KBRI Ottawa, Kemendag dan LPEI Jembatani UMKM Indonesia ke Kanada

11 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA – KBRI Ottawa bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag memfasilitasi penandatanganan kontrak secara virtual antara Exotique Foods dan sejumlah UKM Indonesia di Jakarta (11/3). Exotique Foods merupakan importir produk Indonesia di Kanada yang dikelola oleh diaspora Indonesia. 

Penandatanganan tersebut menghasilkan lima purchase order (PO) dan satu MoU dengan total nilai transaksi sekitar 92.000 dolar AS (sekitar 1,5 miliar) untuk pengiriman berbagai produk makanan olahan Indonesia ke pasar Kanada melalui jaringan distribusi Exotique Foods.

Sejumlah UKM yang terlibat dalam penandatanganan tersebut, yaitu PT Azaki International (tempe siap saji), PT Wins Organic (gula kelapa dan gula aren), PT Indo Tropikal (permen jahe), CV Dua Sholeha (bawang goreng), dan CV Menara Desa (keripik buah), serta PT Ladang Sehat (pasta bebas gluten).

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyampaikan apresiasi kepada LPEI atas komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional. 

“KBRI Ottawa selalu mendorong kolaborasi strategis antarpemangku kepentingan di Indonesia dan Kanada untuk meningkatkan ekspor produk nusantara, termasuk berbagai makanan olahan ke pasar Kanada. Oleh karena itu, saya memandang penting komitmen dan kontribusi nyata LPEI dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional, khususnya melalui dukungan pembiayaan dan fasilitasi bagi para pelaku usaha Indonesia untuk menjangkau pasar global.”, pungkas Dubes Muhsin.

Sejalan dengan pandangan Dubes Muhsin, Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman, menegaskan bahwa dukungan pembiayaan ekspor LPEI mandat pemerintah guna mendorong penguatan ekspor nasional dan membantu pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya. 

“LPEI terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan dan penjaminan ekspor agar pelaku usaha Indonesia termasuk UKM, dapat meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan bisnisnya.”, ujarnya.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Ditjen PEN Kemendag, Miftah Farid, menyampaikan bahwa karakteristik pasar Kanada yang multikultural memberikan potensi yang besar bagi produk Indonesia, khususnya produk makanan dan minuman. 

Sejalan dengan peluang pasar tersebut, kinerja ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada juga menunjukkan tren yang positif. Dalam periode 2023–2025, nilai ekspor sektor makanan dan minuman olahan (HS 16–22) meningkat dari sekitar USD 56,4 juta (±Rp.952 miliar) pada 2023 menjadi USD 116,7 juta (±Rp.1,97 triliun) pada 2025, atau tumbuh sekitar 106,8 persen.

“Permintaan pasar Kanada terhadap produk Indonesia memiliki potensi yang sangat baik untuk terus dikembangkan, mulai dari produk makanan dan minuman hingga berbagai produk manufaktur bernilai tambah. Namun terdapat sejumlah persyaratan pasar yang perlu dipenuhi, antara lain terkait product liability insurance, pemenuhan standar, dan penguatan aspek logistik. Untuk itu, KBRI Ottawa berkolaborasi dengan LPEI guna memfasilitasi semakin banyaknya produk UKM Indonesia yang menembus pasar Kanada,” ujar Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky.

Ke depan, KBRI Ottawa bersama Kemendag dan LPEI akan terus mendorong perluasan akses pasar sekaligus memperkuat kehadiran produk Indonesia di pasar Kanada, sejalan dengan semangat “Produk Lokal Go Global”.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |