REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Puluhan aktivis menerbangkan layang-layang di depan kedutaan besar Israel di Washington DC pada Senin sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak di Gaza. Ini setelah Israel mengancam akan mengambil tindakan keras—termasuk pengusiran—terhadap siapa pun yang menerbangkan layang-layang atau balon.
Dilaporkan The New Arab, aksi protes tersebut melibatkan banyak orang yang mengibarkan bendera Palestina dan melepaskan balon bertuliskan "Free Gaza" (Bebaskan Gaza).
Dalam demonstrasi itu, para peserta menyerukan agar anak-anak di Gaza mendapatkan hak mereka untuk menjalani kehidupan normal, di mana mereka dapat bersenang-senang dan bermain dengan aman, tanpa ancaman pengeboman atau serangan oleh militer Israel.
Para peserta menyatakan bahwa protes ini juga melambangkan bagaimana Israel telah merenggut masa kanak-kanak banyak anak muda, mengingat militer Israel terus melakukan pembunuhan dan penghancuran bangunan meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata pada bulan Oktober.
Foto-foto dari aksi protes tersebut memperlihatkan para peserta memegang poster bertuliskan "Bibi is a murderer" (Bibi adalah pembunuh), "kites not bombs" (layang-layang, bukan bom), dan "let Gaza live" (biarkan Gaza hidup).
Poster lainnya bertuliskan: "In honour of all the children martyred in Gaza" (Untuk mengenang semua anak yang gugur sebagai syuhada di Gaza) dan "Christians in Gaza were killed by our money and bombs sent to Israel" (Umat Kristen di Gaza tewas akibat uang dan bom kita yang dikirim ke Israel).
Larangan terhadap layang-layang dan balon Awal bulan ini, pemerintah Israel meminta militer untuk mengusir warga Palestina dari Gaza jika mereka kedapatan menerbangkan layang-layang atau melepaskan balon.
Laporan dari saluran televisi Israel, Channel 13, menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Eyal Zamir dan pejabat tinggi militer lainnya bahwa "setiap peluncuran balon dan layang-layang dari Gaza ke arah permukiman di wilayah selatan akan dibalas dengan tindakan keras".
Katz juga dilaporkan mengatakan bahwa "setiap peluncuran merupakan tindakan terorisme", merujuk pada layang-layang dan balon yang diterbangkan oleh anak-anak di Jalur Gaza. Ia juga menegaskan bahwa militer kini akan "bertindak dengan segala cara yang diperlukan, termasuk mengevakuasi penduduk dari suatu wilayah atau lingkungan" jika mereka kedapatan melepaskan balon atau layang-layang.
Haitham Arafat, seorang warga negara Amerika Serikat keturunan Palestina, mengatakan kepada *The New Arab* bahwa unjuk rasa tersebut diselenggarakan untuk menyampaikan pesan kepada kaum Zionis serta menegaskan bahwa setiap anak berhak untuk bermain.
"Mereka mengancam seorang anak dengan bom dan rudal jika ia menerbangkan layang-layang. Sampai di titik mana kita berada sekarang? Yang kami tuntut dari dunia adalah agar rakyat Palestina mendapatkan hak atas martabat mereka, dan anak-anak di Gaza memiliki hak untuk tumbuh besar layaknya anak-anak di belahan dunia lainnya," ujarnya.
Ia menyebut larangan menerbangkan layang-layang dan balon sebagai "sesuatu yang belum pernah disaksikan dunia sepanjang sejarah," seraya menyebutnya sebagai bentuk "kebejatan".
Unjuk rasa di berbagai belahan dunia Aksi serupa juga terjadi di berbagai tempat lain di dunia; puluhan orang berkumpul di Piazza Duomo, Milan, Italia, pada Ahad. Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina, melakukan aksi flash mob, dan menerbangkan layang-layang.
Pada hari yang sama, banyak orang berkumpul di Berlin membawa layang-layang dan bendera Palestina untuk menyatakan penolakan mereka terhadap tindakan pemerintah Israel.
Di Paris, pada Sabtu, para pengunjuk rasa mengibarkan ranting zaitun dan menerbangkan layang-layang sebagai bentuk dukungan bagi anak-anak Palestina di Gaza. Para demonstran berkumpul di dekat kawasan bersejarah Bastille Square, lalu melakukan aksi berbaris melintasi pusat kota Paris menuju Fontaine des Innocents.
Banyak di antara mereka meneriakkan yel-yel pro-Palestina yang menuntut pertanggungjawaban serta pembebasan para tahanan Palestina.
Kelompok Palestina, Hamas, menyatakan bahwa layang-layang yang diterbangkan di Gaza itu dimainkan oleh anak-anak dan sama sekali tidak membahayakan siapa pun. Kelompok tersebut juga menuduh Israel menggunakan masalah ini sebagai dalih untuk melakukan eskalasi lebih lanjut serta serangan terhadap warga sipil di wilayah terkepung tersebut.

3 hours ago
3

















































