REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Xiaomi memastikan Indonesia masuk dalam peta ekspansi bisnis kendaraan listriknya. Meski belum menyebut waktu peluncuran maupun model yang akan diboyong, perusahaan teknologi asal China itu menegaskan mobil listrik Xiaomi akan hadir di pasar Tanah Air.
Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng membicarakan kemungkinan perusahaannya memboyong produk mobil listrik atau electric vehicle buatannya ke pasar Indonesia.
Michael yang baru saja dipercaya memegang bisnis Xiaomi di pasar Indonesia mulai September 2026 itu menjanjikan mobil-mobil buatan Xiaomi bakal masuk, namun konsumen Tanah Air masih perlu menunggu.
"Jadi untuk pertanyaan ini, 100 persen kami akan membawa produk mobil (listrik) ke pasar ini. Namun saat ini jika boleh jujur kita masih harus menunggu," kata Michael dalam konferensi pers usai perilisan gawai REDMI Note 17 series di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling tegas sejauh ini mengenai arah ekspansi bisnis kendaraan listrik Xiaomi di Indonesia. Meski belum disertai jadwal peluncuran, kepastian itu menunjukkan Indonesia telah masuk dalam perhitungan perusahaan untuk ekspansi kendaraan listrik di luar China.
Michael lebih lanjut mengatakan dalam lanskap dan strategi ekspansi global, saat ini dipastikan Xiaomi baru akan merambah pasar Eropa.
Lebih spesifik, mereka akan masuk ke pasar Jerman pada kuartal ketiga 2027 lewat kontrak yang disetujui dengan dealer kendaraan di pasar tersebut.
Eropa tampaknya akan menjadi salah satu pasar penting untuk menguji kemampuan Xiaomi bersaing di luar negeri. Pengalaman perusahaan di kawasan tersebut dapat menjadi referensi sebelum ekspansi diperluas ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Tampaknya perusahaan masih ingin melihat apakah ekspansi globalnya itu bakal sukses dan mendapatkan sambutan hangat atau justru responsnya berbeda.
Langkah berhati-hati itu juga berkaitan dengan karakter bisnis otomotif yang berbeda dibandingkan perangkat elektronik konsumen. Penjualan mobil membutuhkan jaringan distribusi, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, fasilitas servis, hingga dukungan terhadap kebutuhan konsumen dalam jangka panjang.
Bagi Xiaomi, memasuki Indonesia berarti perusahaan tidak hanya harus membawa kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, tetapi juga menyiapkan ekosistem pendukungnya. Faktor tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan kapan waktu yang tepat untuk meluncurkan mobil listrik Xiaomi di Tanah Air.
Meski begitu, Michael meyakini karena posisi Indonesia strategis maka produk kendaraan listriknya pasti akan masuk dan ikut meramaikan industri.
"Di Indonesia kami masih harus menunggu. Tapi saya rasa kami akan hadirkan segera karena Indonesia sangat penting bagi Xiaomi di pasar global jadi jangan khawatir," kata Michael.
Indonesia juga menjadi pasar yang menarik karena perkembangan kendaraan listrik terus mendapat perhatian dari produsen global. Kehadiran sejumlah merek baru dalam beberapa tahun terakhir membuat persaingan tidak lagi hanya bertumpu pada harga, tetapi juga teknologi, fitur digital, desain, jarak tempuh, serta kualitas layanan purnajual.
Bagi Xiaomi, kekuatan perusahaan pada ekosistem perangkat pintar berpotensi menjadi salah satu pembeda ketika memasuki bisnis otomotif. Mobil listrik perusahaan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas, sehingga integrasi kendaraan dengan perangkat digital dapat menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen.
Masuknya Xiaomi ke industri kendaraan listrik sudah terjadi sejak akhir 2023 ketika mereka mengenalkan Xiaomi SU7 yang mengambil tampilan sedan.
sumber : Antara

5 hours ago
4















































