Airlangga Ungkap Jurus Pemerintah Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

6 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah indikator yang menunjukkan ketahanan perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Pemerintah, ucap dia, menyiapkan mesin pertumbuhan ekonomi baru berbasis transformasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen pada 2027.

"Ada prospek positif untuk pertumbuhan perekonomian di dalam negeri, di tengah gejolak utama seperti geopolitik, harga energi, harga pangan, serta suku bunga tinggi yang masih terus berlanjut," ujar Airlangga dalam konferensi pers RAPBN dan nota keuangan tahun anggaran 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Airlangga mengatakan prospek perekonomian global pada tahun depan diperkirakan membaik. Lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai sekitar 2,8 persen pada tahun ini dan meningkat menjadi 3,1 persen pada 2027.

Dia mengatakan perekonomian Indonesia juga menunjukkan sejumlah perkembangan positif. Salah satunya terlihat dari pertumbuhan ekonomi pada semester pertama yang mencapai 5,45 persen.

"Ekonomi Indonesia, tadi Bapak Presiden menyampaikan dalam semester I kita menjadi tertinggi dalam 13 tahun terakhir yaitu 5,45 persen," sambung Airlangga.

Airlangga membeberkan sejumlah indikator ekonomi juga memperlihatkan penguatan. Rasio gini turun menjadi 0,368 pada Maret, sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,65 persen pada Mei.

Dari sisi konsumsi, sambung dia, indeks keyakinan konsumen berada pada level 116,8. Sementara itu, PMI manufaktur kembali masuk ke jalur positif dengan indeks 50,2.

Airlangga menambahkan, aktivitas di sektor riil juga menunjukkan peningkatan. Sektor otomotif tumbuh 33,3 persen secara tahunan, sedangkan kendaraan elektrik dan hibrida mencatat pertumbuhan lebih dari 40 persen.

"Dan kenaikan ekonomi juga kita bisa lihat dari kegiatan yang mengkonsumsi listrik itu juga naik 10,8 persen. Dan penjualan semen 13,5 persen secara year on year," lanjut Airlangga.

Dari sektor keuangan, Airlangga memaparkan dana pihak ketiga tumbuh 10,21 persen, kredit meningkat 12,67 persen secara tahunan, sedangkan kredit investasi tumbuh sekitar 24,9 persen. Menurut Airlangga, ketahanan eksternal Indonesia juga tetap terjaga.

Dia menyebut cadangan devisa berada pada level yang setara dengan sekitar 5,5 bulan impor, sementara neraca perdagangan kumulatif Januari hingga Juni masih berada dalam kondisi positif. Pemerintah, lanjut Airlangga, juga terus menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus.

"Pemerintah terus mendorong untuk menjaga daya beli dengan stimulasi yang dikeluarkan di kuartal pertama totalnya Rp 70 triliun, sedangkan pada kuartal kedua sebesar Rp 26,34 triliun," ucap dia.

Airlangga menjelaskan stimulus tersebut mencakup berbagai kebijakan, mulai dari insentif pajak, transportasi, pembebasan sejumlah biaya, program magang dan vokasi, hingga bantuan pangan.

Selain menjaga stabilitas ekonomi saat ini, pemerintah menyiapkan sejumlah mesin pertumbuhan baru untuk 2027. Airlangga mengatakan strategi tersebut berbasis pada transformasi ekonomi dan pengembangan sektor-sektor bernilai tambah tinggi.

"Jadi mesin pertumbuhan berbasis transformasi. Satu, sektor bernilai tinggi seperti digitalisasi dan semikonduktor dan AI," sambung Airlangga.

Mesin pertumbuhan berikutnya, lanjut dia, adalah revitalisasi sektor-sektor yang memiliki ketahanan tinggi, terutama pertanian dan energi. Ia menambahkan pemerintah juga mendorong pendirian bursa komoditas mineral agar Indonesia memiliki harga acuan sendiri.

"Yang ketiga, peningkatan daya saing investasi dan ekspor melalui deregulasi. Kemudian debottlenecking, optimalisasi perjanjian internasional serta pembentukan pusat finansial internasional Indonesia," kata Airlangga.

Airlangga menyebut arah kebijakan tersebut ditopang oleh empat prasyarat utama, yakni iklim investasi yang atraktif, kepastian regulasi, stabilitas makroekonomi, serta APBN yang prudent dan berkelanjutan.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen dengan laju inflasi 2,5 persen. Ia mengatakan pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp 3.246 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp 4.097,2 triliun.

Airlangga memproyeksikan defisit anggaran sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto atau senilai Rp 671,2 triliun. Dia berharap berbagai kebijakan transformasi tersebut dapat memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus menjaga stabilitas di tengah dinamika ekonomi global.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |