REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Joesoef Drone Academy (JDA) sukses mencetak angkatan baru pilot drone muda yang menguasai teknologi dirgantara sekaligus memiliki kesadaran bela negara yang kuat.
Berada di bawah payung South China Sea Council (SCSC) Youth Program, JDA menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Pilot Drone Junior Tingkat Dasar di Bumi Perkemahan Cibubur pada 10-11 Juli 2026.
Sebanyak 46 siswa-siswi SMA dari Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) , lulus dari program investasi SDM pertahanan ini. JDA merancang seluruh rangkaian pelatihan secara padat, taktis, dan aplikatif.
Pada hari pertama, evaluasi kurikulum JDA serta membekali peserta dengan pendalaman teori Unmanned Aerial Vehicle (UAV), yang langsung diimplementasikan melalui sesi simulasi serta praktik menerbangkan drone di lapangan.
Tidak hanya fokus pada aspek teknis kedirgantaraan, JDA mengasah pembentukan karakter, mentalitas, dan aspek kepemimpinan para siswa melalui sesi refleksi dan sharing moment peserta.
Pada hari kedua, standardisasi kompetensi diuji secara ketat melalui ujian tertulis sertifikasi resmi sebelum peserta dikukuhkan dalam Seremoni Inagurasi Pilot Drone Junior. Sertifikasi di Cibubur ini lanjutan dari program intensif JDA sebelumnya.
Guna memastikan kompetensi yang matang, JDA melangsungkan pelatihan komprehensif baik sesi lapangan dan sesi kelas.
Program ini diawali peresmian JOESOEF DRONE ACADEMY Batch 1 Jakarta pada 25 April 2026 di Pusdirga Cibubur, Jakarta serta di Batch 1 Jawa Barat yang dibuka 25 Mei 2026 di Sekretariat JDA Jabar, Cirata, Bandung Barat.
Sebanyak 91 pelajar yang terdiri atas SMA Negeri 39, SMA Negeri 98, SMA Negeri 99, dan SMA Negeri 104 menjadi perwakilan Jakarta.
Sedangkan SMK Negeri Maniis, SMK Negeri 1 Cipeundeuy, MA Karya Madani, serta SMK Negeri 1 Cipatat merupakan perwakilan Jabar resmi menjadi bagian dari program jangka panjang ini.
Pelatihan intensif dijadwalkan terus berlangsung hingga enam bulan ke depan, menjadikannya langkah awal pembinaan generasi muda di bidang teknologi penerbangan nirawak melalui payung SCSC Youth Program.
Program ini dirancang secara berkelanjutan dan disiplin, namun tetap membuka ruang bagi pembentukan karakter serta kebersamaan antarpeserta.
‘’Melalui rekam jejak pelatihan yang panjang, JDA berkomitmen membekali generasi muda dengan kompetensi kedirgantaraan yang terukur dan bersertifikat resmi, bukan sekadar memberikan pengalaman sesaat," ujar Ketua Pelaksana JDA, M Jasin Fadillah melalui keterangan, Rabu (15/7/2026).
Langkah taktis JDA dalam membangun kapasitas pertahanan nasional dari level akar rumput ini mendapat dukungan penuh tokoh pertahanan nasional. Seremoni inagurasi dihadiri jajaran purnawirawan senior TNI yang duduk di Dewan SCSC.
Yakni, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat (Ketua Dewan SCSC), Laksamana Madya TNI (Purn) Arie Soedewo (Dewan SCSC), Marsekal Madya TNI (Purn) Hadiyan Sumintaatmadja (Dewan SCSC).
Turut hadir memberikan dukungan moral dan teknis dalam ekosistem ini adalah Frank Wawolangi (Sekretaris Jenderal SCSC), Marsekal Madya TNI (Purn) Eris Herryanto (Ketua Pusdirga), Marsekal Pertama TNI (Purn) Agung Sasongko Jati (Ketua FASI & Kepala Instruktur Drone), Adhanni Akbar Alamsyah (CEO Republikorp) dan Dyah Tribuwana (Ketua Yayasan PENA).
Keterlibatan Republikorp dan Yayasan PENA mencerminkan model kolaborasi multipihak yang semakin relevan bagi Indonesia. Melalui kemitraan ini, elemen swasta dan yayasan sosial turut aktif menyokong negara dalam membangun ekosistem pertahanan.
Bagi Republikorp, keterlibatan di JDA merupakan perpanjangan komitmen untuk berinvestasi pada pengembangan SDM sejak usia sekolah demi mendukung industri pertahanan dari hulu ke hilir.
Sementara bagi Yayasan PENA, program ini wujud kepedulian terhadap wadah pengembangan minat dan bakat generasi muda di luar jalur pendidikan konvensional. Esensi program garapan JDA ini bukan sekadar transfer keterampilan teknis mengoperasikan drone.
Melalui pengenalan teknologi kedirgantaraan yang intensif, pelajar diharapkan memperoleh cakrawala pandang lebih luas mengenai teknologi militer, aspek geopolitik, serta penebalan rasa cinta Tanah Air.
Dengan skala peserta dalam satu angkatan sertifikasi, JDA membuktikan sinergi taktis komunitas profesional pertahanan, sektor swasta, dan yayasan sosial merupakan model edukasi yang sangat layak direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.

15 hours ago
7











































