REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Manusia purba Sulawesi kembali jadi perhatian sains internasional. Ini setelah hasil studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal bergengsi Nature, Rabu (21/1/2026) menunjukkan bahwa lukisan gua di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, adalah lukisan gua tertua yang pernah ditemukan sejauh ini. Umur lukisan gua itu mencapai antara 71 ribu tahun yang lalu sampai dengan 67 ribu tahun yang lalu!
Seniman purba Sulawesi Tenggara ini jauh lebih tua dari yang ditemukan di Spanyol! Lukisan gua di Liang Metanduno ini jadi lukisan gua tertua oleh Homo Sapiens, mengalahkan saudaranya lukisan gua di kawasan Maros-Pangkep, yang sebelumnya berumur 51 ribu tahun yang lalu.
Nature menerbitkan dua artikel terkait lukisan gua dari Pulau Muna ini. Pertama berjudul 'Rock art from at least 67.800 years ago in Sulawesi' lalu 'Hand stencils in Indonesian cave are world's oldest known artworks'. Di urutan pertama penulis peneliti adalah arkeolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Adhi Agus Oktaviana, dan 40 peneliti lainnya dari dalam dan luar negeri.
"Kehadiran lukisan gua yang amat tua di Sulawesi ini memberi gambaran bahwa manusia yang menduduki paparan Sahul pada periode itu, 68 ribu tahun yang lalu, menggunakan teknologi maritim untuk menyeberang dari Sahul, Borneo, dan Papua," demikian Nature.
Indonesia memang menjadi pusat lukisan gua tertua di dunia. Sebelum ini, lukisan gua tertua berasal dari kawasan Maros Pangkep yang memperlihatkan aktivitas berburu babi dan anoa. Lalu ada lukisan gua dari kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kalimantan Timur.
Keberadaan lukisan gua di Liang Metanduno dan sejumlah gua lainnya di Pulau Muna sudah diteliti intensif sejak 1977. Namun pertanggalan yang dilakukan secara ilmiah baru-baru ini dilakukan.
Pada 12 Februari tahun lalu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebenarnya sudah memberi sinyal soal hasil pertanggalan yang mengejutkan ini, bahwa ada lukisan gua yang lebih tua ditemukan di Sulawesi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberi sinyal bahwa ada temuan yang lebih tua dari peradaban lukisan gua di Sulawesi saat ini. Menbud mengatakan hal ini dalam konteks melihat Indonesia sebagai lokasi peradaban tertua di dunia.
"Saya termasuk yang berpendapat Indonesia ini adalah negeri yang mewarisi peradaban tertua di dunia. Kalau salah satu (peradaban tertua) itu sudah pasti. (Tapi kalau) politisi kita berani mengeklaim, ini (Indonesia) satu yang tertua," kata Fadli saat membuka diskusi publik bertajuk “Melihat Kembali Nilai-Nilai Penting Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang: suatu Upaya Pelestarian Cagar Budaya Berkelanjutan” yang digelar Selasa (11/2/2025).
Ia lalu menyebutkan mendapat informasi soal temuan lukisan yang lebih tua lagi dari Maros, yakni di Pulau Muna. Ia mengatakan hasil penelitiannya memang belum dipublikasikan untuk umum.
Arkeolog menegaskan, dari temuan ini menegaskan pandangan bahwa Pulau Sulawesi pada saat itu adalah tempat berkembangnya kebudayaan artistik manusia purba. Ini membuka pandangan baru solal bagaimana sejarah manusia purba juga datang dari Indonesia.
Siapa manusia purba yang melukis gua di Metanduno dan situs lain di Pulau Muna? Arkeolog belum bisa menjawabnya. Karena belum ada fosil yang ditemukan mendukung jawaban itu. "Memang masih jadi perdebatan bahwa Sulawesi adalah lokasi perkembangan manusia purba sebelum adanya kolonisasi dari manusia modern," demikian Nature.
Meski demikan arkeolog berargumen, bahwa dari sisi teknis lukisan gua, gaya, dan kompleksitas lukisan, serta cap tangan dan cap jari, tidak jauh berbeda kebudayaannya dengan yang manusia purba di pedalaman.
sumber : Nature

2 hours ago
3






































