REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah rimba beton Jakarta yang kian padat, keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bukan lagi sekadar pelengkap estetika, melainkan kebutuhan mendesak bagi paru-paru kota dan kesehatan mental warganya.
Urgensi ketersediaan taman yang representatif menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat akan ruang publik yang inklusif; tempat di mana udara segar mengalir dan interaksi sosial tumbuh, sekaligus menjadi benteng alami dalam menghadapi tantangan iklim dan polusi yang kian mengkhawatirkan di Ibu Kota.
Taman Bendera Pusaka merupakan megaproyek revitalisasi hijau yang mengintegrasikan tiga taman ikonik di Jakarta Selatan menjadi satu kawasan terpadu yang sangat luas, yakni Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat. Penggabungan ini menciptakan hamparan hijau yang jauh lebih masif dan fungsional dibandingkan sebelumnya.
Nama "Bendera Pusaka" dipilih bukan tanpa alasan; selain sebagai penghormatan terhadap nilai-nilai nasionalisme, taman ini dirancang untuk menjadi simbol persatuan warga Jakarta dari berbagai latar belakang yang bertemu dalam satu ruang publik yang harmonis.
Kekhasan utama taman ini terletak pada desainnya yang memadukan konsep taman hutan kota dengan fasilitas olahraga modern yang lengkap. Berbeda dengan taman konvensional, Taman Bendera Pusaka menonjolkan area retensi air yang luas dengan vegetasi yang rimbun, menciptakan mikroklimat yang sejuk di tengah teriknya Jakarta. Keberadaan jembatan penghubung yang estetik antar eks-wilayah taman lama memberikan pengalaman visual yang unik bagi pengunjung yang ingin berkeliling.
Fasilitas unggulan yang menjadi daya tarik utama adalah lintasan lari (jogging track) sepanjang 1,2 kilometer yang didesain mengikuti kontur alam taman. Di dalamnya, masyarakat juga dapat menikmati berbagai sarana olahraga potensial seperti lapangan basket, voli, bulu tangkis, hingga lapangan padel yang tengah tren. Dengan kelengkapan ini, Taman Bendera Pusaka diproyeksikan menjadi pusat kegiatan komunitas baru yang mampu memecah konsentrasi massa yang selama ini hanya terpusat di Gelora Bung Karno (GBK).
Mendorong Budaya Olahraga dan Mitigasi Banjir
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah gencar mengoptimalkan budaya olahraga melalui kebijakan penyediaan sarana yang merata di setiap sudut kota. Taman Bendera Pusaka adalah bukti nyata dari strategi "Olahraga di Ruang Terbuka", di mana Pemprov DKI ingin memastikan bahwa fasilitas fisik yang berkualitas dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Tujuannya jelas: meningkatkan indeks kebahagiaan dan kebugaran warga Jakarta melalui gaya hidup aktif yang terintegrasi dengan alam.
Selain fungsi sosial dan kesehatan, pembangunan taman ini merupakan bagian dari kebijakan strategis penanganan banjir. Dengan mengintegrasikan sistem drainase canggih dan infrastruktur hijau, taman ini berfungsi sebagai area parkir air (kolam retensi) yang mampu memaksimalkan daya resap air saat intensitas hujan tinggi. Pendekatan berbasis alam (nature-based solutions) ini diharapkan mampu mengurangi beban saluran air di wilayah Jakarta Selatan sekaligus memperbaiki sirkulasi udara di sekitarnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengonfirmasi bahwa peresmian Taman Bendera Pusaka akan segera dilakukan pada Februari 2026. “Nanti sebentar lagi, mudah-mudahan bulan depan, saya juga akan meresmikan Taman Bendera Pusaka,” ujar Pramono saat meninjau wilayah Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026). Meskipun tanggal pastinya belum dirinci, kehadiran taman ini diharapkan menjadi kado istimewa bagi warga Ibu Kota untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat dan harmonis dengan lingkungan.
Melalui sinergi antara fungsi ekologis, sosial, dan olahraga, Taman Bendera Pusaka diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelarian dari penatnya rutinitas, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Jakarta dalam membangun kota yang lebih tangguh dan manusiawi bagi generasi masa depan.
sumber : Antara

1 day ago
8







































