Venezuela Terus Berupaya Galang Dukungan Internasional Termasuk di Indonesia

22 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Venezuela akan terus menggalang dukungan dunia internasional, termasuk dari Indonesia, untuk melindungi kedaulatan negara Venezuela. Menurut Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Enrique Antonio Acuna Mendoza, rezim politik Donald Trump telah melakukan kekeliruan dengan mengerahkan pasukan militer mereka kemudian menangkap Presiden Venezuela yang telah terpilih secara demokratis. 

Menurut Mendoza, Operasi militer di sekitar Laut Kairibia itu telah merusak sejumlah fasilitas milik Venezuela sehingga secara hukum internasional itu tentu tidak dibenarkan. Pengerahan kekuatan militer yang dimulai tahun lalu tersebut kemudian dilanjutkan dengan penangkapan secara ilegal terhadap Presiden Venezuela pada awal tahun ini, Nicolas Maduro. "Penangkapan Presiden Venezuela juga sebuah pelanggaran hukum internasional. Tudingan bahwa Maduro terlibat dalam narco-terrorism sama sekali tidak berlandasan karena hingga hari ini tidak ada buktinya,’’ tuturnya pada acara Forum Group Discussion di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Saat ini, menurutnya Pemerintah Venezuela sudah mengirim sejumlah praktisi dan pakar hukum ke Amerika Serikat untuk membebaskan Presiden Maduro. Selain itu, Pemerintah Venezuela pun membentuk tim khusus untuk melakukan pengaduan di sejumlah organisasi internasional, termasuk ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda.

Selain upaya-upaya di atas, Mendoza menyebutkan bahwa pemerintah Venezuela terus melakukan berbagai kerja sama akademik dengan sejumlah universitas di dunia untuk mendiskusikan permasalahan dari sudut pandang ilmu Hukum Internasional, Hubungan Internasional, Politik, dan Geopolitik yang hasilnya nanti akan digunakan untuk memperkuat argumentasi mereka di level internasional. ‘"Kami berharap acara diskusi ilmiah (red: Forum Group Discussion) yang digelar di Universitas Prof Dr Moestopo ini dapat memperkuat upaya kami membebaskan presiden kami dan membela kedaulatan negara kami," ungkapnya.

Direktur Utama Center for Latin America (CeLa), Kesi Yovana, mengatakan bahwa pihaknya sebagai akademisi yang telah lama menjalin hubungan baik dengan negara-negara Amerika Latin, termasuk Venezuela, cukup terpukul dengan apa terjadi di Venezuela. Sepakat dengan pendapat Mendoza, dia mengatakan Amerika Serikat dibawah pimpinan Donald Trump telah bertindak keliru dan itu perlu direspons secara cerdas dan serius oleh masyarakat internasional.

"Kita akan terus melakukan upaya-upaya konstruktif terutama dari sisi akademik untuk mendukung Venezuela, misalnya dengan memberikan masukan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar nanti kebijakan negara kita terkait isu itu bisa lebih solutif dalam mendukung kedaulatan Venezuela," tuturnya.

Sementara itu, moderator Forum Group Discussion yang juga dosen Hubungan Internasional Universitas Prof Dr Moestopo, Ahmad Mulyadi, menyatakan apa yang telah dialami Venezuela dan Presiden Maduro adalah sebuah tindakan yang secara hukum internasional tidak dibenarkan. Tindakan itu, lanjutnya, tidak hanya melukai bangsa Venezuela, tapi juga bangsa-bangsa lainnya di dunia karena ini menyangkut hak asasi manusia dan hukum internasional yang dicederai.

Jika itu terus dibiarkan, lanjutnya, tatanan dunia internasional akan terganggu sehingga efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada negara-negara lain juga, terutama negara-negara di kelompok Global South. "Indonesia dan banyak negara lain di Global South merupakan negara berkembang, negara dunia ketiga, negara middle power, yang secara geopolitik tidak memiliki jaminan dapat menghindari hal serupa di masa mendatang," kata Ahmad menambahkan.

Menurut pakar geopolitik alumnus S3 National Research Tomsk State University Rusia ini, untuk mengatasi hal semacam itu, negara-negara yang tergabung dalam Global South harus terus meningkatkan solidaritas dan kerja sama mereka di berbagai aspek: diplomasi, ekonomi, politik, riset akademik, bahkan kerja sama pertahanan militer.

"Indonesia dan Venezuela adalah dua negara bersahabat yang juga bagian dari Global South sehingga Indonesia bersama negara-negara lainnya di kelompok tersebut harus meningkatkan kuantitas dan kualitas dukungannya kepada Venezuela di segala sektor. Diskusi yang digelar Universitas Prof Dr Moestopo dan Center for Latin America (CeLa) dengan dukungan dari Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) ini pun bentuk manifestasi solitadaritas kami sebagai bangsa Indonesia terhadap bangsa Venezuela," ujarnya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |