REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Program pembinaan Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Bandung berhasil mendorong peningkatan kemampuan Baca Tulis Al-Qur'an (BTAQ) mahasiswa dalam waktu relatif singkat.
Dalam pelaksanaan Program Bimbingan Mahasiswa (BIMMA) Batch 4 selama kurang lebih enam pekan, 20 dari 22 peserta yang memulai pembelajaran dari tingkat Iqra berhasil meningkat hingga mampu membaca Alquran.
Sementara dua peserta lainnya tetap menunjukkan perkembangan hingga mencapai Iqra 4 dan Iqra 5. Program yang berlangsung sejak 6 Juni hingga 10 Juli 2026 tersebut diikuti 42 mahasiswa dari berbagai program studi.
Mereka terdiri atas 28 mahasiswa Keperawatan, enam mahasiswa Pariwisata, enam mahasiswa Desain Komunikasi Visual, dan dua mahasiswa Perdagangan Internasional.
Selama pembinaan, mahasiswa memperoleh materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan, praktik ibadah sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, pembelajaran BTAQ, tahsin, pembinaan akhlak, dan pembiasaan ibadah sebagai bagian dari penguatan karakter Islami.
Kepala Badan Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan UNISA Bandung, Dr Mohammad Anwar Syi'aruddin, S.Hum, MA menyatakan, capaian tersebut menunjukkan efektivitas pembinaan yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.
Keberhasilan Program BIMMA, jelas dia, bukan semata diukur dari jumlah mahasiswa yang lulus, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam diri mahasiswa.
‘’Harapan kami, peserta mampu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, menjaga kualitas ibadah, serta mengimplementasikan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan dan profesinya," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Dr Anwar, salah satu peserta yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah Ridho Akbar, mahasiswa Prodi S1 Perdagangan Internasional.
Ridho, yang merupakan mualaf, belum pernah mendapatkan pembinaan Alquran secara intensif. Saat mengikuti BIMMA, ia memulai pembelajaran dari Iqra 1 hingga akhirnya mampu membaca Alquran dengan baik saat mengikuti uji BTAQ di akhir program.
Menurut dia, keberhasilan ini tidak lepas dari kesungguhan Ridho dalam mengikuti pembinaan. Selain mengikuti sesi tahsin rutin setiap selesai shalat Subuh bersama peserta lainnya, Ridho secara mandiri menambah waktu belajar setelah shalat Isya melalui bimbingan langsung (sorogan) bersama musyrif.
Berkat ketekunan tersebut, Ridho dinobatkan sebagai peserta dengan perkembangan tahsin terbaik pada BIMMA Batch 4.
Selain capaian akademik dalam pembelajaran Alquran, program ini menekankan pembentukan karakter melalui pembiasaan ibadah berjamaah, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
Berdasarkan hasil evaluasi akhir, sebanyak 35 mahasiswa dinyatakan lulus BTAQ, lima mahasiswa mengikuti remedial, dan dua mahasiswa memperoleh pembinaan lanjutan sesuai hasil asesmen kemampuan.
Dr Anwar menambahkan, capaian BIMMA Batch 4 menjadi salah satu hasil terbaik selama penyelenggaraan program.
Menurutnya, keberhasilan sebagian besar peserta yang memulai dari tingkat Iqra hingga mampu membaca Alquran dalam waktu sekitar enam pekan menjadi bukti pembinaan intensif mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi keagamaan mahasiswa.
Melalui Program BIMMA, UNISA Bandung terus memperkuat komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, juga memiliki karakter islami, kemampuan membaca Alquran yang baik, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan bermasyarakat

15 hours ago
14








































