China Beri Sinyal J-36 Bisa Dibekali Laser Tempur Kelas 100 kW

9 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — China memberikan salah satu petunjuk publik terkuat sejauh ini mengenai pengembangan senjata laser berenergi tinggi untuk pesawat tempur generasi berikutnya. Sebuah materi yang dipamerkan Aviation Industry Corporation of China (AVIC) menunjukkan sistem pelacakan dan pembidikan laser untuk pesawat tempur dengan daya transmisi yang mengindikasikan setidaknya kelas 100 kilowatt.

Yang menarik, ilustrasi dalam materi tersebut memperlihatkan pesawat yang sangat menyerupai desain yang secara tidak resmi dikenal sebagai J-36. Pesawat besar tanpa ekor itu luas dipandang analis sebagai salah satu kandidat pesawat tempur generasi keenam China, meskipun Beijing belum secara resmi mengonfirmasi nama J-36 maupun klasifikasi generasinya.

South China Morning Post (SCMP) pada 18 September 2026 melaporkan sistem tersebut diperlihatkan Beijing Precision Engineering Institute for Aircraft Industry, lembaga di bawah AVIC, dalam 14th China International Defence Electronics Exhibition yang digelar di Beijing pada 15–17 September 2026. Sistem itu diperkenalkan sebagai “fighter aircraft laser-weapon tracking and aiming system” atau sistem pelacakan dan pembidikan senjata laser untuk pesawat tempur.

Materi yang beredar menunjukkan bobot sistem kurang dari 380 kilogram. Sementara angka daya transmisinya sebagian disamarkan dan hanya ditampilkan sebagai “*00 kW”. Jika tanda bintang tersebut menggantikan satu digit, angka itu menunjukkan daya setidaknya berada pada kelas 100 kilowatt.

Namun, belum ada bukti publik bahwa senjata tersebut telah dipasang atau diuji terbang pada J-36. Warsight, media analisis pertahanan yang menelaah materi AVIC tersebut, mengatakan belum jelas apakah sistem laser itu dirancang untuk versi produksi awal J-36 atau baru merupakan konsep peningkatan bagi varian pesawat pada masa depan.

Petunjuk Laser untuk J-36

Kemunculan ilustrasi J-36 membuat sistem tersebut menarik perhatian karena pesawat itu mempunyai ukuran jauh lebih besar dibandingkan pesawat tempur konvensional. Ruang internal yang lebih luas secara teori memberikan peluang lebih besar untuk membawa perangkat laser, sumber tenaga, sistem pendingin, serta pengarah berkas yang dibutuhkan sebuah senjata berenergi tinggi.

J-36 merupakan nama tidak resmi bagi pesawat yang pertama kali terlihat terbang di Chengdu pada Desember 2024. Pesawat tersebut mempunyai konfigurasi tanpa ekor dan tiga mesin, serta secara luas dipandang sebagai salah satu program pesawat tempur generasi berikutnya China.

Meski demikian, belum ada spesifikasi resmi mengenai berat lepas landas, dimensi, kapasitas tenaga listrik, maupun persenjataan J-36. Karena itu, perkiraan yang beredar mengenai ukuran dan berat pesawat tersebut tetap harus diperlakukan sebagai estimasi sumber terbuka, bukan data resmi AVIC atau militer China.

Materi AVIC terbaru setidaknya menunjukkan bahwa gagasan memasang laser berenergi tinggi pada pesawat tempur bukan lagi semata spekulasi berdasarkan bentuk J-36. Industri penerbangan China kini secara terbuka memperlihatkan sebuah sistem yang secara khusus dirancang untuk penggunaan pada pesawat tempur.

Untuk Menembak Jatuh Rudal?

Pertanyaan berikutnya adalah untuk apa laser tersebut akan digunakan. Warsight menilai daya yang ditampilkan AVIC terlalu tinggi jika perangkat itu hanya dimaksudkan sebagai sistem pengacau inframerah konvensional. Salah satu kemungkinan terkuat adalah penggunaannya sebagai sistem perlindungan aktif untuk menghadapi rudal permukaan-ke-udara atau rudal udara-ke-udara yang mendekati pesawat.

Dalam skenario semacam itu, laser tidak harus menghancurkan rudal seperti gambaran senjata dalam film. Berkas energi dapat diarahkan untuk merusak badan rudal, menghancurkan komponen elektronik atau sensor optiknya, atau membutakan pencari sasaran sehingga rudal kehilangan kemampuan membidik pesawat.

Kemampuan tersebut dapat menjadi penting bagi pesawat generasi berikutnya. Rudal udara-ke-udara modern memiliki jangkauan semakin jauh dan kecepatan sangat tinggi, sehingga pesawat berharga mahal membutuhkan lapisan pertahanan tambahan selain kemampuan siluman, peperangan elektronik, dan manuver menghindar.

Laser menawarkan keunggulan: selama pesawat bertenaga listrik dan kemampuan membuang panas, senjata tersebut tidak memerlukan rudal pencegat untuk setiap ancaman yang datang.

Jumlah tembakan tetap dibatasi kapasitas pembangkitan listrik, penyimpanan energi, pendinginan, suhu perangkat, kemampuan mempertahankan sinar pada sasaran, serta waktu yang tersedia untuk menghancurkan ancaman.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |