Prabowo Puji Pembenahan Tata Kelola PT Timah dan Penertiban Tambang Ilegal

13 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memuji pembenahan tata kelola pertambangan timah yang dilakukan PT Timah Tbk, termasuk langkah pemerintah menertibkan aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung. Pembenahan tersebut dinilai mulai memberikan dampak terhadap perbaikan kinerja perusahaan, baik dari sisi operasional maupun keuangan.

Dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Ia juga meminta TNI dan Polri menindak tegas aktivitas pertambangan ilegal yang merugikan negara.

"Pada akhir tahun lalu, kita telah tutup seribu tambang ilegal di Bangka Belitung. Seribu tambang ilegal telah saya minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut," kata Presiden di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menegaskan penertiban tambang ilegal merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kekayaan negara sekaligus memperbaiki tata kelola sumber daya alam. Menurut dia, penegakan aturan harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Presiden juga menyoroti dampak pembenahan tata kelola terhadap kinerja PT Timah. Pada semester I 2026, perusahaan membukukan laba bersih Rp2,71 triliun, melonjak 804,6 persen dibandingkan Rp300,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Bayangkan, dalam enam bulan 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun. Sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Prabowo.

Capaian laba tersebut bahkan telah melampaui target laba bersih PT Timah sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,61 triliun. Pendapatan perseroan juga meningkat 146,9 persen menjadi Rp10,42 triliun dari Rp4,22 triliun pada semester I 2025.

Perbaikan kinerja turut tercermin dari sisi operasional. Produksi bijih timah PT Timah pada semester I 2026 mencapai 12.232 ton Sn, naik 75 persen dibandingkan 6.997 ton Sn pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Produksi logam timah juga meningkat 58 persen menjadi 10.865 metrik ton Sn. Penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, melonjak 85 persen dibandingkan 5.933 metrik ton pada semester I 2025.

Peningkatan produksi tersebut ditopang optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi di wilayah tambang laut maupun darat. PT Timah mengoptimalkan Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat melalui pola kemitraan.

Perseroan juga meningkatkan eksplorasi, mengoptimalkan fasilitas pengolahan, serta memperkuat pengawasan wilayah izin usaha pertambangan (IUP). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis untuk memperkuat tata kelola pertimahan dan efisiensi perusahaan.

Kinerja PT Timah juga mendapat dukungan dari penguatan harga timah global. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) pada semester I 2026 mencapai 50.319,19 dolar AS per metrik ton, naik 56,68 persen dibandingkan 32.115,77 dolar AS per metrik ton pada semester I 2025.

Prabowo menilai perkembangan PT Timah menunjukkan pentingnya pembenahan tata kelola dalam pengelolaan aset dan kekayaan negara. Pemerintah, kata dia, akan melanjutkan pembenahan terhadap badan usaha milik negara (BUMN) secara besar-besaran.

"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran," ujar Kepala Negara.

Dalam paparannya, Prabowo menyebut valuasi PT Timah pada Agustus 2026 meningkat 280 persen dibandingkan Agustus 2025. Perubahan tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan Presiden untuk menggambarkan perkembangan perusahaan setelah dilakukan pembenahan tata kelola.

Sebelumnya, PT Timah juga mencatatkan perbaikan kinerja sepanjang 2025 dengan pendapatan Rp11,55 triliun dan laba bersih Rp1,31 triliun. Penguatan tata kelola diarahkan untuk mengoptimalkan operasi, pemasaran, pengelolaan cadangan, serta efisiensi keuangan perseroan.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |