sumatera

1 day ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berencana membangun 300 hunian tetap bagi warga terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Ratusan hunian itu diperuntukkan bagi warga yang rumahnya hancur akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Ketua Baznas KH Noor Achmad mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah permintaan dari pemerintah daerah terkait pembangunan hunian tetap. Salah satunya adalah permintaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Menurut dia, pada tahap awal ini Baznas akan membangun 300 hunian tetap, di mana masing-masing provinsi akan dibangun sekitar 100 unit huntap.

"Sementara (di Aceh Tamiang) 100 dulu, juga yang di Tapanuli Selatan 119, yang di Sumatera Barat juga insya Allah 100," kata dia di Aceh Tamiang, dikutip Republika Selasa (6/1/2026).

Setiap unit hunian tetap yang akan dibangun Baznas akan memiliki luas 6×6 meter. Hunian itu nantinya akan memiliki dua kamar tidur, satu ruang tamu, dapur, dan toilet, yang memang diperuntukkan untuk keluarga.

Kiai Noor menambahkan, hunian tetap yang dibangun Baznas nantinya akan berada di satu area. Tak hanya ada hunian tetap, di area itu juga akan dibangunkan masjid dan sekolah jika memungkinkan.

Kiai Noor menyatakan, pada tahap awal ini Baznas baru bisa membantu pembangunan 300 unit hunian tetap. Namun, pihaknya akan menambah jumlah pembangunan itu apabila terdapat donasi dari masyarakat luas. "Artinya, 300 itu sebagai tahap awal yang kemudian bisa bertambah sesuai dengan bantuan masyarakat kepada kami," kata dia.

Menurut dia, pembangunan hunian tetap itu akan mulai dilakukan jika pemerintah daerah telah siap dengan lahannya. Lahan itu juga harus dipastikan tidak masuk dalam zona rawan bencana. "Begitu tanah disediakan memang sudah siap betul dan nanti tidak ada masalah, kami akan segera bangun," ujar kiai Noor.

Dalam pembangunan hunian tetap itu, Baznas juga akan melibatkan warga yang nantinya akan menempati hunian tersebut. Warga yang dilibatkan tentunya akan diberikan upah yang sesuai dalam proses pembangunan. "Kami akan gaji mereka yang sekaligus juga untuk membantu mereka yang kehilangan pekerjaan," kata dia.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana yang berdampak di 53 kabupaten/kota itu menyebabkan 175.126 unit rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, sebanyak 53.432 rumah rusak berat, 45.106 rumah rusak sedang, dan 76.588 rumah rusak ringan.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, mengatakan pihaknya saat ini fokus untuk membangun hunian sementara (huntara). Keberadaan huntara itu dinilai penting agar warga terdampak bisa tinggal di tempat yang lebih layak selama proses pembangunan hunian tetap (huntap) dilakukan. Apalagi, ia menilai, jumlah rumah rusak akibat bencana di Aceh Tamiang cukup banyak, yaitu mencapai 15 ribu unit.

Syuibun menyebutkan, saat ini sudah ada sekitar 600 huntara yang berdiri di Aceh Tamiang atas bantuan Danantara. Ia menilai, sejumlah kementerian/lembaga lain juga telah berkomitmen untuk membantu pembangunan huntara di Aceh Tamiang.

"Jadi sekarang kita lagi fokus untuk menyiapkan hunian sementara (huntara), dan habis ini kita berpikir bagaimana menyiapkan tempat tinggal untuk hunian tetap," kata dia.

Syuibun mengeklaim, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah lahan yang dapat digunakan untuk membangun huntara dan huntap. Lahan yang tersebar di berbagai wilayah itu dinilai cukup untuk membangun rumah warga.

"Jadi ini kita siapkanlah, bagi rumah yang hilang atau rumah yang kita anggap tidak boleh lagi dibangun karena itu berupa zona merah, yaitu di bantaran sungai, itu akan kita laksanakan relokasi. Tetapi bagi masyarakat yang tidak berada di zona merah, yang kiranya mau dibangun di tanahnya sendiri, ya kita persilakan," kata dia.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |