REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grab Indonesia menyatakan keberlanjutan ekosistem ekonomi digital tidak hanya bergantung pada teknologi dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kemampuan perusahaan menjaga hubungan dengan mitra pengemudi dan menyediakan perlindungan sosial yang memadai.
Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya, mengatakan perusahaan terus membuka ruang dialog dengan mitra di tengah masih munculnya keluhan mengenai tarif, insentif, maupun berbagai persoalan operasional lainnya.
Menurut Rivana, Grab memandang masukan dari mitra sebagai bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan layanan. "Grab senantiasa terbuka terhadap masukan yang konstruktif dari para mitra pengemudi maupun mitra merchant, termasuk apabila terdapat hal-hal dalam aspek operasional maupun pelaksanaan program yang dinilai perlu dievaluasi," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Ia mengatakan berbagai aspirasi dapat disampaikan melalui kanal komunikasi resmi yang telah disediakan perusahaan agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur. Selain kanal formal, Grab juga membangun sejumlah forum komunitas yang memungkinkan mitra berdialog langsung dengan manajemen perusahaan.
Salah satu forum tersebut adalah Kopdar, yang menjadi wadah pertemuan berkala bagi mitra pengemudi untuk membahas kendala operasional sehari-hari dan menyampaikan masukan kepada perusahaan. Perusahaan juga memiliki forum NGASO yang mempertemukan perwakilan mitra dengan jajaran pimpinan tertinggi Grab, termasuk CEO perusahaan, dalam bentuk focus group discussion.
Melalui forum tersebut, mitra dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pengambil keputusan di perusahaan.
Grab juga mengembangkan NGERUMPI atau Ngobrol Seputar Masalah Wiramudi yang ditujukan khusus bagi mitra perempuan. Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, forum itu menyediakan berbagai pelatihan mulai dari bela diri, bahasa Inggris, kewirausahaan, hingga keterampilan lain yang mendukung pemberdayaan perempuan.
Bagi mitra merchant, perusahaan menyediakan komunitas Arisan SERABI atau Sekumpulan Perempuan Bisa yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan melalui pelatihan literasi keuangan dan bisnis digital.
Selain itu, terdapat Teras PERWIRA yang menjadi forum pelatihan, lokakarya, dan diskusi terbuka bagi para pelaku usaha yang menggunakan platform GrabMerchant. Menurut Rivana, berbagai forum tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem digital yang melibatkan mitra pengemudi, pelaku UMKM, konsumen, dan perusahaan.
Di saat yang sama, Grab memperkuat perlindungan sosial bagi mitra melalui investasi program keberlanjutan yang cukup besar. Perusahaan mengalokasikan dana Rp 100 miliar melalui program Komitmen Tiga Babak Grab untuk Indonesia yang ditujukan bagi kesejahteraan, apresiasi, dan perlindungan sosial mitra pengemudi berprestasi.
Program tersebut mencakup penyediaan BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi lebih dari 200 ribu mitra pengemudi, pemberian Bonus Hari Raya, serta berbagai program peningkatan keterampilan melalui GrabAcademy. Rivana mengatakan perlindungan sosial menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk memastikan mitra tidak hanya memperoleh pendapatan, tetapi juga memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko pekerjaan.
Selain perlindungan berbasis program sosial, Grab mengoperasikan Grab Emergency Response and Crisis Engagement Programme atau GERCEP. Melalui program tersebut, mitra dapat memperoleh bantuan medis darurat, dukungan psikologis pascainsiden, bantuan operasional, serta informasi peringatan dini mengenai area berisiko tinggi yang tersedia secara real time melalui aplikasi.

10 hours ago
8














































