REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — TNI mengerahkan Tim Alfa untuk menembus titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Pengerahan satuan dengan kemampuan mobilitas tinggi itu dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lampung.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan Tim Alfa merupakan satuan kecil yang disiapkan untuk menjalankan misi taktis pada medan berat, termasuk operasi penanggulangan bencana.
"TNI AD telah menyiagakan Tim Alfa, yakni satuan kecil yang dibentuk untuk menjalankan misi taktis di medan berat dalam penanggulangan bencana," kata Kristomei di Bandar Lampung, Senin (24/8/2026).
Menurut Kristomei, personel tersebut disiapkan untuk menjangkau lokasi yang tidak dapat atau sulit ditembus menggunakan kendaraan biasa.
"Tim ini memiliki kemampuan mobilitas tinggi untuk menjangkau wilayah yang terisolasi. Tim ini juga didukung oleh personel yang berkemampuan sebagai penerjun freefall (terjun bebas militer) guna menembus wilayah-wilayah yang terisolasi atau sulit dijangkau," ujarnya.
Pengerahan pasukan dilakukan setelah situasi kebakaran di Way Kambas kembali berkembang. Kebakaran pertama kali diketahui pada Jumat (21/8/2026) siang di Resor Kuala Penet. Api di lokasi tersebut berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB setelah membakar sekitar 673 hektare kawasan, menurut Kementerian Kehutanan dalam siaran pers Ahad, 23 Agustus 2026.
Namun, kebakaran kembali ditemukan pada Ahad (23/8/2026) di lokasi berbeda di sekitar Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah. Hingga Senin, akumulasi luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 774,14 hektare, terdiri atas sekitar 673,4 hektare di Resor Kuala Penet dan 100,74 hektare di lokasi kebakaran berikutnya. Kepala Balai TNWK MHD Zaidi mengatakan tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan.
Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla Sumatra yang dipimpin Prabowo secara daring pada Senin, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melaporkan sekitar 100,7 hektare masih menjadi fokus penanganan. Sebanyak 79 titik panas juga masih terpantau di wilayah Lampung.
Karena itu, angka 100,7 hektare tidak menggambarkan keseluruhan area yang telah terdampak kebakaran sejak Jumat. Angka tersebut merupakan wilayah kebakaran terbaru yang menjadi fokus operasi, sementara luas kumulatif area terdampak telah mencapai sekitar 774 hektare.
Prabowo Nilai Dua Helikopter Belum Cukup
Selain pasukan darat, pemerintah memperkuat operasi udara. Kristomei mengatakan dalam rapat koordinasi tersebut Prabowo mendapat laporan mengenai kebutuhan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit dicapai.
Dua helikopter disiapkan dari Palembang dan Jawa Timur. Namun, ketika menanyakan apakah jumlah tersebut mencukupi, Prabowo memperoleh jawaban bahwa kemampuan itu masih belum memadai.
"Presiden pun memutuskan untuk menambah kekuatan armada udara dan melipatgandakan bantuan peralatan pemadaman darat guna mempercepat proses pendinginan lahan," kata Kristomei.
Dalam rapat tersebut, Prabowo juga memerintahkan pengiriman 20 alat pemadam kebakaran berupa pompa air. Jumlah itu dua kali lipat dari sepuluh unit yang awalnya diminta Pemerintah Provinsi Lampung. Bantuan darat diperlukan terutama untuk titik yang jauh dari kanal dan sumber air.
Kesulitan memperoleh air memang menjadi salah satu persoalan utama sejak operasi pemadaman dimulai. Kementerian Kehutanan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, menjelaskan sebagian lokasi kebakaran memiliki medan bergambut, akses sulit, serta berada cukup jauh dari sumber air. Sejumlah petugas bahkan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai titik kebakaran.
sumber : Antara

4 hours ago
4














































