Menuju 2030, UNM Persiapkan Mahasiswa Kuasai 8 Skill yang Paling Dicari Industri

1 day ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perubahan dunia kerja menuju 2030 bergerak lebih cepat dari yang dibayangkan. Teknologi berkembang pesat, pola bisnis semakin dinamis, dan perusahaan kini lebih selektif dalam memilih talenta.

Di tengah situasi ini, lulusan perguruan tinggi dituntut bukan sekadar “pintar di kelas”, tetapi juga siap menghadapi realita industri yang serba digital, cepat, dan kolaboratif.

Banyak rekruter kini menggeser fokus: bukan hanya melihat nilai akademik, tetapi kombinasi kemampuan yang lebih lengkap. IPK tetap penting, namun yang paling menentukan adalah kemampuan memecahkan masalah, memahami teknologi, dan beradaptasi dengan perubahan. Lulusan yang memiliki “paket komplet” ini biasanya lebih cepat menonjol, baik saat melamar kerja maupun membangun karier.

Delapan Skill yang Wajib Dikuasai Menuju 2030

1. Literasi Digital dan Tools Modern

Mahasiswa perlu memahami ekosistem digital, cloud computing, kolaborasi daring, dan produktivitas berbasis aplikasi. Kompetensi ini menjadi fondasi agar bisa bekerja efisien di sistem yang saling terkoneksi.

2. Literasi Data

Data adalah “bahasa baru” industri. Lulusan yang mampu membaca data, menarik insight, dan mengambil keputusan berbasis informasi akan lebih unggul. Tidak harus menjadi analis data, namun minimal mampu memahami metrik dan angka dalam pekerjaan.

3. Pemahaman AI dan Automasi

Kecerdasan buatan kini masuk ke berbagai proses kerja, dari riset, layanan pelanggan, pemasaran, hingga analisis. Mahasiswa yang mampu memanfaatkan AI sebagai asisten kerja akan lebih produktif dan kompetitif.

4. Berpikir Kritis dan Problem Solving

Industri mencari pencari solusi, bukan penghafal materi. Kemampuan memetakan masalah, menganalisis penyebab, dan mengeksekusi langkah perbaikan menjadi nilai utama yang dicari perusahaan.

5. Komunikasi Profesional dan Presentasi

Ide terbaik akan sia-sia jika tidak dapat disampaikan dengan jelas. Lulusan yang mampu menulis rapi, menyampaikan gagasan meyakinkan, dan membangun komunikasi sehat di tim, lebih cepat dipercaya memegang tanggung jawab.

6. Kolaborasi Lintas Bidang

Tim kerja masa depan akan terdiri dari gabungan disiplin: teknologi bertemu bisnis, data bertemu manajemen, kreatif bertemu strategi. Kemampuan bekerja sama tanpa konflik menjadi aset berharga.

7. Mindset Adaptif dan Belajar Cepat

Teknologi, tools, dan peran pekerjaan bisa berubah dalam hitungan bulan. Lulusan sukses adalah yang cepat belajar, adaptif, dan konsisten meng-upgrade kompetensi.

8. Kepemimpinan dan Etika Kerja

Integritas, tanggung jawab, dan kemampuan memimpin diri sendiri membedakan talenta unggul. Banyak lulusan tertinggal bukan karena kurang pintar, tapi karena disiplin dan konsistensi yang rendah.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) mendorong mahasiswa untuk menguasai kombinasi skill teknologi, bisnis digital, dan manajemen melalui pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Kepala Kampus UNM Kampus Margonda, Andry Maulana, menekankan pentingnya membangun kompetensi nyata sejak kuliah.

“Menuju 2030, lulusan yang dicari industri adalah mereka yang paham teknologi, punya cara pikir bisnis, dan siap kerja kolaboratif. Kampus harus menjadi tempat membangun kompetensi nyata, bukan hanya mengejar gelar. Mahasiswa UNM didorong untuk menguasai skill yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja, agar saat lulus, mereka bukan hanya ikut bersaing, tapi menjadi yang paling dicari,” kata Andry, dalam rilis yang diterima, Selasa (6/1/2026).

Bagi generasi muda yang ingin memulai persiapan karier sejak sekarang, pendaftaran kuliah di Universitas Nusa Mandiri dapat dilakukan melalui pmb.nusamandiri.ac.id atau aplikasi MyNusa PMB. Dengan persiapan tepat, lulusan 2030 bukan hanya siap bersaing, tetapi siap menjadi talenta unggul di era digital global.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |