Soundrenaline 2025 Sulap Sudut Jakarta Jadi Panggung Nostalgia dan Keberagaman Musik

1 week ago 28

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelaran Soundrenaline Sana Sini di Jakarta telah berlangsung selama empat hari mulai dari 18 hingga 21 Desember 2025. Berbeda dengan perhelatan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya terpusat di satu area luas, tahun ini Jakarta berubah menjadi panggung hidup yang menyebar di berbagai titik.

Mengusung konsep multilokasi, festival musik dan seni ini menyasar tiga distrik utama yakni ASEAN District, Blok M District, dan Istora District, untuk membawa pengalaman seni lebih dekat ke dalam keseharian masyarakat urban. Konsep yang diusung kali ini menekankan pada integrasi antara musik, seni, dan ruang publik.

Penyelenggara ingin menciptakan suasana festival yang lebih cair dan inklusif, di mana lalu lintas manusia, aktivitas kuliner, dan interaksi sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari pertunjukan itu sendiri. Dengan pendekatan yang lebih personal, penonton tidak hanya datang sebagai pengamat pasif, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem kota yang sedang merayakan kreativitas.

Perubahan format festival ini memberikan impresi yang mendalam bagi para musisi yang terlibat. Salah satu grup yang ikut merasakan dampak dari konsep baru ini adalah White Shoes & The Couples Company. Bagi mereka, tampil di beberapa lokasi dalam rangkaian Soundrenaline Sana Sini 2025 memberikan perspektif yang berbeda tentang cara berinteraksi dengan audiens.

“Pengalamannya menyenangkan karena ini pertama kalinya kami melihat Soundrenaline dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya. Kami bisa langsung bertemu audiens di lingkungan mereka sendiri. Kami bisa melihat environment dan budaya mereka, dari datang, makan kuliner khas, sampai melihat bagaimana mereka menikmati musik,” ujar perwakilan dari White Shoes & The Couples Company dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Rabu (24/12/2025). 

ASEAN District, yang berlokasi di Taman Kota Peruri, menjadi salah satu pusat keramaian utama dengan nuansa yang lebih hangat dan reflektif. Sebagai ruang terbuka, lokasi ini mempertemukan berbagai spektrum genre, mulai dari indie, pop, hingga musik eksploratif. Deretan penampil seperti The Cottons, The Lantis, Basajan, Ali, hingga Galdive mengisi panggung dengan performa yang intim.

Salah satu daya tarik utama di distrik ini adalah kolaborasi antara Isyana Sarasvati dengan Kasimyn. Isyana mengungkapkan proyek ini merupakan salah satu impiannya yang sudah lama ingin diwujudkan. “Ini adalah salah satu kolaborasi idamanku. Akhirnya bisa terwujud di panggung Soundrenaline. Penampilanku dengan Kasimyn di sini lebih agresif dengan cara yang berbeda, secara musik, visual, tema, dekorasi, yang semoga lebih menggugah,” ujar Isyana.

Isyana juga memberikan apresiasi tinggi terhadap model festival yang berpindah-pindah lokasi ini. Menurutnya, konsep tersebut memberikan variasi rasa bagi para penikmat musik. “Penonton jadi bisa menikmati berbagai macam rasa musik yang berbeda-beda di setiap lokasi, memberikan pengalaman yang baru dan berbeda. Konsepnya patut dilanjutkan karena menarik banget,” kata Isyana.

Selain kolaborasi modern, ASEAN District juga menghidupkan kembali memori kolektif pencinta film Indonesia melalui konser tribut soundtrack film Janji Joni. Dikurasi oleh Nikita Dompas, konser ini menghadirkan Sari (White Shoes & The Couples Company), Ario dan Ale (The Adams), Marcell Thee, Bilal Indrajaya, hingga David Tarigan. Konser ini menjadi perayaan 20 tahun film Janji Joni yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Pengamat musik sekaligus penggagas Irama Nusantara yang membawakan lagu "Setan Kredit", David Tarigan, mengatakan perayaan ini merupakan momen yang sangat langka. “Memang tidak pernah dibikin sebuah perayaan sebelumnya. Semenjak filmnya rilis pun sebenarnya tidak pernah ada show khusus yang menampilkan para pengisi soundtrack-nya. Jadi ini sekalian menjadi ajang 20 tahunnya Janji Joni,” ujarnya.

Antusiasme terhadap lagu-lagu legendaris ini terbukti masih sangat tinggi. Ale dari grup musik The Adams menyatakan kekagumannya terhadap respons penonton malam itu. “Jadi penonton hampir setiap lagu tuh mereka nyanyi loh. Gue juga bingung, jadi kayak ‘Wah, oke banget ya ternyata’,” ujarnya. ASEAN District kemudian ditutup dengan penampilan eksklusif dari POND, grup musik asal Australia, yang menjadikan Jakarta sebagai satu-satunya panggung Asia mereka sepanjang tahun 2025.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |